Sekelompok individu yang diduga berasal dari suatu organisasi masyarakat (ormas) menyerang dan merusak sebuah toko buah di Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa (3/9/2024). Insiden ini menjadi viral di media sosial dan menuai banyak tanggapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurut keterangan korban, awalnya, korban didatangi oleh dua orang yang diduga anggota ormas yang meminta uang keamanan. Mereka meninta uang keamanan seikhlasnya,namun ketika korban memberikan uang sebesar Rp10 ribu, kedua orang tersebut menolak dan meminta jumlah yang lebih besar.
“Dua orang ormas awalnya meminta uang keamanan seikhlasnya,” kata Ade Ary, Rabu.
Menurut keterangan korban, pelaku sempat pergi, namun tidak lama kemudian mereka kembali dengan membawa 15 orang temannya. Setelah itu, para pelaku memukul korban dan merusak toko miliknya. Beberapa pelaku juga menganiaya korban, yang mengakibatkan luka memar.
“Mereka datang lagi dengan membawa 15 orang yang lalu mengacak-acak tempat dagang korban dan melempar kaca dan batu,” ujarnya, dikutip dari kompastv.
Usai kejadian, korban segera menghubungi polis, tak lama setelah itu pihak polisi segera datang ke lokasi, saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap para pelaku pengeroyokan tersebut.
SwaraWarta.co.id - Apakah Idul Adha ada sidang isbat? Iya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana setting sensitivitas FF auto headshto 2026? Mendapatkan headshot yang konsisten di Free Fire bukan hanya soal…
SwaraWarta.co.id - Di era digital yang serba terhubung, kebocoran data pribadi menjadi ancaman nyata. Salah…
SwaraWarta.co.id - Jelaskan hakikat manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan spiritual. bagaimana hakikat tersebut menjadi…
SwaraWarta.co.id - Para Nakama yang tidak sabar menantikan kelanjutan pertarungan di Elbaf akhirnya bisa sedikit…
SwaraWarta.co.id – Mengapa Laksamana Muda Tadashi Maeda mengizinkan kediamannya dijadikan tempat pertemuan dan perumusan naskah…