Siapa yang Menjahit Bendera Merah Putih? Mari Kita Bahas Secara Lengkap!

- Redaksi

Sunday, 23 August 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siapa yang Menjahit Bendera Merah Putih

Siapa yang Menjahit Bendera Merah Putih

SwaraWarta.co.id – Pertanyaan tentang siapa yang menjahit bendera merah putih selalu muncul setiap kali momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia makin dekat.

Jawabannya tentu tidak lepas dari sosok Fatmawati, istri dari Presiden pertama RI, Soekarno. Ibu Negara pertama ini menyimpan peran yang sangat krusial dalam sejarah detik-detik kemerdekaan bangsa Indonesia melalui jemari terampilnya.

Sejarah dan Sosok Penjahit Bendera Merah Putih

Proses pembuatan bendera pusaka tidak sejelas atau semudah yang kita bayangkan saat ini. Di tengah situasi politik yang serba genting pada bulan Agustus 1945, Fatmawati berinisiatif menyediakan bendera untuk dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi saat itu cukup sulit karena Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Jepang. Mencari kain berkualitas dengan ukuran yang cukup besar untuk sebuah bendera bukanlah hal gampang. Namun, tekad yang kuat membuat Fatmawati berhasil menuntaskan tugas bersejarah ini di rumahnya yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Baca Juga :  Sebutkan Jenis Peralatan dan Peralatan yang Dibutuhkan untuk Mengelola Kartu Aset Tetap

Asal-usul Kain dan Perjuangan Fatmawati

Banyak yang penasaran dari mana kain merah dan putih tersebut didapatkan. Kain katun merah dan putih itu diperoleh Fatmawati dari seorang perwira Jepang bernama Hitoshi Shimizu melalui jasa Shimizu Khusaini.

Proses menjahitnya pun penuh dengan perjuangan fisik dan emosional:

  • Kondisi Fisik yang Sedang Hamil: Saat menjahit bendera tersebut, Fatmawati sedang hamil tua mengandungkan anak pertamanya, Guntur Soekarnoputra.
  • Mesin Tangan Tradisional: Kain merah dan putih dijahit secara manual menggunakan mesin jahit tangan, bukan mesin jahit listrik modern.
  • Tetesan Airmata: Fatmawati kerap meneteskan air mata ketika menjahitnya. Beliau membayangkan betapa besar pengorbanan para pejuang yang telah gugur demi merebut kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga :  Bagaimana Proses Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara? Simak Pembahasannya!

Ukuran awal bendera yang dijahit oleh Fatmawati adalah 274 x 196 cm. Bendera inilah yang kemudian resmi berkibar pertama kali di udara Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945 tepat setelah Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan.

Bendera Pusaka Hari Ini

Karena usianya yang makin menua serta kondisi kain yang makin rapuh, bendera asli buatan Fatmawati terakhir kali dikibarkan di depan Istana Merdeka pada tahun 1968. Setelah itu, pemerintah memutuskan untuk mereplikasi bendera tersebut demi menjaga keutuhan fisik bendera aslinya.

Saat ini, bendera merah putih asli buatan tangan Fatmawati disimpan dengan sangat baik di Monumen Nasional (Monas) Jakarta sebagai salah satu benda cagar budaya paling berharga milik bangsa.

Baca Juga :  Sidang BPUPKI Pertama Tanggal 29 Mei – 1 Juni Tahun 1945 Membahas?

Tiap kali kamu melihat bendera merah putih berkibar dengan gagah di tiang bendera, ingatlah bahwa ada jemari lembut dan perjuangan tulus seorang Ibu Negara yang menjahit harapan seluruh rakyat Indonesia di masa-masa terberatnya.

 

Berita Terkait

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!
Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!
Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?
Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 16:48 WIB

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

Friday, 9 October 2026 - 10:23 WIB

Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!

Thursday, 8 October 2026 - 10:17 WIB

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 16:10 WIB

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 15:54 WIB

Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?

Berita Terbaru