Mengapa Alat yang Digunakan untuk Menyembelih Hewan Harus Tajam?
SwaraWarta.co.id – Mengapa alat yang digunakan untuk menyembelih hewan harus tajam? Dalam proses penyembelihan hewan, baik untuk keperluan konsumsi harian maupun ibadah kurban, aspek teknis sangat menentukan kualitas hasil akhirnya.
Salah satu syarat utama yang sering ditekankan adalah kondisi pisau atau alat potong. Namun, mengapa alat yang digunakan untuk menyembelih hewan harus tajam?
Ternyata, penggunaan alat yang tajam bukan sekadar masalah kecepatan kerja, melainkan mencakup etika kesejahteraan hewan, kualitas daging, hingga kepatuhan terhadap syariat agama. Berikut adalah alasan-alasan utamanya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alasan paling mendasar dari sisi kemanusiaan adalah untuk mengurangi penderitaan hewan. Pisau yang sangat tajam memungkinkan proses pemutusan saluran napas (trakea), saluran makanan (esofagus), serta dua pembuluh darah utama (vena jugularis dan arteri karotis) terjadi dalam sekali gerakan cepat.
Hal ini memicu penurunan tekanan darah ke otak secara instan, sehingga hewan cepat kehilangan kesadaran dan meminimalisir rasa sakit yang berkepanjangan.
Hewan yang disembelih dengan alat tumpul akan merasakan tarikan dan robekan yang menyakitkan. Kondisi ini memicu stres berat yang melepaskan hormon adrenalin dan kortisol ke dalam aliran darah.
Jika hewan mengalami stres sesaat sebelum mati, otot-ototnya akan menegang, yang berdampak langsung pada kualitas daging yang dihasilkan.
Secara ilmiah, stres pada hewan sebelum disembelih akan menghabiskan cadangan glikogen dalam otot. Akibatnya, tingkat keasaman (pH) daging tidak akan turun ke level yang ideal setelah hewan mati.
Daging dari hewan yang stres cenderung memiliki tekstur yang keras (alot), berwarna gelap, dan lebih cepat busuk karena bakteri lebih mudah berkembang biak pada pH yang tinggi. Dengan alat yang tajam, proses berlangsung cepat sehingga kualitas daging tetap terjaga.
Dalam ajaran Islam, terdapat perintah eksplisit untuk berlaku ihsan (berbuat baik) dalam segala hal, termasuk saat menyembelih.
Rasulullah SAW bersabda untuk menajamkan pisau agar hewan sembelihan merasa nyaman. Menggunakan alat tumpul dianggap menyiksa hewan dan sangat dilarang karena bertentangan dengan prinsip kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup.
Menggunakan alat yang tumpul justru lebih berbahaya bagi orang yang menyembelih. Karena alat tumpul membutuhkan tenaga ekstra dan tekanan lebih kuat, risiko pisau meleset atau tergelincir sangat besar, yang bisa menyebabkan cedera serius pada petugas jagal atau orang di sekitarnya.
Memastikan alat sembelih dalam kondisi prima adalah bentuk tanggung jawab moral dan teknis. Ketajaman pisau menjamin proses yang cepat, higienis, dan manusiawi. Jadi, sebelum memulai penyembelihan, pastikan Anda telah mengasah pisau hingga mencapai tingkat ketajaman yang maksimal.
SwaraWarta.co.id - Bagaimana kesesuaian Bhinneka Tunggal Ika dengan nilai Pancasila? Indonesia adalah negara dengan sebuah…
SwaraWarta.co.id - Badan Geologi Nasional (BGN) telah mengumumkan bahwa Museum Geologi Bandung (MBG) akan tetap…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda merasa panik saat ingin melakukan transaksi mendesak, namun akun BRImo justru…
SwaraWarta.co.id - Bagi Bapak dan Ibu Guru di seluruh Indonesia, memantau data di Dapodik (Data…
SwaraWarta.co.id - Setiap gerakan yang kita lakukan, mulai dari berkedip hingga berlari maraton, membutuhkan energi.…
SwaraWarta.co.id - BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang sangat membantu masyarakat Indonesia dalam…