Dampak Erupsi, Penerbangan di Bandara Komodo Labuan Bajo dibatalkan

- Redaksi

Tuesday, 5 November 2024 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erupsi Gunung Lewotobi (Dok.ist)

Erupsi Gunung Lewotobi (Dok.ist)

SwaraWarta.co.id – Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan pembatalan penerbangan di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Sebanyak empat maskapai membatalkan penerbangan dari berbagai daerah demi menjaga keselamatan penerbangan.

“Dari siang sampai sore dibatalkan,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo Labuan Bajo Ceppy Triono dihubungi di Labuan Bajo, Senin.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengecekan kondisi penerbangan dilakukan bersama Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV serta para kepala bandara di Provinsi NTT dan NTB. Salah satu metode yang digunakan adalah paper test, untuk memastikan area bandara aman dari abu vulkanik.

“Tadi sampai jam dua siang kami masih melakukan paper test hasilnya negatif, tidak ada dan memang di dalam satelit cuaca seluruh Pulau Flores kena sampai ke Timor sebagian, tetapi ketika itu kami sampaikan ke airlines dan airlines dengan alasan keselamatan penerbangan memilih untuk membatalkan penerbangannya ke Labuan Bajo,” katanya.

Baca Juga :  Mahfud Md: Kasus Korupsi Impor Gula Tom Lembong Penuhi Dua Unsur

Gangguan Erupsi Meluas ke Wilayah Flores

Ceppy belum dapat memastikan kapan penerbangan di Bandara Komodo akan kembali normal.

Ia menjelaskan bahwa bandara-bandara lain di Pulau Flores kemungkinan juga terkena dampak erupsi karena abu vulkanik yang terbawa angin kencang menyebar cukup luas.

“Karena dampak erupsi cukup luas dan angin belakangan ini kencang sekali sehingga abu vulkanik ini sudah ke mana-mana, jadi bandara-bandara di wilayah Flores pasti akan terdampak semuanya,” katanya

Pemantauan terus dilakukan menggunakan satelit cuaca Himawari dan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menambahkan bahwa pantauan Satelit Himawari BMKG pada pukul 15.00 WITA menunjukkan abu vulkanik masih menyelimuti ruang udara Manggarai Barat.

Baca Juga :  Hukum Donor Darah / Transfusi dalam Agama Islam

Menurut laporan Significant Meteorological Information (SIGMET), abu vulkanik diperkirakan bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20-25 knot pada ketinggian 10.000 hingga 28.000 kaki, serta ke timur laut dan tenggara di ketinggian yang lebih tinggi.

Informasi BMKG sebagai Langkah Pencegahan Insiden

BMKG melalui Meteorological Watch Office (MWO) menyediakan informasi pergerakan abu vulkanik melalui SIGMET, yang memantau batas ruang udara atau FIR (Flight Information Region).

Laporan SIGMET ini memberikan peringatan mengenai arah dan ketinggian pergerakan abu vulkanik yang penting untuk keselamatan penerbangan.

Abu vulkanik dapat mengganggu penerbangan, terutama saat proses lepas landas dan mendarat, serta pada ketinggian tertentu selama penerbangan.

BMKG rutin melaporkan sebaran abu vulkanik guna mencegah risiko insiden penerbangan akibat paparan partikel dan awan abu vulkanik di udara.

Baca Juga :  Erspo dan Indomaret Rilis Cheers Jersey, Jersi Resmi Timnas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!
Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024
BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!
Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!
Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya
Mau Bansos Cair 2027? Jangan Sampai Kelewatan, Begini Cara Daftar Perlinsos yang Benar!
Apa Alasan Presiden Prabowo Meresmikan Ratusan Satuan Militer dan Enam Kodam Baru pada HUT ke-81 TNI?
2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 17:39 WIB

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!

Saturday, 10 October 2026 - 11:33 WIB

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

Saturday, 10 October 2026 - 11:21 WIB

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!

Friday, 9 October 2026 - 07:17 WIB

Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!

Friday, 9 October 2026 - 06:00 WIB

Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru