Bahaya Kantuk di Balik Kemudi: Pelajaran dari Kecelakaan Maut di Slipi

- Redaksi

Tuesday, 26 November 2024 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Kecelakaan fatal akibat kendaraan berat kembali terjadi di Jakarta.

Pagi ini, sebuah truk menabrak sejumlah kendaraan yang berhenti di lampu merah kawasan Slipi, Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan polisi, insiden ini disebabkan oleh sopir truk yang mengantuk hingga akhirnya menerobos lampu merah.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman, menyatakan bahwa rem pada truk tronton tersebut berfungsi normal.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sopir, Ade Zakarsih (45), mengaku kehilangan konsentrasi karena rasa kantuk yang tak terhindarkan.

“Bukan karena rem blong. Kami sudah melakukan pengecekan, rem berfungsi sebagaimana mestinya. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan. Namun sementara ini, pengemudi mengakui bahwa dirinya mengantuk,” ujar Latif seperti dikutip dari laporan media.

Baca Juga :  Kisah Mistis dan Mitos Seputar Gunung Gede Pangrango

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menambahkan bahwa sopir telah berkendara sejak dini hari, tepatnya pukul 03.00, dari wilayah Cikarang.

Kondisi ini kemungkinan besar memengaruhi tingkat kelelahan sopir, yang kemudian berujung pada kecelakaan.

Kecelakaan serupa yang dipicu oleh sopir mengantuk telah sering terjadi, namun masih kerap diabaikan oleh banyak pihak.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Direktur Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki batas kemampuan tertentu.

Ketika perjalanan panjang dilakukan tanpa jeda istirahat, sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh menjadi terganggu, yang kemudian memicu rasa kantuk dan kelelahan.

Sony mengungkapkan bahwa kurangnya waktu istirahat menjadi salah satu penyebab utama kantuk di kalangan pengemudi truk.

Baca Juga :  Jakarta Lebaran Fair 2025 Resmi Dibuka, Bisa Jadi Destinasi Liburan Lebaran yang Menarik

Banyak di antara mereka terpaksa terus melaju demi memenuhi target waktu perjalanan.

Selain itu, faktor minimnya edukasi mengenai risiko berkendara dalam kondisi lelah turut menjadi persoalan serius.

Ia juga menyoroti perilaku beberapa sopir yang menganggap minum kopi atau merasa masih muda cukup untuk mengatasi kantuk, padahal hal tersebut sangat berbahaya.

Ia juga memperingatkan bahwa rasa kantuk tidak bisa diatasi dengan cara-cara seperti mempercepat laju kendaraan, mengucek mata, atau merokok.

Kebiasaan semacam ini justru mendekatkan pengemudi pada risiko tertidur di balik kemudi.

Sony menyarankan agar pengemudi yang mulai merasa mengantuk segera menepi dan beristirahat, meskipun hanya sejenak.

Menurutnya, memaksakan diri untuk terus berkendara saat kantuk melanda hanya akan memperburuk situasi.

Hal ini karena otak manusia tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik ketika tubuh kelelahan, sehingga kemampuan berpikir dan konsentrasi pun menurun drastis.

Baca Juga :  Bansos 2024 Bakal Cair di Bulan November, Ini Rincian Lengkapnya!

“Mengemudi adalah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh untuk mengontrol kendaraan yang sedang bergerak. Ketika seseorang mengantuk, otaknya berada dalam kondisi istirahat sehingga tidak mampu menjalankan fungsi kognitifnya dengan baik,” tambah Sony.

Melihat kejadian ini, penting bagi semua pengemudi, terutama mereka yang bertugas dalam perjalanan jauh, untuk menyadari bahaya berkendara dalam keadaan mengantuk.

Istirahat yang cukup dan pengelolaan waktu yang baik bukan hanya menjaga keselamatan pribadi, tetapi juga melindungi pengguna jalan lainnya dari risiko kecelakaan.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya keselamatan berkendara, diharapkan insiden serupa dapat diminimalkan di masa depan.***

Berita Terkait

Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!
Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi
Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini
Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya
Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya
Jadwal Operasi Patuh 2026 Jam Berapa? Cek Faktanya Sebelum Kena Tilang!
Apa Arti Mimpi Melahirkan? Berikut Makna Tersembunyi yang Bikin Kamu Merinding!
Menteri ESDM Bahlil Stop Ekspor Gas, Negara Apa Saja yang Terkena? Ini Daftar Lengkapnya!

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 10:43 WIB

Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!

Wednesday, 28 October 2026 - 08:14 WIB

Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Tuesday, 27 October 2026 - 11:18 WIB

Persiapkan Diri Anda! MagangHub Batch 3 Telah Dibuka, Cek Persyaratannya Disini

Tuesday, 27 October 2026 - 10:14 WIB

Kronologi Ibu dan Anak di Madiun Dimutilasi Suami Siri hingga Digiling dan Dibakar Jasadnya

Tuesday, 27 October 2026 - 09:33 WIB

Pemerintah Telah Siapkan BSU 900 Ribu untuk 13 Juta Pekerja, Ternyata Ini Syaratnya

Berita Terbaru