Tak Kunjung Turun Hujan, Kemarau jadi Tantangan Tersendiri Bagi Petani Kacang

- Redaksi

Sunday, 24 December 2023 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemarau Kering jadi tantangan tersendiri bagi petani kacang tanah
( Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Tantangan besar terjadi pada sektor pertanian akibat cuaca panas dan kemarau kering yang melanda berbagai wilayah di Indonesia sepanjang tahun 2023. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketergantungan produktivitas pertanian pada kondisi musim dan cuaca yang tinggi semakin menyulitkan para petani.

Tantangan lainnya adalah daya serap off-taker yang menurun, sehingga hasil panen petani tidak terserap maksimal, mengakibatkan kerugian. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Juni hingga Agustus 2023 merupakan tiga bulan terpanas sepanjang sejarah dan bulan Juli menjadi bulan yang paling panas.

Gelombang panas (heatwave) melanda banyak tempat secara bersamaan. Bahkan bulan Desember yang biasanya diidentikkan dengan musim hujan, tidak dirasakan oleh masyarakat Indonesia terutama di hampir seluruh wilayah Pulau Jawa. 

Baca Juga :  Momen Bahagia Bagi PNS, Jokowi Sampaikan Kabar Gembira tentang Kenaikan Gaji Hari Ini!

Fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, membuat tahun 2023 menjadi tahun dengan musim kemarau kering dan terpanas dalam sejarah. 

Meski begitu, para petani kacang tanah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih mendapatkan keuntungan pada masa tanam ketiga ini.

Hal ini karena salah satu pabrik pengolahan kacang tanah di wilayah mereka menyerap hasil panen sepanjang tahun 2023.

Para petani juga merasakan hasil panennya lebih baik dari tahun sebelumnya, baik secara kuantitas dan kualitas.

Salah satunya seperti yang dirasakan oleh Ghufron (38), petani kacang tanah asal Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Meski musim kemarau kering melanda wilayahnya, Ghufron bersyukur karena kacang tanah yang ditanamnya membuahkan hasil dan dibeli dengan harga jual yang bagus.

Baca Juga :  Jacob Rothschild Meninggal, Kekayaan Diperkirakan Tembus 1 Milyar Dollar

“Tahun ini saya berhasil panen kacang tanah sekitar 3,6 ton, di mana harga komoditas tersebut juga terbilang bagus di tahun ini. Saya bersyukur hasil panen diserap dengan harga yang bagus dari pabrik besar pengolahan kacang tanah seperti Garudafood,” ungkap Ghufron.

Walaupun beberapa petani kacang terserang “over supply”, mereka merasa terbantu karena Garudafood tidak pernah menghentikan aktivitas penyerapan hasil panen selama satu tahun penuh. 

“Selama 2023, kami sempat mengalami over supply kacang tanah. Untungnya, Garudafood masih menerima hasil panen kacang tanah selama setahun penuh dengan harga yang bersaing. Garudafood juga sangat transparan terhadap hasil panen kami, mulai dari peninjauan kualitas, proses bongkar muat yang cepat, dan pembayaran yang dilakukan langsung pada saat itu,” tambah Ghufron.

Ghufron menambahkan bahwa sejak bekerja sama dengan Garudafood sejak tahun 2018 hingga saat ini, ia tidak lagi khawatir mencari pembeli hasil panen. 

Baca Juga :  Walid Ahmad: Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel, Dikenal sebagai Pencetak Gol Terbanyak

Dirinya merasakan adanya perbaikan dari segi kualitas hasil panen kacang tanah, sehingga sebagian besar hasil panen dapat diserap oleh Garudafood sesuai dengan standar

Selain harga pengaman, Garudafood memberikan dukungan lainnya seperti pendampingan teknis bagi para petani dengan tujuan agar budi daya dapat dilakukan dengan benar sehingga hasil panen dapat ditingkatkan produktivitas dan kualitasnya. 

Mitra petani seperti Abdul Mujib (44 tahun) asal Pati, Jawa Tengah mengakui bahwa hasil taninya meningkat sekitar 30% pada tahun 2022 setelah bergabung dengan program Garudafood sejak 2019. 

Dirinya sangat berterima kasih kepada Garudafood karena merasakan manfaat dari peningkatan hasil panen yang berkualitas dan dijamin pasarnya.

Berita Terkait

VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!
Geger! Link Video Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Viral di TikTok, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!
Bikin Penasaran! Ini Cara Mengusulkan PIP di SIPINTAR Biar Pasti Cepat Cair!
Pemerintah Bagi-bagi HP Gratis, Bansos Bakal Langsung Cair ke Rekening!
Kenapa Cuaca Hari Ini Panas Sekali? Ternyata 5 Penyebab Ini Bikin Suhu Terasa Seperti Oven!
TERBONGKAR! Inilah Penyebab BBM Langka di Bali yang Bikin Antrean Panjang!
Mengungkap Sosok Asli Siapa Nidal Hasan? Psikiater Militer yang Berubah Menjadi Pembunuh 13 Orang dan Kini Menanti Regu Tembak
BREAKING NEWS: Ayam Gepuk Pak Gembus Resmi Pamit! Benarkah Semua Gerai Tutup Permanen?

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 11:17 WIB

VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!

Thursday, 15 October 2026 - 10:46 WIB

Geger! Link Video Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Viral di TikTok, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!

Thursday, 15 October 2026 - 10:11 WIB

Bikin Penasaran! Ini Cara Mengusulkan PIP di SIPINTAR Biar Pasti Cepat Cair!

Wednesday, 14 October 2026 - 15:17 WIB

Pemerintah Bagi-bagi HP Gratis, Bansos Bakal Langsung Cair ke Rekening!

Wednesday, 14 October 2026 - 15:09 WIB

Kenapa Cuaca Hari Ini Panas Sekali? Ternyata 5 Penyebab Ini Bikin Suhu Terasa Seperti Oven!

Berita Terbaru