Bagaimana Sejarah Munculnya Sengketa Batas Wilayah Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia? Simak Pembahasannya Secara Lengkap!

- Redaksi

Tuesday, 12 May 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagaimana Sejarah Munculnya Sengketa Batas Wilayah Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia?

Bagaimana Sejarah Munculnya Sengketa Batas Wilayah Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia?

SwaraWarta.co.id – Bagaimana sejarah munculnya sengketa batas wilayah blok ambalat Indonesia dan Malaysia? Sengketa Blok Ambalat merupakan salah satu isu kedaulatan paling krusial antara Indonesia dan Malaysia.

Terletak di Laut Sulawesi, kawasan seluas 15.235 kilometer persegi ini bukan sekadar perairan biasa, melainkan “harta karun” yang mengandung cadangan minyak dan gas bumi yang diprediksi mampu bertahan hingga 30 tahun.

Awal Mula Konflik: Peta Sepihak 1979

Akar sengketa ini berawal dari perbedaan penafsiran hukum laut internasional. Konflik mulai mencuat pada tahun 1979, ketika Malaysia secara sepihak merilis peta baru yang memasukkan Blok Ambalat ke dalam wilayah perairan mereka.

Peta Malaysia tahun 1979 ini diklaim berdasarkan landas kontinen mereka, namun tindakan ini langsung diprotes keras oleh Indonesia dan negara-negara tetangga lainnya karena dianggap tidak sesuai dengan ketentuan hukum laut yang berlaku saat itu.

Perbedaan Dasar Hukum

Ketegangan semakin memuncak karena kedua negara menggunakan acuan hukum yang berbeda untuk melegitimasi klaim mereka:

  • Posisi Indonesia: Berpegang pada Deklarasi Djuanda (1957) dan UNCLOS 1982. Sebagai negara kepulauan (archipelagic state), Indonesia berhak menarik garis pangkal lurus dari pulau-pulau terluar. Ambalat dianggap sebagai kelanjutan geologis dari daratan Kalimantan Timur.
  • Posisi Malaysia: Mendasarkan klaimnya pada peta 1979 dan merasa berhak atas wilayah tersebut setelah Mahkamah Internasional (ICJ) memberikan kedaulatan atas Pulau Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia pada tahun 2002. Malaysia menggunakan pulau-pulau kecil tersebut sebagai titik dasar (base point) untuk menarik garis batas maritim.
Baca Juga :  Menguak Misteri Cara Belut Berkembang Biak: Dari Bertelur hingga Transgender!

Eskalasi dan Upaya Penyelesaian

Sengketa ini tidak jarang memicu ketegangan di lapangan, terutama dengan seringnya terjadi pelanggaran batas wilayah oleh kapal perang dan pesawat patroli Malaysia. Meskipun demikian, kedua negara sejauh ini lebih memilih jalur diplomasi dan perundingan bilateral daripada konfrontasi militer.

Beberapa opsi penyelesaian yang terus didiskusikan oleh para ahli dan diplomat meliputi:

  1. Negosiasi Bilateral: Mencari kesepakatan garis batas yang disetujui kedua belah pihak.
  2. Joint Development Area (JDA): Skema kerja sama pengelolaan sumber daya alam tanpa harus menentukan siapa pemilik sah wilayah tersebut terlebih dahulu.
  3. Arbitrase Internasional: Membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional, meskipun langkah ini berisiko bagi kedaulatan masing-masing negara.
Baca Juga :  APA Keuntungan Dan Kelemahan Dari Struktur Organisasi Fungsional Yang Diterapkan di PT Angkasa Makmur?

Hingga saat ini, Blok Ambalat tetap menjadi perairan yang dijaga ketat oleh TNI Angkatan Laut sebagai bentuk komitmen Indonesia menjaga kedaulatan di perbatasan.

 

Berita Terkait

1 Hektar Berapa Meter? Begini Pembahasannya Cara Memahami Ukuran Hektar dan Meter!
Bagaimana Kuliner Tionghoa Mengalami Penyesuaian dengan Selera Masyarakat Indonesia? Berikut Penjelasannya!
Menurut Anda, Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Menjadi Hal yang Sangat Penting? Bagaimana Hubungannya dengan Hak Cipta yang Restriktif?
Socrates Award Itu Apa? Rahasia di Balik Penghargaan Dunia yang Bikin Penasaran!
Jangan Asal! Ternyata Ini Rahasia Cara Membuat Surat Izin Sakit Sekolah yang Baik dan Benar Beserta Contohnya
Untuk Meningkatkan Pemahaman Anda dengan Topik Materi Minggu Ini, Silakan Diskusikan Mengenai Karakteristik Pasar Monopoli dan Oligopoli dan Bagaimana Kedua Pasar Ini Memperoleh Keuntungan
Bagaimana Peran Kelompok Kerja Sebagai Komunitas Belajar Profesional dapat Membantu Membangun Budaya Refleksi, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Mengapa Pemilu dapat Dikatakan Sebagai Salah Satu Bentuk Penerapan Demokrasi? Begini Penjelasannya!

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 12:03 WIB

1 Hektar Berapa Meter? Begini Pembahasannya Cara Memahami Ukuran Hektar dan Meter!

Wednesday, 28 October 2026 - 07:46 WIB

Bagaimana Kuliner Tionghoa Mengalami Penyesuaian dengan Selera Masyarakat Indonesia? Berikut Penjelasannya!

Tuesday, 27 October 2026 - 10:02 WIB

Menurut Anda, Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Menjadi Hal yang Sangat Penting? Bagaimana Hubungannya dengan Hak Cipta yang Restriktif?

Tuesday, 27 October 2026 - 07:52 WIB

Socrates Award Itu Apa? Rahasia di Balik Penghargaan Dunia yang Bikin Penasaran!

Monday, 26 October 2026 - 10:13 WIB

Jangan Asal! Ternyata Ini Rahasia Cara Membuat Surat Izin Sakit Sekolah yang Baik dan Benar Beserta Contohnya

Berita Terbaru