Pencabutan Sertifikat SHGB dan SHM Pagar Laut di Pantura Tangerang: Proses Hukum Berbasis Evaluasi dan Penelitian

- Redaksi

Friday, 24 January 2025 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Diberitakan bahwa Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)

resmi mencabut sejumlah Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) pagar laut yang terletak di Pesisir Pantai Utara Kabupaten Tangerang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sertifikat tersebut, termasuk milik PT Intan Agung Makmur (IAM), anak perusahaan PIK2 yang beroperasi di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, dinyatakan cacat prosedur dan materil sehingga batal demi hukum.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyatakan bahwa pencabutan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap penerbitan sertifikat tersebut.

Ia menjelaskan, penelitian terhadap dokumen yuridis dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan data di kantor BPN dan balai desa setempat.

Berdasarkan penelusuran, ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yuridis yang berlaku, terutama terkait batas daratan dan garis pantai di wilayah Desa Kohod.

Baca Juga :  Lee Jung Jae dan Lim Ji Yeon Tampil dalam Drama Komedi Romansa Annoying Love, Netizen Protes Perbedaan Usia yang Jauh

Nusron menekankan bahwa secara faktual, lahan yang tertera dalam sertifikat sudah tidak ada secara fisik karena berada di bawah laut.

Hal ini menjadi alasan utama yang mendasari keputusan pembatalan sertifikat tersebut.

Proses ini dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam membatalkan sertifikat yang dinyatakan cacat hukum.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 263 sertifikat SHGB dan SHM yang berada di wilayah bawah laut di Desa Kohod.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 sertifikat telah dicabut dan dibatalkan penerbitannya.

Proses pembatalan dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah sertifikat yang bermasalah cukup banyak.

PT Intan Agung Makmur, sebagai salah satu pemegang sertifikat yang dicabut, diketahui memiliki keterkaitan dengan Agung Sedayu Group,

Baca Juga :  DPR Desak Pemerintah Usut Pemasangan Pagar Laut Ilegal di Perairan Tangerang

sebuah perusahaan pengembang besar yang dimiliki oleh Sugianto Kusuma alias Aguan.

PT IAM sendiri baru didirikan pada 6 Juni 2023, berdasarkan Surat Keputusan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor AHU-0040990.AH.01.01.Tahun 2023.

Dalam penjelasannya, Nusron menyebut bahwa pelanggaran ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga material.

Garis pantai yang seharusnya menjadi batas daratan telah dilanggar, sehingga penerbitan sertifikat tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Ia juga menambahkan bahwa pembatalan sertifikat ini dilakukan demi menjaga kepastian hukum dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya tanah di wilayah pesisir.

Proses penyelesaian kasus ini akan terus dilanjutkan oleh Kementerian ATR/BPN. Nusron menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan masalah ini secepat mungkin.

Baca Juga :  Mengintip Tipe Mobil Lamborghini dengan Harga Termahal yang Pernah Dijual

Namun, ia mengakui bahwa prosesnya memerlukan waktu karena setiap sertifikat harus diperiksa secara rinci untuk memastikan keabsahan tindakan pembatalan.

Melalui langkah ini, Kementerian ATR/BPN berharap dapat memberikan pesan tegas bahwa penerbitan sertifikat tanah harus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Keputusan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kasus-kasus serupa di wilayah lain, sehingga tidak ada lagi pelanggaran terhadap garis pantai dan batas wilayah yang ditetapkan secara hukum.

Dengan pembatalan sertifikat yang cacat hukum ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menjaga keadilan dan keberlanjutan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang rentan terhadap eksploitasi dan pelanggaran hukum.***

Berita Terkait

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!
Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024
BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!
Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!
Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya
Mau Bansos Cair 2027? Jangan Sampai Kelewatan, Begini Cara Daftar Perlinsos yang Benar!
Apa Alasan Presiden Prabowo Meresmikan Ratusan Satuan Militer dan Enam Kodam Baru pada HUT ke-81 TNI?
2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 17:39 WIB

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!

Saturday, 10 October 2026 - 11:33 WIB

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

Saturday, 10 October 2026 - 11:21 WIB

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!

Friday, 9 October 2026 - 07:17 WIB

Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!

Friday, 9 October 2026 - 06:00 WIB

Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru