Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

3 Senjata Tradisional Sulawesi Barat, yang Mencerminkan Identitas dan Simbol Budaya

Senjata Tradisional Sulawesi Barat
Keris Bugis - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)


SwaraWarta.co.id - Sebagai salah satu wilayah di Pulau Sulawesi, Sulawesi Barat memiliki kekayaan kebudayaan yang terjaga semenjak zaman dahulu yang salah satunya adalah Senjata Tradisional Sulawesi Barat yang masuk ke dalam kekayaan Budaya kebendaan.

Senjata Tradisional Sulawesi Barat ada macam dan ragamnya, dan tentu saja juga memiliki fungsi dan filosofis sendiri-sendiri yang melambangkan kebudayaan yang kaya.

Senjata Tradisional Sulawei Barat mencerminkan kejayaan kerajaan di masa lalu yang menjadi catatan sejarah yang bisa dikenang hingga saat ini.

Sulawesi Barat sebagai salah satu Provinsi yang ada di Pulau Sulawesi menjadi bagian tidak terpisahkan dari perkembangan budaya yang ada di wilayah tersebut.

Pulau Sulawesi sebagai bagian dari empat pulau besar di Kepulaan Sunda Besar, merupakan pulau yang masuk ke dalam pulau besar kesebelas di seluruh dunia.

Pada catatan administratif negara, Pulau Sulawesi terbagi kedalam 6 wilayah provinsi yang meliputi Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Kemudian tiga provinsi berikutnya yakni diisi oleh Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan tentunya Sulawesi Barat.

Secara umum bangsa Indonesia dikenal oleh dunia sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan kebudayaan paling besar di seluruh belahan bumi.

Kekayaan tersebut warisan budaya secara turun-menurun yang diturunkan oleh turun temurun nenek moyang bangsa Indonesia di masa yang lampau.

Peran kita sebagai generasi berikutnya penerus budaya adalah menjaga kebudayaan tersebut terjaga dan lestari jangan sampai punah digerus zaman, termasuk di dalamnya budaya yang berbentuk Senjata Tradidisional Sulawesi Barat.

Dalam realitanya di lapangan, Senjata Tradisional Sulawesi Barat, memiliki fungsi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita, dan salah satunya untuk menjaga diri dari serangan lawan.

Bukan hanya itu saja, Senjata Tradisional Sulawesi Barat juga menjadi senjata dalam peperangan di masa lalu, atau juga bisa digunakan sebagai perkakas meringkan pekerjaan kita sehari-hari semisal untuk memotong, mengiris, dan mencabik daging.

Namun seiring dengan berkembangnya zaman serta tidak adalagi peperangan antar suku maka, senjata-senjata tersebut mulai beralihfungsi dengan lebih menunjulkan fungsi secara estetika ketimbang fungsi secara manfaat.

Senjata Tradisional Sulawesi Barat ini lebih sering digunakan sebagai aksesoris pelengkap dalam kegiatan budaya yang melibatkan pakaian adat tradisional dalam sebuah momen acara-acara penting seni dan budaya.

Senjata Tradisional Sulawesi Barat pun di masa lalu dan masa sekarang juga memiliki fungsi lainnya semisal digunakan sebagai alat untuk berburu hewan di hutan.

Senjata Tradisional Sulawesi Barat juga memiliki fungsi yang jauh lebih penting yakni sebagai simbol identitas budaya.

Ada banyak jenis Senjata Tradisional Sulawesi Barat yang masih bertahan hingga saat ini.

Senjata Tradisional Sulawesi Barat

Selain menjadi perkakas untuk berburu, keberadaan senjata tradisional untuk simbol identitas budaya satu kelompok di satu wilayah pun menjadi satu catatan penting.

Sedikit infornasi soal Sulawesi Barat, bahwa wilayah ini kali pertama dibentuk pada tanggal 5 Oktober 2004, dimana  Mamuju ditetapkan sebagai ibukota provinsinya.

Keberadaan Provinsi Sulawesi Barat adalah hasil dari pemekaran wilayah di Sulawesi.

Tercatat ada banyak suku bangsa yang mendiami Provinsi Sulawesi Barat, dan beberapa di anraranya adalah suku: Mandar, Bugis, Toraja, Jawa, Makassar, serta suku yang lainnya yang tersebar di wilayah ini.

Dan berikut merupakan Senjata-Senjata Tradisional Sulawesi Barat yang berfungsi sebabai perkakas juga merupakan Simbol identitas budaya satu kelompok suku atau sejenisnya.

