Terungkap, Ini Penyebab Kelangkaan Baras Menurut Ahli Ekonomi

- Redaksi

Tuesday, 13 February 2024 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi beras premium
( Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Seorang ahli ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, yaitu Eliza Mardian, menyoroti masalah kenaikan harga beras dan kelangkaan stok beras di pasaran yang sering dikeluhkan oleh masyarakat sebagai konsumen.

Menurut Eliza, tren kenaikan harga beras dan kelangkaan stok beras ini dipengaruhi oleh program bantuan sosial (bansos) pangan yang intensif dilaksanakan selama tahun politik oleh pemerintah Jokowi. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan banyaknya penggunaan beras sebagai alat kampanye pada masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) yang akan diselenggarakan pada tahun 2024 di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Shin Tae-yong Ucapkan Perpisahan dengan Timnas Indonesia, Tunjukkan Rasa Penyesalan dan Harapan untuk Piala Dunia 2026

Karena itu, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) diminta untuk fokus dalam memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) dengan cara membatasi penyaluran bantuan sosial (bansos) yang menggunakan beras sebagai bahan utamanya. 

“Pesta demokrasi ini selain pilpres juga ada pilkada dan pileg yang diselenggarakan di 37 provinsi, 508 kabupaten/kota. Hajatan besar ini tentu mengerek permintaan beras mengingat seringkali silaturahmi dan kampanye yang disertai pembagian sembako,” ujar Eliza Mardian

Hal ini bertujuan untuk menekan kenaikan harga dan menstabilkan pasokan beras.

“Jangan sampai karena stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog menipis akibat jor-joran bansos dan ingin menstabilkan harga yang saat ini makin mahal, jangan sampai menempuh jalur impor di awal tahun menjelang panen raya. Ini akan menjadi kesalahan besar,” pungkas Eliza.

Baca Juga :  Kunjungan ke Malaysia Ditunda, Presiden Prabowo Fokus Rapat Penting di Jakarta

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan, juga menyampaikan hal yang sama di mana saat ini harga beras telah mencapai rekor tertinggi pada era pemerintahan Jokowi. 

Menurut Reynaldi, harga beras medium kini dijual dengan harga Rp 13.500 per kilogram, sedangkan beras premium sudah mencapai harga Rp 18.500 per kilogram.

“Ini harga beras tertinggi sepanjang pemerintahan presiden Jokowi,” ujar Reynaldi kepada Merdeka.com di Jakarta, Senin (12/2).

Berita Terkait

Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!
Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?
Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!
Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!
OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya
Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!
Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!
IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 09:20 WIB

Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!

Wednesday, 21 October 2026 - 07:15 WIB

Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?

Monday, 19 October 2026 - 10:19 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!

Monday, 19 October 2026 - 10:08 WIB

OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya

Monday, 19 October 2026 - 09:47 WIB

Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!

Berita Terbaru