Pendidikan

Jawaban Soal Post Test PMM: Pendekatan Inovatif dalam Mengajar yang Diajarkan di Modul Ini Adalah?

SwaraWarta.co.idBagi para siswa Indonesia dan Bapak/Ibu Guru, kita akan membahas jawaban soal Post Test Modul Platform Merdeka Mengajar (PMM). Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam latihan pemahaman adalah: “Pendekatan inovatif dalam mengajar yang diajarkan di modul ini adalah?”

Artikel ini akan memberikan penjelasan lengkap tentang jawaban yang benar dan alasannya, sehingga dapat menjadi referensi terpercaya bagi Bapak/Ibu Guru dalam menjawab soal di PMM.

Soal Lengkap dan Pilihan Jawaban

Soal:
Pendekatan inovatif dalam mengajar yang diajarkan di modul ini adalah?

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pilihan jawaban:
A. Metode ceramah
B. Blended learning
C. Belajar mandiri
D. Belajar kelompok tanpa panduan

Jawaban yang Benar: B. Blended Learning

Pendekatan inovatif yang dimaksud dalam modul ini adalah Blended Learning. Pendekatan ini menggabungkan metode pembelajaran daring (online) dan luring (tatap muka) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan efektif.

Apa Itu Blended Learning?

Blended Learning adalah metode pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran tradisional di kelas dengan penggunaan teknologi digital. Dalam pendekatan ini, siswa bisa belajar secara mandiri melalui platform online, namun tetap mendapatkan bimbingan dari guru saat tatap muka.

Ciri-ciri utama Blended Learning:

  1. Penggunaan Teknologi: Materi pembelajaran disediakan melalui platform online seperti video, e-book, atau modul interaktif.
  2. Interaksi Tatap Muka: Guru tetap memberikan arahan, mendiskusikan materi, dan menjawab pertanyaan siswa dalam kelas tatap muka.
  3. Fleksibilitas Waktu dan Tempat: Siswa dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja, sehingga pembelajaran tidak terbatas pada jam sekolah.

Mengapa Blended Learning Dinilai Inovatif?

Blended Learning dianggap inovatif karena mampu mengatasi tantangan dalam metode pembelajaran tradisional, seperti keterbatasan waktu dan akses terhadap sumber belajar. Berikut alasan mengapa metode ini menjadi pendekatan unggulan dalam pembelajaran:

  1. Personalisasi Pembelajaran
    Siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan dan kebutuhan mereka masing-masing. Misalnya, siswa yang merasa kurang paham dapat mengulang materi yang sudah disediakan di platform online.
  2. Meningkatkan Keterampilan Teknologi
    Dengan menggunakan platform digital, siswa dan guru secara tidak langsung belajar menguasai teknologi, yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini.
  3. Interaksi yang Lebih Efektif
    Kombinasi antara pembelajaran online dan tatap muka memungkinkan guru lebih fokus pada diskusi mendalam saat kelas berlangsung.
  4. Efisiensi Waktu dan Sumber Daya
    Materi yang disampaikan secara daring menghemat waktu di kelas, sehingga guru dapat mengalokasikan waktu lebih banyak untuk praktik atau diskusi.

Perbedaan Blended Learning dengan Metode Lain

Berikut ini perbedaan Blended Learning dengan metode lainnya yang terdapat dalam pilihan soal:

  1. Metode Ceramah (A)
    • Tradisional dan hanya mengandalkan penjelasan guru.
    • Kurang melibatkan siswa secara aktif.
  2. Belajar Mandiri (C)
    • Siswa belajar sendiri tanpa bimbingan guru.
    • Tidak ada interaksi langsung dengan guru atau teman sekelas.
  3. Belajar Kelompok Tanpa Panduan (D)
    • Siswa bekerja sama dalam kelompok, tetapi tanpa arahan jelas dari guru.
    • Rentan menyebabkan ketidakefektifan jika tidak ada kontrol.

Sebaliknya, Blended Learning menggabungkan kelebihan dari belajar mandiri dan tatap muka, menjadikannya lebih efektif dibandingkan metode-metode lainnya.

Tips Menerapkan Blended Learning di Kelas

Bagi Bapak/Ibu Guru yang ingin mengadopsi metode Blended Learning, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Pilih Platform Pembelajaran Online
    Gunakan platform yang mudah diakses, seperti Google Classroom atau Platform Merdeka Mengajar (PMM).
  2. Siapkan Materi Digital
    Buat materi dalam format video, presentasi, atau modul interaktif agar siswa lebih tertarik belajar.
  3. Jadwalkan Sesi Tatap Muka
    Gunakan waktu di kelas untuk diskusi, tanya jawab, atau aktivitas yang membutuhkan interaksi langsung.
  4. Evaluasi Secara Berkala
    Lakukan evaluasi untuk memastikan metode ini berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kesimpulan

Blended Learning adalah pendekatan inovatif yang diajarkan dalam modul PMM. Metode ini tidak hanya menggabungkan pembelajaran daring dan luring, tetapi juga memberikan fleksibilitas dan efisiensi dalam proses belajar-mengajar. Dengan memahami konsep ini, Bapak/Ibu Guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Apakah Korek Kuping Membatalkan Puasa? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

SwaraWarta.co.id – Apakah korek kuping membatalkan puasa? Bulan Ramadan adalah momen di mana setiap Muslim…

8 hours ago

Kenapa Tidak Bisa Menautkan Perangkat WA? Ini Penyebab dan Solusinya

SwaraWarta.co.id – Kenapa tidak bisa menautkan perangkat WA? Fitur "Linked Devices" atau Perangkat Tertaut pada…

8 hours ago

Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!

SwaraWarta.co.id - Selamat datang di bulan suci Ramadan! Bagi umat Muslim di Indonesia, menjelang datangnya…

8 hours ago

Cara Cek Pulsa Smartfren Terbaru di Tahun 2026

SwaraWarta.co.id – Ada beberapa langkah cara cek pulsa Smartfren yang bisa Anda lakukan. Sebagai salah…

8 hours ago

Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya

SwaraWarta.co.id - Wacana impor mobil India ke Indonesia baru-baru ini menjadi sorotan publik. Pemerintah, melalui BUMN PT…

8 hours ago

Polytron G3 dan G3+ Resmi Meluncur! Mobil Listrik Pertama Karya Anak Bangsa dengan Jarak Tempuh 402 Km

Industri otomotif Indonesia semakin berkembang dengan hadirnya Polytron G3 dan G3+, mobil listrik pertama dari…

1 day ago