Bagaimana Bentuk Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam? Simak Penjelasannya!

- Redaksi

Tuesday, 18 November 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagaimana Bentuk Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam

Bagaimana Bentuk Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam

SwaraWarta.co.id – Masa bercocok tanam, sering disebut juga periode Neolitikum, merupakan salah satu tonggak terpenting dalam sejarah peradaban manusia.

Perubahan dari pola hidup nomaden (berburu dan meramu) menjadi menetap (bertani) tidak hanya mengubah cara manusia bertahan hidup, tetapi juga membentuk ulang sistem kepercayaan dan pandangan dunia mereka.

Pada masa ini, bentuk sistem kepercayaan menjadi lebih terstruktur dan berpusat pada unsur-unsur alam serta hubungan dengan para leluhur.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Animisme dan Dinamisme: Kekuatan di Balik Alam

Dua konsep kepercayaan utama yang sangat menonjol pada masa bercocok tanam adalah Animisme dan Dinamisme.

  • Animisme: Kepercayaan bahwa setiap benda, baik yang hidup maupun mati, memiliki roh atau jiwa. Ini berarti roh-roh tidak hanya menghuni manusia dan hewan, tetapi juga pohon, sungai, batu besar, dan gunung. Kepercayaan ini muncul karena hasil panen sangat bergantung pada kondisi alam. Jika terjadi gagal panen atau bencana alam, itu dianggap sebagai kemarahan roh-roh alam yang harus ditenangkan melalui ritual dan persembahan.
  • Dinamisme: Kepercayaan terhadap adanya kekuatan gaib atau sakti yang tak bertubuh dan tersimpan pada benda-benda tertentu. Benda-benda yang dianggap memiliki mana atau kekuatan luar biasa ini seringkali menjadi objek pemujaan atau jimat. Kekuatan ini dipercaya dapat memberikan perlindungan, kesuburan, dan keberhasilan dalam bercocok tanam.
Baca Juga :  IDENTIFIKASI dan Analisis Faktor-Faktor Pendorong Di Balik Merger Gojek Dan Tokopedia

Pemujaan Roh Leluhur: Penghubung dengan Dunia Gaib

Karena kehidupan menetap dan kebutuhan akan kesuburan tanah, muncul pula praktik pemujaan roh leluhur. Para leluhur yang telah meninggal diyakini tidak sepenuhnya hilang, melainkan berpindah ke dunia gaib dan masih memiliki kekuatan untuk melindungi atau mencelakai keturunan mereka.

Kepercayaan ini memunculkan tradisi pendirian bangunan atau monumen batu besar (kebudayaan Megalitikum), seperti Dolmen (meja batu), Menhir (tugu batu), dan Sarkofagus (peti mayat batu), yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dan penghormatan kepada roh para pendahulu. Tujuan utama dari ritual ini adalah memohon kesuburan tanah, keselamatan, dan panen yang melimpah.

Ritual Kesuburan dan Siklus Hidup

Sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam sangat erat kaitannya dengan siklus tanam dan panen. Ritual-ritual diadakan untuk memastikan kesuburan (fertilitas) tanah, memanggil hujan, atau mengusir hama. Ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang ketergantungan hidup mereka pada perubahan musim dan kemurahan alam.

Baca Juga :  BAGAIMANA BENTUK SISTEM KEPERCAYAAN PADA MASA BERCOCOK TANAM?

Sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam adalah fondasi spiritual yang menggabungkan rasa hormat terhadap roh-roh alam (Animisme), pengakuan terhadap kekuatan misterius (Dinamisme), dan pemujaan kepada leluhur sebagai perantara. Bentuk-bentuk kepercayaan ini menjadi pedoman moral dan sosial bagi masyarakat agraris purba.

Berita Terkait

Bagaimana Cermin Orang yang Memiliki Sifat Kreatif, Produktif, dan Inovatif di Era Modern? Berikut Ini Pembahasannya!
Menurut Pendapat Anda, Mengapa Keterbatasan kosakata ini bisa menjadi hambatan besar bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis di SD?
Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?
Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!
Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!
Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?

Berita Terkait

Monday, 12 October 2026 - 09:52 WIB

Bagaimana Cermin Orang yang Memiliki Sifat Kreatif, Produktif, dan Inovatif di Era Modern? Berikut Ini Pembahasannya!

Saturday, 10 October 2026 - 12:00 WIB

Menurut Pendapat Anda, Mengapa Keterbatasan kosakata ini bisa menjadi hambatan besar bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis di SD?

Saturday, 10 October 2026 - 11:45 WIB

Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?

Friday, 9 October 2026 - 16:48 WIB

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

Friday, 9 October 2026 - 10:23 WIB

Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!

Berita Terbaru

Cara Clear Cache di Hp dan Laptop

Teknologi

Cara Clear Cache di Hp dan Laptop Supaya Bebas Lemot

Monday, 12 Oct 2026 - 11:10 WIB

Resep Sop Ayam Bening Sederhana

kuliner

Resep Sop Ayam Bening Sederhana yang Gurih dan Bikin Nagih

Monday, 12 Oct 2026 - 09:19 WIB