Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

- Redaksi

Friday, 20 February 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan

Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan

SwaraWarta.co.id – Mengapa Sriwijaya disebut kedatuan bukan kerajaan? Bagi masyarakat awam, istilah “Kerajaan Sriwijaya” sudah sangat melekat di telinga.

Namun, jika Anda menilik literatur sejarah yang lebih spesifik dan prasasti peninggalan abad ke-7, para ahli epistemologi dan sejarawan lebih sering menggunakan istilah Kedatuan daripada Kerajaan.

Lantas, apa yang mendasari perbedaan penyebutan ini? Apakah sekadar permainan kata, atau ada makna mendalam di baliknya?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Makna Etimologis: Datu vs Raja

Perbedaan mendasar terletak pada asal-usul kata. Istilah “Kerajaan” berasal dari kata “Raja” yang berakar dari bahasa Sanskerta. Sementara itu, Kedatuan berasal dari kata dasar “Datu”, sebuah istilah asli dari bahasa Melayu Kuno dan Austronesia.

Baca Juga :  Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Pendek: Arab, Latin, dan Artinya

Dalam struktur sosial Sriwijaya, Datu bukan hanya berarti pemimpin politik, tetapi juga sosok yang memiliki otoritas spiritual dan kesaktian. Kata “Kedatuan” merujuk pada wilayah tempat tinggal para datu atau sebuah sistem kepemimpinan yang berbasis pada kumpulan para datu.

Struktur Politik Konfederasi

Salah satu alasan utama mengapa Sriwijaya disebut Kedatuan adalah sistem pemerintahannya yang berbentuk konfederasi. Berbeda dengan kerajaan di Jawa yang cenderung bersifat sentralistik (pusat kekuasaan tunggal), Sriwijaya adalah jaringan perdagangan maritim yang luas.

  1. Kepemimpinan Kolektif: Sriwijaya terdiri dari simpul-simpul kekuasaan kecil yang dipimpin oleh datu-datu lokal.
  2. Kedaulatan Maritim: Kekuasaan pusat (Datu Sriwijaya) berfungsi sebagai koordinator utama perdagangan dan militer, namun datu-datu di daerah tetap memiliki otonomi tertentu selama mereka setia dan membayar upeti.
  3. Sumpah Kesetiaan: Hal ini terbukti dalam Prasasti Telaga Batu, yang berisi kutukan bagi para datu yang tidak setia kepada pusat kekuasaan.
Baca Juga :  Mengapa Stabilitas Politik Penting bagi Upaya Pembangunan di Sebuah Negara? Berikut Penjelasannya!

Bukti Epigrafi: Prasasti Kedukan Bukit

Istilah “Kedatuan” secara eksplisit ditemukan dalam Prasasti Kedukan Bukit (683 M). Dalam prasasti tersebut, disebutkan kalimat “marvuat vanua Srivijaya jaya siddhayatra subhiksa” yang merujuk pada pembentukan sebuah mandala atau pusat kedatuan. Penggunaan istilah lokal ini menunjukkan bahwa identitas politik Sriwijaya sangat kental dengan budaya bahari Nusantara sebelum pengaruh terminologi India (Raja) mendominasi sepenuhnya.

Penyebutan Kedatuan Sriwijaya jauh lebih akurat secara historis karena mencerminkan identitas asli bangsa Melayu kuno dan struktur politik maritim yang fleksibel. Sriwijaya bukanlah sekadar wilayah daratan yang luas, melainkan sebuah jaringan kekuasaan laut yang diikat oleh kesetiaan para datu.

 

Berita Terkait

Mengapa Tim Anda Memilih Solusi-solusi Ini dan Apa Dampak yang Mungkin Ditimbulkannya Terhadap Kota, Masyarakat, dan Planet Ini?
Sebagai Seorang Pelajar SMP, Mengapa Kita Perlu Memahami Sejarah Demokrasi di Indonesia? Berikut Penjelasannya!
Mengapa Kolaborasi antar Profesi yang Berbeda Penting dalam Mengatasi Tantangan Iklim dan Keberlanjutan? Yuk Mari Kita Bahas dengan Lengkap!
Bagaimana Profesi yang Anda Emban Membantu Menyelesaikan Tantangan Lingkungan Kota Ini? Simak Penjelasannya!
Bagaimana Keseluruhan Tahapan dalam Acara Pemeriksaan Biasa Mulai dari Dakwaan, Pembuktian, Hingga Putusan Hakim Mencerminkan Prinsip Due Process of Law?
Mengapa dalam Perspektif Interaksionisme Simbolis, Korupsi Dikatakan Sebagai Sebuah “Pilihan Sikap” Individu di Tengah Berbagai Pilihan yang Ada?
Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Nasional dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Indonesia Sebagai Negara yang Memiliki Keragaman Suku, Agama, dan Budaya?
Apa yang Menjadi Pembeda antara Digital Citizen dan Citizen Journalism? Bagaimana Karakteristik Mereka? Disimak Penjelasannya Berikut Ini!

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 08:14 WIB

Mengapa Tim Anda Memilih Solusi-solusi Ini dan Apa Dampak yang Mungkin Ditimbulkannya Terhadap Kota, Masyarakat, dan Planet Ini?

Monday, 19 October 2026 - 14:54 WIB

Sebagai Seorang Pelajar SMP, Mengapa Kita Perlu Memahami Sejarah Demokrasi di Indonesia? Berikut Penjelasannya!

Sunday, 18 October 2026 - 11:33 WIB

Mengapa Kolaborasi antar Profesi yang Berbeda Penting dalam Mengatasi Tantangan Iklim dan Keberlanjutan? Yuk Mari Kita Bahas dengan Lengkap!

Sunday, 18 October 2026 - 10:01 WIB

Bagaimana Profesi yang Anda Emban Membantu Menyelesaikan Tantangan Lingkungan Kota Ini? Simak Penjelasannya!

Saturday, 17 October 2026 - 09:53 WIB

Bagaimana Keseluruhan Tahapan dalam Acara Pemeriksaan Biasa Mulai dari Dakwaan, Pembuktian, Hingga Putusan Hakim Mencerminkan Prinsip Due Process of Law?

Berita Terbaru