Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

- Redaksi

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia

SwaraWarta.co.id – Apa alasan Jokowi mengusulkan pembentukan PBB Versi baru saat berpidato di Malaysia? Dalam pidatonya di ajang Penang Peace Dialogue 2026 di Penang, Malaysia, Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melontarkan gagasan mengejutkan: pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) versi baru atau yang ia sebut sebagai “PBB 2.0”.

Usulan ini mengundang perhatian dunia internasional. Lantas, apa alasan kuat di balik usulan Jokowi tersebut?

  1. Tantangan Global yang Semakin Kompleks dan Saling Terkait

Alasan utama Jokowi mengusulkan PBB 2.0 adalah karena tantangan yang dihadapi dunia saat ini dinilai jauh lebih rumit dibandingkan era saat PBB didirikan. Menurutnya, konflik yang terjadi kini saling berkaitan dan dampaknya melintasi batas-batas negara (transboundary). Konflik di satu kawasan dapat dengan cepat memicu ketidakstabilan di kawasan lain, sehingga membutuhkan institusi global yang lebih tangguh untuk meresponsnya.

  1. Kebutuhan akan Lembaga Global yang Lebih Kuat

Jokowi menegaskan bahwa dunia membutuhkan lembaga global yang lebih kuat, mekanisme mediasi yang lebih efektif, serta diplomasi global yang lebih kokoh untuk menjaga perdamaian.

Ia menilai PBB dalam format lama tidak lagi cukup untuk menjawab dinamika geopolitik saat ini. Karena itu, ia menyerukan agar dunia “bergerak melampaui edisi lama PBB” dan membangun edisi baru yang lebih adaptif.

  1. PBB Harus Tetap Relevan

Jokowi menekankan bahwa PBB harus berubah dan mendefinisikan ulang sistem, proses, dan strateginya agar tetap relevan. Tanpa reformasi mendasar, ia khawatir PBB akan kehilangan perannya sebagai penjaga perdamaian dunia yang kredibel. Ia meyakini bahwa kemakmuran jangka panjang hanya dapat tercapai ketika setiap negara memilih perdamaian daripada konflik, serta kerja sama daripada persaingan dan perpecahan.

  1. Tidak Ada Negara yang Bisa Berhasil Sendiri

Dalam pidatonya, Jokowi juga mengingatkan bahwa tidak ada negara yang dapat berhasil sendirian dan tidak ada bangsa yang bisa makmur dalam konflik. Ia menyoroti bahwa negara-negara maju tidak boleh hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri, melainkan harus memikul tanggung jawab lebih besar untuk membangun kepercayaan dan memperkuat kerja sama global.

Baca Juga :  Kunjungan ke Malaysia Ditunda, Presiden Prabowo Fokus Rapat Penting di Jakarta

Gagasan PBB 2.0 yang disampaikan Jokowi di Malaysia bukan sekadar wacana kosong, melainkan respons serius terhadap realitas dunia yang terus berubah-. Usulan ini mengajak seluruh bangsa untuk berpikir ulang tentang arsitektur perdamaian global demi menciptakan dunia yang lebih damai, adil, dan berkelanjutan bagi semua.

Berita Terkait

Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya
Update Terbaru! Isi Lengkap Putusan Mahkamah Agung Soal Suket Gibran yang Bikin Geger
Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!
Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi
Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini
Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya
Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya
Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!

Berita Terkait

Saturday, 31 October 2026 - 08:35 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya

Saturday, 31 October 2026 - 07:35 WIB

Update Terbaru! Isi Lengkap Putusan Mahkamah Agung Soal Suket Gibran yang Bikin Geger

Thursday, 29 October 2026 - 10:43 WIB

Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!

Wednesday, 28 October 2026 - 08:14 WIB

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Tuesday, 27 October 2026 - 11:18 WIB

Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini

Berita Terbaru

Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi

Pendidikan

Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi? Simak Pembahasannya!

Saturday, 31 Oct 2026 - 11:12 WIB