Categories: Berita

Telat Penanganan, Pria di NTB Tewas Usai digigit Anjing Rabies

 

Ilustrasi digigit anjing rabies
( Dok. Ist)

swarawarta.co.id – Seorang pria berumur 69 tahun di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, telah meninggal dunia setelah digigit anjing terjangkit virus rabies.

Identitas dari warga Kecamatan Hu’u tersebut dirahasiakan. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada hari Jumat, 7 Juni 2024 di RSUD Dompu, meskipun sudah mendapat penanganan medis.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Muhammad Iradat, yang merupakan Kepala seksi humas dan pemasaran RSUD Dompu, korban awalnya dibawa ke IGD pada Jumat pagi. 

Kondisinya sangat kritis dengan gejala-gejala rabies, termasuk sulit menelan dan merasakan nyeri yang hebat. Keluarga korban yang membawanya ke IGD.

Baca Juga: Kerangka Mayit ditemukan di Makassar, Begini Dugaannya

Setelah itu, siang harinya, korban dipindahkan ke kamar perawatan isolasi khusus dan kemudian meninggal dunia di sore harinya.

Selama periode perawatan, ia juga menunjukkan beberapa gejala rabies lainnya seperti gelisah, selalu meraung, takut dengan air, dan memproduksi air liur yang banyak. Gejala-gejala ini dialami oleh korban selama tiga hari sebelum ia meninggal.

“Karena gejala di atas muncul setelah pasien masuk di ruang isolasi,” terang Iradat, Senin (10/6/2024).

Pihak RSUD menduga bahwa korban tidak datang ke fasilitas kesehatan terdekat setelah digigit anjing yang terjangkit rabies.

Dalam wawancara terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Dompu, Mujahidin, menjelaskan bahwa dari keterangan keluarga, korban digigit oleh anjing tersebut sekitar sebulan yang lalu sebelum ia meninggal

 Wanita di Sulsel ditemukan Tewas di Dalam Perut Ular Piton Usai Seharian Hilang

“Benar, ada warga yang meninggal setelah digigit anjing yang diduga rabies. Dan anjingnya sudah dibunuh oleh keluarga korban,” Mujahidin membenarkan kejadian.

Lukanya tidak dirawat dengan benar dan ia tidak menerima vaksin anti rabies (VAR).

Setelah korban meninggal, pihak keluarga langsung mengurus pemakamannya karena ia terduga positif rabies

Keluarga korban akan diberikan VAR untuk mencegah penyebaran virus rabies.

“Dinas Keswan akan memberikan VAR kepada seluruh keluarga yang ikut dalam pengurusan jenazah korban,” pungkas Mujahidin

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Kenapa Mata Kanan Kedutan? Ini Penyebab Medis dan Mitosnya!

SwaraWarta.co.id - Kenapa mata kanan kedutan secara tiba-tiba saat kamu sedang asyik beraktivitas? Reaksi refleks…

2 hours ago

Media Vietnam Sebut Naturalisasi Malaysia Jauh Lebih Baik dari Indonesia, Benarkah?

SwaraWarta.co.id - Soha.vn kembali membuat pernyataan mengejutkan. Media Vietnam tersebut secara terang-terangan menilai program naturalisasi Timnas…

3 hours ago

HEBOH! Link Video Mesum Pasangan Kekasih di Bangunan Kosong Tersebar di X, Netizen Ramai-ramai Cari!

SwaraWarta.co.id - Media Sosial di X kembali dihebohkan dengan beredarnya video mesum sepasang kekasih yang terjadi…

4 hours ago

Telaga Sarean Ponorogo, Destinasi Asri yang Punya Nuansa Mirip Banda Neira

Bicara soal wisata alam di Jawa Timur, Ponorogo ternyata memiliki cukup banyak destinasi yang menawarkan…

4 hours ago

Vape Etomidate Mengandung Zat Apa? Ini Kronologi Jule Ditangkap Polisi

Nama etomidate menjadi perhatian setelah selebgram Julia Prastini atau Jule diamankan polisi dalam pengembangan kasus…

4 hours ago

Siapa Pemilik Bolosego? Profil Dyah Laily Fardisa, Lulusan UGM yang Bangun Bisnis Kuliner dari Rumah

Nama Dyah Laily Fardisa belakangan menjadi perhatian publik setelah kisahnya sebagai pemilik Bolosego ramai diperbincangkan…

4 hours ago