Categories: BeritaBerita Terbaru

Untuk Meningkatkan Taraf Ekonomi Nelayan, Pemerintahan Kota Palu Sumbang 62 Perahu

Sumbangan 62 Perahu dari Pemerintahan Kota Palu untuk Nelayan-SwaraWarta.co.id (Sumber: Madika)

SwaraWarta.co.id – Baru-baru ini, Pemerintahan Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah memberikan bantuan yang sangat berarti berupa 62 perahu kepada para nelayan yang melaut di sepanjang pesisir Teluk Palu.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan ini tidak sekadar merupakan langkah spontan, melainkan sebuah strategi bijak dari pemerintahan setempat dalam mendukung upaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, terkhusus anggota keluarga mereka.

Dalam konteks ini, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, turut berbicara mengenai pemberian bantuan perahu ini.

Beliau menyampaikan bahwa bantuan ini bukan semata-mata berasal dari kebijakan sewaktu-waktu, melainkan merupakan bagian dari 10 proyek strategis Kota Palu.

Fokus proyek tersebut adalah memberdayakan masyarakat, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Wali Kota menegaskan pentingnya sektor perikanan sebagai tulang punggung mata pencaharian warga yang tinggal di sekitar pesisir Teluk Palu, walaupun sektor jasa lain mendominasi aktivitas perekonomian di daerah tersebut.

Dalam pandangan pemerintah setempat, nelayan dianggap sebagai bagian yang berkontribusi besar dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Wali Kota menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya berkomitmen pada satu sektor saja, melainkan berusaha mengakomodasi semua sektor, terutama sektor penangkapan perikanan.

Hal ini diwujudkan melalui pemberian bantuan peralatan kepada nelayan, dengan tujuan agar hasil tangkapan mereka dapat lebih maksimal.

Tidak sekadar dukungan moral, bantuan perahu ini memiliki dimensi praktis dengan dilengkapi mesin kapasitas 9 PK.

Distribusi bantuan dilakukan dengan merata, mengcover 62 nelayan yang tersebar di delapan kelurahan.

Antara lain, Kelurahan Layanan dengan satu nelayan, Talise dengan 20 nelayan, Mamboro Barat dengan enam nelayan, serta Pantoloan, Pantoloan Boya, Tondo, Silae, dan Lere masing-masing dengan jumlah nelayan yang berbeda-beda.

Sumber dana untuk bantuan ini berasal dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu Tahun 2023.

Dana tersebut secara spesifik dialokasikan untuk menjamin ketersediaan sarana usaha penangkapan ikan dan dikelola oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkot Palu.

Dengan penuh harap, Wali Kota Hadianto menyampaikan aspirasinya bahwa bantuan ini dapat memberikan dorongan signifikan terhadap hasil tangkapan nelayan.

Selain itu, beliau berharap agar perahu yang diberikan benar-benar dimanfaatkan dengan optimal.

Proses pemberian bantuan ini direncanakan dilakukan secara bertahap kepada nelayan yang sebelumnya belum menerima bantuan serupa terlebih dahulu.

Berdasarkan data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, terdapat sekitar 50 nelayan yang belum mendapatkan bantuan.

Pemerintah Kota Palu telah menegaskan komitmennya untuk mengupayakan bantuan serupa pada tahun 2024, khususnya untuk nelayan yang masih tersisa.

Wali Kota juga mengajak para nelayan yang belum mendapatkan bantuan untuk aktif menyampaikan kebutuhan mereka kepada instansi terkait, agar dapat dimasukkan ke dalam perencanaan masa depan.

Sebagai penutup, Wali Kota kembali menekankan apresiasinya kepada para nelayan yang telah bersabar dalam menanti bantuan.

Beliau memastikan bahwa upaya pemberian bantuan akan terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat di sepanjang pesisir Teluk Palu.

Melalui kerjasama dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat terwujud keseimbangan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan bagi seluruh komunitas nelayan.***

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

TEMBOK PEMBAWA SENGKETA Rahmat Hidayat Adalah Seorang Pegawai Swasta Yang Tinggal Bersama Keluarganya Di Sebuah Rumah Sederhana Di Kota Makassar

Sengketa batas tanah sering terjadi di masyarakat, terutama terkait pembangunan tembok pembatas antar rumah. Kasus…

4 hours ago

ADOPSI Mobil Listrik Di Indonesia Disebut Lebih Lambat Dari Global Lembaga Riset Pricewaterhouse Coopers (PwC) Indonesia Merilis Indonesia Electric

Perkembangan kendaraan listrik di dunia saat ini sangat pesat. Namun, di Indonesia, adopsinya masih tergolong…

4 hours ago

PT MINERAL NUSANTARA Memperoleh Sebidang Tanah Pertambangan Tembaga Dengan Biaya Perolehan Sebesar Rp4.000.000.000 Yang Diperkirakan Memiliki

Dalam dunia akuntansi, khususnya pada perusahaan pertambangan, ada istilah penting yang harus dipahami yaitu deplesi.…

4 hours ago

ANDA Ditawari Dua Pilihan: Menerima Rp10 Juta Sekarang Atau Rp12 Juta Dua Tahun Lagi, Jika Tingkat Diskonto Yang Anda Gunakan Adalah 10% Per Tahun

Dalam dunia keuangan, keputusan sederhana seperti memilih uang sekarang atau nanti ternyata memiliki perhitungan yang…

4 hours ago

PT MAJU BERSAMA Sedang Berkembang Dan Berencana Mengajukan Pinjaman Ke Bank Serta Menarik Investor Baru, Manajemen Perusahaan Telah Memiliki Staf

Dalam dunia bisnis, perusahaan yang sedang berkembang biasanya membutuhkan tambahan modal untuk memperluas usahanya. Salah…

4 hours ago

SEBUAH Perusahaan Agritech Sedang Mengembangkan Sistem Pertanian Berbasis Internet Of Things (IoT) Untuk Membantu Petani Meningkatkan Hasil Panen

Perkembangan teknologi kini mulai merambah sektor pertanian. Salah satu inovasi yang semakin banyak digunakan adalah…

4 hours ago