Utut, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) semester tiga, tengah mempelajari valuasi bisnis. Ia ingin menerapkan ilmunya pada usaha rumahannya: produksi peyek ikan wader.
Studi kasus ini menantang Utut untuk menghitung nilai wajar usahanya. Estimasi arus kas peyek ikan wadernya cukup menjanjikan, membuat perhitungan valuasi menjadi menarik untuk dikaji.
Berikut analisis valuasi usaha peyek ikan wader milik Utut, yang akan diuraikan secara bertahap dan detail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyeksi arus kas tahunan peyek ikan wader Utut dimulai dari Rp20.000.000. Angka ini diasumsikan tumbuh 20% per tahun selama lima tahun pertama, lalu melambat menjadi 5% per tahun setelahnya.
Pertumbuhan tinggi di awal mencerminkan potensi pasar yang besar dan strategi pengembangan usaha yang efektif. Namun, pertumbuhan yang melambat setelah lima tahun merupakan asumsi konservatif, memperhitungkan kemungkinan persaingan dan faktor-faktor eksternal lainnya.
Berikut perhitungan arus kas tahunan selama periode pertumbuhan tinggi (20% per tahun):
Setelah lima tahun, pertumbuhan arus kas diasumsikan melambat menjadi 5% per tahun. Untuk memperkirakan nilai usaha jangka panjang (nilai terminal), kita gunakan metode perpetuity pertumbuhan:
Nilai Terminal = Arus Kas Tahun ke-5 x (1 + Tingkat Pertumbuhan) / (Tingkat Diskonto – Tingkat Pertumbuhan)
Dengan tingkat diskonto (biaya modal sendiri) sebesar 12%, perhitungannya adalah:
Nilai Terminal = Rp41.472.000 x (1 + 0,05) / (0,12 – 0,05) = Rp619.674.286 (dibulatkan)
Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai sekarang dari arus kas selama lima tahun pertama dan nilai terminal, dengan menggunakan tingkat diskonto 12%:
Total nilai sekarang (present value) dari seluruh arus kas adalah penjumlahan dari nilai sekarang arus kas tahunan dan nilai terminal.
Total Nilai Sekarang = Rp17.857.143 + Rp19.080.425 + Rp20.107.342 + Rp21.000.000 + Rp23.000.000 + Rp350.000.000 = Rp451.044.910
Berdasarkan perhitungan ini, nilai wajar usaha peyek ikan wader Utut diestimasi sekitar Rp451.044.910.
Perlu diingat bahwa valuasi ini didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu, terutama terkait pertumbuhan arus kas di masa mendatang. Fluktuasi harga bahan baku, perubahan selera konsumen, dan persaingan bisnis dapat memengaruhi akurasi perhitungan.
Analisis sensitivitas terhadap perubahan asumsi pertumbuhan dan tingkat diskonto dapat dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Konsultasi dengan ahli keuangan juga disarankan untuk mendapatkan penilaian yang lebih akurat.
Walaupun demikian, studi kasus ini memberikan pemahaman praktis tentang penerapan konsep valuasi dalam konteks usaha kecil menengah (UKM). Utut dapat menggunakan hasil analisis ini sebagai acuan dalam pengambilan keputusan bisnis selanjutnya, seperti rencana ekspansi atau pencarian pendanaan.
SwaraWarta.co.id - Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru membawa perubahan mendasar, di mana praktik…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara tebus right issue INET? PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)…
SwaraWarta.co.id - Dokter Richard Lee jadi tersangka kasus apa? Dokter kecantikan Indonesia, Richard Lee, ditetapkan…
SwaraWarta.co.id - Setelah 35 tahun setia menemani Minggu pagi keluarga Indonesia, serial animasi legendaris Doraemon…
SwaraWarta.co.id - Sholat tahajud adalah salah satu ibadah sunnah yang paling istimewa dalam Islam. Ia…
SwaraWarta.co.id - Menjalin hubungan sosial, baik di kantor maupun dalam lingkaran pertemanan, terkadang membawa kita…