| Tangkapan Layar |
Swarawarta.co.id – Baru-baru ini sosial media tengah dihebohkan oleh aksi siswa yang mem bully gurunya. Aksi ini dianggap sebagai bentuk unjuk rasa terhadap kebijakan sekolah yang dianggap menyalahi aturan. Saat melakukan unjuk rasa, sejumlah siswa terlihat sedang emosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat Maryam (guru) akan pulang, justru kuncinya diambil oleh salah satu siswa. Kemudian siswa lainnya menyoraki guru tersebut dengan kata-kata yang tidak sopan. Aksi tersebut juga sempat terekam oleh kamera, dan tersebar luas di sosial media.
Maryam Latarissa sendiri merupakan wakil kepala sekolah di SMA Negeri 15 Maluku. Sehingga dengan adanya kebijakan sekolah yang baru, membuat Maryam menjadi sasaran bully para siswanya.
Setelah dirinya berulang kali meminta kunci motor, barulah siswa tersebut memberikannya. Akibat adanya aksi unjuk rasa tersebut, banyak warganet yang memberikan komentar baik komentar positif maupun negatif.
Aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah siswa ini bertujuan agar sekolah mendengarkan pendapat siswa. Mengingat beberapa kebijakan diambil oleh pihak sekolah tanpa melibatkan siswa.
Menurut para siswa pemilihan ketua OSIS pemilihan Majelis Perwakilan Kelas dan larangan berpendapat menyalahi aturan. Sebab pemilihan ketua OSIS seharusnya melalui keputusan bersama, bukan keputusan sepihak apalagi diputuskan oleh guru.
Selain itu, sekolah juga menerapkan kebijakan tentang larangan berpendapat. Tidak hanya disitu saja, pihak sekolah juga melakukan pengangkatan ketua gudep Pramuka. Padahal ketua gudep Pramuka yang lama, masih memiliki masa jabatan 1 tahun.
“Ini keputusan yang melanggar aturan harusnya keputusan itu lewat musyawarah gugus depan” ungkap salah satu siswa.
Setelah video aksi bully terhadap oknum guru tersebut viral, pihak sekolah melakukan konferensi pers hari Rabu, (16/8/2023). Maryam Latarissa, selaku korban bullying mengaku sudah memaafkan tindakan siswanya.
Sebelum melakukan konferensi pers, Maryam Latarissa mengaku sudah memaafkan siswanya atas tindakan bullying pada dirinya yang terjadi pada hari Senin, (14/82023). Menurutnya, siswa sudah seperti anaknya sendiri.
“Dan sebelum konferensi pers ini saya sudah memberikan maaf untuk mereka karena itu anak saya, saya ikhlas” ungkap Maryam Latarissa.
Lebih lanjut, Maryam Latarissa mengaku bahwa kejadian ini merupakan cobaan baginya dan juga bagi dunia pendidikan. Sehingga kejadian ini patut dijadikan sebagai pembelajaran, agar lebih baik lagi di masa depan.
“Kejadian ini adalah merupakan cobaan karena kita sebagai umat beragama. Sebagai seorang guru kita harus ketahui bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa kita dukung, ya lain rumah juga” ungkapnya.
Editor: Galih Sandy
COPYRIGHT © Swarawarta
SwaraWarta.co.id - Jelaskan apa itu akulturasi budaya dan berikan 3 contoh? Akulturasi budaya merupakan salah…
SwaraWarta.co.id – Apakah Desil 5 masih dapat BPNT? Bagi masyarakat yang menantikan pencairan Bantuan Pangan…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara cek nik ktp apakah terdaftar bansos 2026? Pemerintah terus menyalurkan berbagai bantuan sosial…
SwaraWarta.co.id - Menjadi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) memang memberikan fleksibilitas yang luar biasa. Kamu bisa…
SwaraWarta.co.id - Aplikasi MyBCA menjadi salah satu layanan perbankan digital yang banyak digunakan untuk berbagai…
SwaraWarta.co.id - Apa yang dimaksud dengan jaringan komputer? Di era digital saat ini, kita hampir…