Apa Itu Termul? Fenomena Loyalis Politik yang Picu Kontroversi

- Redaksi

Saturday, 13 September 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Apa itu termul? Seringkali termul menjadi istilah yang ramai diperbincangkan dalam diskursus politik Indonesia akhir-akhir ini.

Akronim ini memiliki dua makna yang bertolak belakang: satu diklaim sebagai wadah perjuangan, sementara yang lain dianggap sebagai simbol penghinaan.

Asal-Usul dan Makna Termul

Berdasarkan informasi yang beredar, Termul merupakan singkatan dari “Ternak Mulyono”, yang merujuk pada Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), yang sering dipanggil “Mulyono” sebagai nama keluarganya. Istilah ini digunakan untuk menyebut kelompok loyalis Jokowi yang dianggap tanpa kritik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, seorang pengacara kontroversial Firdaus Oiwobo justru mendirikan organisasi kemasyarakatan (ormas) resmi bernama Ternak Mulyono (Termul) pada 23 Agustus 2025.

Ormas ini diklaim dibentuk untuk membela Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem, Zulhas Sebut Wacana Impor Beras

Firdaus mengaku ide pendiriannya muncul setelah bertemu dengan Jokowi di Solo.

Logo Simpanse dan Kontroversi

Termul versi Firdaus Oiwobo menggunakan logo simpanse, yang menurutnya dipilih karena simpanse merupakan “hewan dengan kasta tertinggi” dan simbol kecerdasan. Ia bahkan menyandingkannya dengan “keledai” yang disebutnya sebagai simbol kebodohan.

Dua Perspektif Berbeda

  1. Sebagai Wadah Perjuangan: Firdaus dan pendukungnya menyatakan Termul dibentuk untuk menjaga keutuhan bangsa dan melawan provokasi yang memecah belah.
  2. Sebagai Istilah Pejoratif: Di sisi lain, kalangan kritikus seperti Dr. Tifa (Tifauzia Tyassuma) menyebut “Termul” sebagai julukan yang lebih hina dari “buzzer”. Ia mendefinisikannya sebagai “Ternakan si Mul” yang diternak oleh seorang “pembohong, perampok, dan pengecut”.
Baca Juga :  Viral! Pria Paruh Baya Berbuat Mesum dengan Wanita Diatas Motor di Pinggir Jalan Tanah Abang, Cek Fakta Sebenarnya

Konteks Polarisasi Politik

Fenomena Termul tidak terjadi dalam vakum. Ia merupakan kelanjutan dari polarisasi politik yang telah berlangsung sejak Pilpres 2014 dan 2019, dengan munculnya istilah-istilah seperti “cebong” (pendukung Jokowi) dan “kampret” (pendukung Prabowo).

Menurut penelitian SMRC, penggunaan label seperti ini berpotensi memecah belah bangsa dan memperdalam fragmentasi sosial.

Keberadaan Termul, dalam kedua maknanya, mencerminkan dinamika demokrasi Indonesia yang masih menghadapi tantangan polarisasi pasca-kontestasi. Para tokoh negara telah menyerukan penghentian istilah-istilah polarisatif, termasuk Ma’ruf Amin yang pernah meminta agar “cebong” dan “kampret” dikubur.

Fenomena Termul memperlihatkan bagaimana politik identitas dan loyalisme tanpa kritik dapat memunculkan istilah-istilah baru yang justru memperdalam jurang polarisasi. Dalam demokrasi yang sehat, kritik dan dukungan konstruktif diperlukan tanpa harus jatuh pada penghinaan atau pembentukan kultus individu.

Baca Juga :  Berdasarkan Video yang Bapak/Ibu Simak, Bagaimana Respon atau Pendapat Bapak/Ibu Terhadap Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat?

 

Berita Terkait

Siapa Buya Hamka? Mengungkap Sosok Ulama, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional yang Menginspirasi
Mengapa Siswa SD Sering Mengalami Kesulitan Memahami Hubungan antara Persen dan Perbandingan? Jelaskan Analisis Anda!
KJP Bulan November 2026 Kapan Cair? Ternyata Segini Perkiraan Tanggalnya, Jangan Sampai Ketinggalan!
Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait
Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi
Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!
Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?
Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi? Simak Pembahasannya!

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 12:00 WIB

Siapa Buya Hamka? Mengungkap Sosok Ulama, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional yang Menginspirasi

Monday, 2 November 2026 - 11:00 WIB

Mengapa Siswa SD Sering Mengalami Kesulitan Memahami Hubungan antara Persen dan Perbandingan? Jelaskan Analisis Anda!

Monday, 2 November 2026 - 09:56 WIB

KJP Bulan November 2026 Kapan Cair? Ternyata Segini Perkiraan Tanggalnya, Jangan Sampai Ketinggalan!

Sunday, 1 November 2026 - 11:10 WIB

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 10:07 WIB

Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi

Berita Terbaru