Dari sekian banyaknya Senjata Tradisional Sulawesi Barat yang ada, yang berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Senjata Badik atau dalam Bahasa Lokal disebut Sebagai Badek


Senjata Tradisional Sulawesi Barat
Badek Sulawesi Barat - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Senjata Tradisional Sulawesi Barat yang pertama adalah Badik atau Badek, yang merupakan senjata yang secara bentuk mendekati bentuk pisau pada umumnya, akan tetapi sudah melewati
pengembangan bentuk khas yang dilakukan oleh masyarakat suku Bugis dan suku Makassar.

Badik memiliki sisi tunggal atau juga bisa ganda yang memiliki ketajaman. Untuk panjangnya bisa menyentuh angka setengah meter.

Badik memiliki bentuk asimetris artinya kurang beraturan, memiliki bilah yang biasanya kerap dihiasi oleh pamor.

Secara struktural bentuk, badik tidak memiliki penyangga bilah, ini tentunya berbeda dengan pekakas lain sejenis keris.

Dalam kepercayaan masyarakat bugis, setiap badik memiliki identitas budayanya sendiri-sendiri karena memiliki kekuatan ghaibnya masing-masing.

Biasanya, masih menurut kepercayaan masysakat, kekuatan yang tersimpan dalam badik akan mempengaruhi kondisi, proses kehidupan, serta keadaan yang akan menyertai pemiliknya dalam keseharian.

Badik juga bisa memberikan efek ketenangan, kebahagiaan, rasa bahagian, serta kesejahteraan pemiliknya. Wallahu 'alam.

Dalam praketek kehidupan sehari-hari selain untuk identitas budaya, perkakas membela diri, juga untuk keperluan seharj-hari dan perburuan di hutan.

2. Senjata Keris atau dalam Bahasa Lokal Disebut juga Gayang

Gayang Sulawesi
Keris (Gayang) Sulawesi Barat - SwaraWarta.co.id (Sumber: Gramedia)



Senjata Tradisional Sulawesi Barat berikutnya adalah keris, yang secara umum bisa juga ditemukan di wilayah lain yakni Jawa dan Bali.

Dari segi bentuk maupun struktural penampakan keris lainnya secara visual baik keris yang berasal dari Pulau Jawa, dari wilayah Bali maupun yang dari Sulawesi, khususnya Sulawesi Barat, memiliki tingkat kemiripan yang saling mendekati.

Ini tentunya berhubungan erat dengan hubungan di masa lalu antara ketiga daerah tersebut baik hubungan secara diplomatis maupun dalam hubungan perdagangan di masa lalu.

Jadi jangan heran kalau keris Sulawesi Barat dengan keris Jawa atau Bali, banyak kemiripannya.

Di Sulawesi Barat, terdapat dua jenis keris populer yang disebut sebagai Gayang Lekkong atau keris Luk, juga Gayang Sapukala atau keris yang bentuknya lurus.

Keris ini biasanya dipakai sebagai identitas budaya pada perayaan-perayaan penting kebudayaan yang harus mempergunakan pakaian tradisional dalam pelaksanaannya.

Semisal pada perayaan adat budaya, penyambutan pembesar-pembesar negeri pada acara-acara resmi kebudayaan ataupun kenegaraan.

Keris adalah simbol identitas budaya yang bisa mengangkat pamor para pemilikinya, juga memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sang pemilik keris.

3. Senjata Tradisional Kandawulo atau yang Lebih dikenal sebagai Parang Panjang


Senjata Tradisional Sulawesi Barat
Kandawulo - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Senjata Tradisional Sulawesi berikutnya adalah Kandawulo atau parang panjang yang merupakan senjata tajam yang berbentuk panjang dan biasanya terbuat dari material logam besi.

Bentuknya sangat sederhana tanpa ada pernak-pernik tambahan seperti pada senjata tradisional lainnya.

Selain digunakan sebagai perkakas pertanian, Kandawulo juga biasa digunakan sebagai alat tebas atau alat pemotong semak atau kayu ketika sedang berada di hutan, atau sedang membuka lahan.

Kandawulo sama halnya dengan senjata-senjata lainnya di Sulawesi Barat ini memiliki fungsi lain yang bisa dijadikan senjata untuk membela diri bila keadaan kita terdesak.

Ketiga Senjata Tradisional Sulawesi Barat di atas tentunya menjadi warisan budaya nenek moyang kita yang harus tetap dijaga dan dirawat agar tetap lestari, tidak punah dimakan zaman.

Karena hanya dengan menjaganya dari kepunahan, secara tidak langsung kita telah menghargai jasa-jasa masyarakat adat di masa sebemunya sebagai cikal bakal keberadaan kita.

Senjata Tradisional Sulawesi Barat ini menjadi salah satu simbol budaya dan jati diri bangsa ini.



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.