Tarif PPh 23 Berapa Persen? Yuk, Pahami Cara Hitung dan Aturannya!

- Redaksi

Wednesday, 29 July 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarif PPh 23 Berapa Persen

Tarif PPh 23 Berapa Persen

SwaraWarta.co.id – Mengetahui tarif PPh 23 berapa persen sangat penting buat kamu yang sering bertransaksi antar bisnis atau menggunakan jasa profesional.

PPh Pasal 23 sendiri merupakan pajak yang dipotong oleh pemotong pajak dari penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak dalam negeri atau Bentuk Usaha Tetap (BUT).

Biar bisnis kamu tetap patuh pajak dan nggak kena denda, yuk bedah aturan mainnya bareng-bareng!

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memahami Besaran Tarif PPh 23 Berapa Persen dan Kategorinya

Pada dasarnya, porsi pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu 15% dan 2%. Perbedaan ini murni ditentukan oleh jenis transaksi atau objek pajak yang kamu lakukan.

Baca Juga :  Kenapa Tanggal 22 Oktober? Beginilah Sejarah Hari Santri Nasional

Kategori Tarif 15 Persen

Tarif yang lebih tinggi ini berlaku untuk penghasilan yang sifatnya investasi atau imbalan atas modal. Kamu akan dikenakan tarif 15% dari jumlah bruto untuk transaksi berikut:

  • Dividen: Pembagian keuntungan saham kepada pemegang saham (selain yang dikecualikan sesuai aturan terbaru).
  • Bunga: Termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang.
  • Royalti: Imbalan atas penggunaan hak cipta, paten, atau lisensi.
  • Hadiah dan Penghargaan: Khusus untuk hadiah penghargaan, bonus, atau perlombaan yang diterima oleh badan hukum atau organisasi.

Kategori Tarif 2 Persen

Nah, kalau kamu menggunakan jasa atau menyewa aset, tarif yang berlaku jauh lebih kecil, yaitu 2% dari jumlah bruto. Kategori ini mencakup:

  • Sewa dan Penghasilan Lain: Terkait penggunaan harta (kecuali sewa tanah dan/atau bangunan yang masuk ke PPh Final Pasal 4 ayat 2).
  • Jasa Teknik, Jasa Manajemen, dan Jasa Konsultan: Segala bentuk imbalan atas keahlian khusus.
  • Jasa Lainnya: Mencakup puluhan jenis jasa seperti jasa katering, jasa periklanan, jasa kebersihan (cleaning service), hingga jasa perawatan mesin.
Baca Juga :  Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pemerintah Dapat Memberikan Pengecualian untuk Akses Kepada Publik

Risiko Tanpa NPWP

Ada satu hal krusial yang wajib kamu catat. Kalau pihak yang menerima penghasilan tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarifnya bakal membengkak 100% lebih tinggi. Artinya, tarif 2% akan melonjak jadi 4%, dan tarif 15% meroket jadi 30%. Jadi, pastikan lawan bisnismu punya NPWP aktif ya!

Contoh Sederhana Perhitungan PPh 23

Biar ada gambaran nyata, bayangkan kamu menyewa jasa seorang konsultan keuangan badan senilai Rp10.000.000 (tidak termasuk PPN). Karena konsultan tersebut memiliki NPWP dan masuk kategori jasa konsultan, maka potongan pajaknya adalah:

  • PPh 23 Dipotong: 2% x Rp10.000.000 = Rp200.000
  • Sisa Pembayaran: Rp10.000.000 – Rp200.000 = Rp9.800.000

Sebagai pemotong, kamu wajib memberikan bukti pemotongan pajak tersebut kepada sang konsultan dan menyetorkan potongan Rp200.000 tadi ke kas negara.

Baca Juga :  Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP 2026 Secara Online, Jangan Sampai Salah Langkah!

Memahami skema pemotongan pajak memang butuh ketelitian, tapi sebenarnya simpel kalau kamu tahu kategorinya. Selalu pastikan dokumen transaksi lengkap agar arus kas bisnis kamu tetap sehat dan lancar!

Berita Terkait

Mengapa Kolaborasi antar Profesi yang Berbeda Penting dalam Mengatasi Tantangan Iklim dan Keberlanjutan? Yuk Mari Kita Bahas dengan Lengkap!
Bagaimana Profesi yang Anda Emban Membantu Menyelesaikan Tantangan Lingkungan Kota Ini? Simak Penjelasannya!
Bagaimana Keseluruhan Tahapan dalam Acara Pemeriksaan Biasa Mulai dari Dakwaan, Pembuktian, Hingga Putusan Hakim Mencerminkan Prinsip Due Process of Law?
Mengapa dalam Perspektif Interaksionisme Simbolis, Korupsi Dikatakan Sebagai Sebuah “Pilihan Sikap” Individu di Tengah Berbagai Pilihan yang Ada?
Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Nasional dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Indonesia Sebagai Negara yang Memiliki Keragaman Suku, Agama, dan Budaya?
Apa yang Menjadi Pembeda antara Digital Citizen dan Citizen Journalism? Bagaimana Karakteristik Mereka? Disimak Penjelasannya Berikut Ini!
Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Nasional dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Indonesia Sebagai Negara yang Memiliki Keberagaman Suku, Agama, dan Budaya?
Bagaimana Cermin Orang yang Memiliki Sifat Kreatif, Produktif, dan Inovatif di Era Modern? Berikut Ini Pembahasannya!

Berita Terkait

Sunday, 18 October 2026 - 11:33 WIB

Mengapa Kolaborasi antar Profesi yang Berbeda Penting dalam Mengatasi Tantangan Iklim dan Keberlanjutan? Yuk Mari Kita Bahas dengan Lengkap!

Sunday, 18 October 2026 - 10:01 WIB

Bagaimana Profesi yang Anda Emban Membantu Menyelesaikan Tantangan Lingkungan Kota Ini? Simak Penjelasannya!

Saturday, 17 October 2026 - 09:53 WIB

Bagaimana Keseluruhan Tahapan dalam Acara Pemeriksaan Biasa Mulai dari Dakwaan, Pembuktian, Hingga Putusan Hakim Mencerminkan Prinsip Due Process of Law?

Saturday, 17 October 2026 - 06:13 WIB

Mengapa dalam Perspektif Interaksionisme Simbolis, Korupsi Dikatakan Sebagai Sebuah “Pilihan Sikap” Individu di Tengah Berbagai Pilihan yang Ada?

Friday, 16 October 2026 - 07:20 WIB

Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Nasional dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Indonesia Sebagai Negara yang Memiliki Keragaman Suku, Agama, dan Budaya?

Berita Terbaru

Cara Bayar Paspor di M-Paspor Lewat BCA Mobile

Teknologi

Cara Bayar Paspor di M-Paspor Lewat BCA Mobile dengan Mudah

Sunday, 18 Oct 2026 - 10:10 WIB