Pengakuan Melly 3GP. Dibayar Rp1 Juta dan Dipaksa Syuting Dewasa Selama Belasan Jam

- Redaksi

Wednesday, 20 September 2023 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melly 3gp (Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Melly 3GP, seorang saksi penting dalam kasus rumah produksi film dewasa Kelas Bintang yang dimiliki oleh Irwansyah, akhirnya bersuara setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Selasa (19/9). Melly membagikan kisah mengerikan yang dialaminya selama proses syuting film dewasa tersebut.

Melly memulai ceritanya dengan menceritakan bagaimana awalnya ia menerima tawaran dari Irwansyah untuk berperan dalam film dewasa. Awalnya, ia dimintai kerjasama dengan tawaran bahwa mereka hanya akan membuat konten untuk YouTube dan klaim bahwa materi tersebut sudah melewati sensor.

“Awalnya dia bilang cuma mau bikin konten YouTube doang. Dia bilang juga udah lulus sensor,” ungkap Melly.

Namun, Melly kemudian mengungkap bahwa ia merasa diteror oleh Irwansyah, yang terus menerus menghubunginya melalui telepon dan memberikan tekanan hingga akhirnya ia merasa terpaksa menerima tawaran tersebut.

“Sampai akhirnya mau karena banyak paksaan dia neror-neror dari telepon,” tambahnya.

Selama proses syuting film dewasa, Melly mengungkapkan bahwa ia diminta untuk berakting tanpa naskah dan hanya mengikuti arahan dari Irwansyah, termasuk adegan buka baju hingga adegan yang sangat vulgar.

“Aku cuma 1 episode karena udah trauma main di situ, aku dari jam 11 siang sampai jam 3 pagi disuruh main di situ,” kata Melly.

Melly juga menjelaskan bahwa ia dipaksa untuk melakukan adegan-adegan tersebut tanpa skrip yang jelas.

Baca Juga :  Lowongan PT Reska Multi Usaha (Kai Services) Untuk SMA/SMK Posisi Packaging Food Regional Mataram

“Adegannya mulai dari buka baju sama dia dan itu banyak banget,” tambahnya.

Melly mengakui bahwa ia merasa tidak nyaman karena selama proses syuting, banyak kru dari tim Irwansyah yang turut menyaksikan adegan-adegan tersebut.

“Aku terpaksa melakukannya karena aku nggak tahu mau menyelamatkan dirinya gimana karena timnya banyak banget,” ungkapnya dengan jujur.

Untuk penderitaan yang dialaminya selama syuting yang berlangsung belasan jam, Melly hanya dibayar sebesar Rp1 juta oleh Irwansyah.

“Aku merasa dimanfaatkan oleh pelaku, dan aku memiliki bukti bahwa aku hanya dibayar Rp1 juta,” tutup Melly, mengakhiri pengakuannya.

Kisah mengerikan Melly 3GP ini menjadi bagian penting dari kasus ini, yang semakin mengungkapkan sisi gelap dalam industri film dewasa ilegal yang dijalankan oleh rumah produksi Kelas Bintang. Penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak perincian dan tanggung jawab dalam kasus ini. Kami akan terus memberikan berita terkini sehubungan dengan perkembangan kasus ini.

Berita Terkait

Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Target 150 Ribu Peserta
Inilah 22 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Ibu-ibu yang Bikin Ngakak
Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Pemalang dan Penyitaan CCTV oleh KPK
Samsat Buka Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Tips Biar Nggak Antre Panjang
Kapan Rebo Wekasan 2026? Ini Jadwal, Asal-usul, dan Amalan Tradisinya!
Penyebab Kebakaran Nipah Mall Makassar: Dugaan Korsleting Listrik pada Neon Box
Cara Cek Porsi Haji Terbaru lewat HP dengan Cepat, Bisa Dilakukan dari Rumah!
Andika Kangen Band Sakit Apa? Ini Kondisi Terkini Vokalis yang Dirawat di RS

Berita Terkait

Wednesday, 12 August 2026 - 14:12 WIB

Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Target 150 Ribu Peserta

Wednesday, 12 August 2026 - 11:25 WIB

Inilah 22 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Ibu-ibu yang Bikin Ngakak

Tuesday, 11 August 2026 - 10:17 WIB

Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Pemalang dan Penyitaan CCTV oleh KPK

Tuesday, 11 August 2026 - 07:25 WIB

Samsat Buka Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Tips Biar Nggak Antre Panjang

Tuesday, 11 August 2026 - 07:07 WIB

Kapan Rebo Wekasan 2026? Ini Jadwal, Asal-usul, dan Amalan Tradisinya!

Berita Terbaru