Swarawarta.co.id – Sebanyak delapan jenazah ditemukan di Glodok Plaza, Jakarta Barat, setelah kebakaran hebat melanda lokasi tersebut.
Hingga saat ini, belum ada identitas korban yang berhasil diketahui.
Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa proses identifikasi menghadapi dua kendala utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertama, kebakaran ini termasuk kategori open disaster, di mana Glodok Plaza sebagai pusat perbelanjaan modern memungkinkan pengunjungnya datang tanpa sepengetahuan keluarga mereka.
Kedua, kondisi jenazah yang dievakuasi sudah hangus dan sulit dikenali karena tidak berbentuk lagi.
“Kendala kedua, karena kondisi korban yang terbakar cukup parah, derajat 4 ya. Ya terbakar paling parah, iya jadi debu, pokoknya level paling parah. Iya pokoknya terbakar sampai sulit kita mengidentifikasi secara visual,” ucap Ahmad di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (20/1/2025).
Dari hasil pemeriksaan sementara, dua dari delapan jenazah diketahui berjenis kelamin perempuan dewasa, meskipun informasi tentang identitas maupun usia mereka belum dapat dipastikan.
“Kemudian dari hasil pemeriksaan postmortem di kamar jenazah, kami bisa, secara fisik antropologi, kami bisa menentukan ada dua jenazah dengan jenis kelamin perempuan, dengan usia dewasa muda,” kata Kabid Yandokpol RS Polri Kombes Hery Wijatmoko
SwaraWarta.co.id - Layanan pinjaman digital memang memberikan kemudahan saat kamu membutuhkan dana darurat. Namun, ada…
SwaraWarta.co.id - Seringkali muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai status ketenagakerjaan abdi negara, terutama saat…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah kamu melihat konten yang tiba-tiba meledak di beranda, namun isinya justru melanggar…
SwaraWarta.co.id – Bagaimanca cara ganti kata sandi wifi Biznet? Keamanan jaringan internet rumah adalah hal…
SwaraWarta.co.id – Aparat kepolisian dari Polresta Pekanbaru dan Polsek Rumbai Pesisir terus melakukan pengejaran intensif terhadap…
SwaraWarta.co.id - Menurut pendapat kalian mengapa pohon di lingkungan sekolah sering disebut sebagai paru-paru sekolah?…