Rusia Berencana Ingin Menempatkan 2 Pesawat Pengebom Strategis di Bandara Biak, Kemhan: Tegas Bantah Laporan Itu

- Redaksi

Thursday, 17 April 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa Rusia berencana menempatkan dua pesawat pengebom strategis di Pangkalan Udara Manuhua, Biak, Papua.

Juru Bicara Kemhan RI, Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha, menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak ada pembicaraan maupun kesepakatan terkait hal tersebut antara Indonesia dan Rusia.

Klarifikasi ini disampaikan Kemhan menyusul pemberitaan yang ramai di media asing, terutama di Australia, yang mengutip laporan dari media pertahanan Janes.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Rusia telah meminta izin untuk menempatkan sejumlah pesawat jarak jauhnya, termasuk kemungkinan pesawat pembom Tupolev Tu-95 “Bear”, di Biak.

Baca Juga :  3 Daftar Nama Pemain Naturalisasi yang Hengkang dari Klub, Salah Satunya Ada Nama Thom Haye

Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menegaskan bahwa kedaulatan wilayah udara Indonesia tetap terjaga dan tidak ada pangkalan militer asing yang didirikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami ingin meluruskan pemberitaan tersebut. Tidak ada rencana, pembicaraan, apalagi kesepakatan mengenai penempatan pesawat pembom Rusia di Biak,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Lebih lanjut, Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kebijakan pertahanan yangNon-Blok dan aktif dalam menjaga stabilitas kawasan.

Kerja sama pertahanan dengan negara lain, termasuk Rusia, selalu didasarkan pada prinsip saling menghormati kedaulatan dan tidak mengganggu stabilitas regional.

Isu ini mencuat di tengah meningkatnya perhatian terhadap aktivitas militer di kawasan Indo-Pasifik. Letak geografis Biak yang strategis, dekat dengan Darwin, Australia, tempat pasukan rotasi Korps Marinir AS bermarkas, menambah sensitivitas isu ini.

Baca Juga :  Rizki Juniansyah,Peraih Emas Olimpiade 2024 Siap Berlaga di PON Aceh-Sumut

Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Anthony Albanese juga telah menyatakan pihaknya sedang mencari klarifikasi terkait laporan tersebut.

Kemhan RI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan selalu mengedepankan informasi resmi dari pemerintah.

Kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara manapun akan selalu transparan dan sesuai dengan kepentingan nasional.

 

Berita Terkait

Apa Arti Mimpi Melahirkan? Berikut Makna Tersembunyi yang Bikin Kamu Merinding!
Menteri ESDM Bahlil Stop Ekspor Gas, Negara Apa Saja yang Terkena? Ini Daftar Lengkapnya!
Hari Santri 2026, Prabowo Apresiasi Pesantren dan Dorong Santri Berkontribusi untuk Bangsa
 Viral Jasa Polisi Anak, Cara Orangtua Bikin Anak Makin Nurut Tanpa Harus Marah!
2 Prajurit TNI Diduga Terlibat Korupsi BNPB, Ini Faktanya!
Jangan Sampai Terlewat! Ini Cara Cek BSU Melalui JMO di 2026, Rp900 Ribu Siap Meluncur ke Rekeningmu
Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!
Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 10:02 WIB

Apa Arti Mimpi Melahirkan? Berikut Makna Tersembunyi yang Bikin Kamu Merinding!

Friday, 23 October 2026 - 10:39 WIB

Menteri ESDM Bahlil Stop Ekspor Gas, Negara Apa Saja yang Terkena? Ini Daftar Lengkapnya!

Thursday, 22 October 2026 - 17:30 WIB

Hari Santri 2026, Prabowo Apresiasi Pesantren dan Dorong Santri Berkontribusi untuk Bangsa

Thursday, 22 October 2026 - 17:18 WIB

 Viral Jasa Polisi Anak, Cara Orangtua Bikin Anak Makin Nurut Tanpa Harus Marah!

Thursday, 22 October 2026 - 13:33 WIB

2 Prajurit TNI Diduga Terlibat Korupsi BNPB, Ini Faktanya!

Berita Terbaru