Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump

- Redaksi

Friday, 9 January 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump

Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump

SwaraWarta.co.id – Usai operasi militer spektakuler yang berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, pemerintahan Donald Trump kini mengalihkan ancaman terbukanya ke target lain: Greenland.

Ambisi untuk menguasai wilayah otonom Denmark ini bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi krisis diplomatik nyata yang mengancam kohesi NATO dan stabilitas global.

Ambisi Historis yang Kembali Menyala

Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland memiliki akar sejarah panjang, dimulai sejak abad ke-19 usai pembelian Alaska. Presiden Harry Truman bahkan pernah secara rahasia menawarkan $100 juta dalam emas untuk membeli pulau itu pada 1946, namun ditolak Denmark.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump menghidupkan kembali gagasan ini selama masa jabatan pertamanya dan kini, didorong keberhasilan di Venezuela, mengeskalasinya dengan bahasa ancaman yang lebih keras.

Baca Juga :  Donald Trump Unggul Sementara di Pilpres AS 2024, Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia

Menteri Luar Negeri Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan pejabat Denmark pekan depan untuk membahas “cara AS dapat mengakuisisi” pulau Arktik tersebut.

Alasan Strategis dan Penolakan Tegas

Trump membingkai keinginannya sebagai masalah keamanan nasional, dengan klaim bahwa Greenland “dikelilingi oleh kapal-kapal Rusia dan China”.

Namun, para analis mempertanyakan klaim ini, mengingat AS sudah memiliki akses militer melalui Pituffik Space Base berdasarkan perjanjian pertahanan 1951 dengan Denmark.

Di balik alasan keamanan, Greenland juga menyimpan kekayaan mineral kritis dan sumber daya alam yang sangat besar.

Baik pemerintah Denmark maupun Greenland telah menolak keras ancaman ini. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara tegas menyatakan bahwa Greenland “tidak dijual dan tidak akan pernah dijual”. Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa serangan militer AS terhadap sekutu NATO akan mengakhiri aliansi itu sendiri.

Baca Juga :  Rumor! Gelandang Serang Timnas Indonesia, Dikaitkan dengan Persija Jakarta

Pemimpin Greenland Jens Frederik Nielsen menyebut gagasan aneksasi AS sebagai “fantasi”. Survei juga menunjukkan mayoritas warga Greenland, yang umumnya mendukung kemerdekaan dari Denmark, menolak menjadi bagian dari AS.

Implikasi Global dan Langkah Selanjutnya

Ancaman terhadap Greenland telah memicu reaksi solidaritas dari Eropa. Tujuh pemimpin Eropa, termasuk dari Inggris, Prancis, dan Jerman, mengeluarkan pernyataan bersama menegaskan bahwa “Greenland adalah milik rakyatnya” dan hanya Denmark serta Greenland yang berhak menentukan masa depannya.

Krisis ini mempertanyakan fondasi tatanan internasional berbasis aturan, dengan pemerintahan Trump dideskripsikan menganut doktrin “kekuatan adalah kebenaran”.

Dengan pertemuan diplomatik Rubio di Kopenhagen yang akan datang, dunia menantikan apakah ambisi ekspansionis Trump akan berlanjut atau menemui jalan batu diplomatik. Eskalasi lebih lanjut tidak hanya berisiko meruntuhkan NATO tetapi juga membenamkan dunia dalam ketidakpastian geopolitik yang lebih dalam.

Baca Juga :  Lowongan Telesales Wahana Express Serang Tahun 2025

 

Berita Terkait

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi
Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini
Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya
Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya
Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!
Apa Arti Mimpi Melahirkan? Berikut Makna Tersembunyi yang Bikin Kamu Merinding!
Menteri ESDM Bahlil Stop Ekspor Gas, Negara Apa Saja yang Terkena? Ini Daftar Lengkapnya!
Hari Santri 2026, Prabowo Apresiasi Pesantren dan Dorong Santri Berkontribusi untuk Bangsa

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 08:14 WIB

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Tuesday, 27 October 2026 - 11:18 WIB

Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini

Tuesday, 27 October 2026 - 10:14 WIB

Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya

Tuesday, 27 October 2026 - 09:33 WIB

Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya

Monday, 26 October 2026 - 08:00 WIB

Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!

Berita Terbaru