Bertentangan Dengan 6 Hakim, Keputusan MK Tetap Disahkan

- Redaksi

Tuesday, 17 October 2023 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bertentangan Dengan 6 Hakim, Keputusan MK Tetap Disahkan

SwaraWarta.co.id – Putusan MK soal batasan usia minimal Capres dan Cawapres yang pada awalnya ditolak, akhirnya diterima dengan catatan bersyarat.

Hal itu telah diputuskan oleh Makhamah Konstitusi atau MK pada tanggal 16 Oktober kemarin dengan putusan batas usia minimal Capres dan Cawapres adalah tetap, 40 tahun.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, setelahnya ada pengecualian dengan belum berusia 40 tahun tetapi sudah pernah berpengalaman sebagai pejabat Kepala Daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten atau Kota.

Ini tentu saja mengejutkan banyak pihak karena memberi kesan seolah dipaksakan demi merujuk Gibran Rakabuming agar bisa lolos kualifikasi pencalonan.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Alasan Proses Pencarian Korban Kebakaran Glodok Plaza Dihentikan

Hal ini tentu saja menjadi perkara yang sangat kontroversial yang dengan jelas menyingkap tabir kepentingan politik di dalamnya.

Dilihat dari aspek mana pun keputusan MK lebih kental unsur politiknya ketimbang unsur hukum konstitusinya. 

Ini secara tidak langsung menciderai hati nurani masyarakat yang telah mempercayai MK sebagai institusi konstitusi ketimbang institusi politik.

Putusan MK tersebut bila diteliti lagi dengan sangat detail maka akan mencuatkan persoalan paling mendasar yakni soal putusan paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilu atau Pilkada.

Atas amar putusan ini, tentu saja posisi Gibran Rakabuming akan semakin mulus meski usianya belum menyentuh angka 40 tahun tapi pernah menjabat sebagai Kepala Daerah.

Baca Juga :  Omah Kembang Merbabu, Wisata yang Menawarkan Keindahan Alam dan Budaya di Magelang

Dalam putusan MK tersebut sebenarnya tidak disetujui dengan suara yang mutlak karena 4 hakim MK menyatakan pendapat yang berbeda atau Dissenting Opinion dengan melakukan penolakan permohonan tersebut.

4 hakim yang menyatakan pendapat yang berbeda tersebut adalah Wahiduddin Adams, Saldi Isra, Suhartoyo, serta Arief Hidayat.

Sementara 2 hakim MK lainnya, Enny Nurbaningsih, dan Daniel Yusmich memiliki alasan berbeda atau disebut juga dengan istilah Concurring Opinion.

Meski 2 hakim memiliki Concurring Opinion, kalau dirujuk lebih jauh lagi menjadi condong ke arah Dissenting Opinion. Atau dengan kata lain secara keseluruhan, 6 hakim ini melakukan pendapat yang berbeda.

Kalau dirunut lebih jauh lagi, keputusan MK ini hanya disetujui oleh 3 hakim MK, sementara 6 hakim MK lainnya memutuskan untuk berbeda pendapat.

Baca Juga :  Kekasih Tamara Tyasmara Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka Kematian Dante, Terbukti Lalai!

Dengan hasil ini, yakni 3 berbanding 6, harusnya keputusan MK ini harusnya ditolak karena dari segi kesesuaian pendapat pun lebih condong ke arah penolakan ketimbang penerimaan.

Tetapi entahlah, putusan yang disahkan oleh MK ini tentunya akan memicu perdebatan panjang berbagai pihak karena keputusannya dianggap tidak absah, karena dimenangkan tidak secara mutlak.

Bahkan harusnya keputusan MK itu sejatinya ditolak karena 6 hakim MK menolak, sementara 3 yang menerima.

Kenapa bisa demikian? Hal inilah yang akhirnya menjadi keputusan MK yang kontroversial.

Berita Terkait

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi
Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini
Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya
Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya
Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!
Apa Arti Mimpi Melahirkan? Berikut Makna Tersembunyi yang Bikin Kamu Merinding!
Menteri ESDM Bahlil Stop Ekspor Gas, Negara Apa Saja yang Terkena? Ini Daftar Lengkapnya!
Hari Santri 2026, Prabowo Apresiasi Pesantren dan Dorong Santri Berkontribusi untuk Bangsa

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 08:14 WIB

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Tuesday, 27 October 2026 - 10:14 WIB

Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya

Tuesday, 27 October 2026 - 09:33 WIB

Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya

Monday, 26 October 2026 - 08:00 WIB

Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!

Sunday, 25 October 2026 - 10:02 WIB

Apa Arti Mimpi Melahirkan? Berikut Makna Tersembunyi yang Bikin Kamu Merinding!

Berita Terbaru