Mengapa Hilal Harus 3 Derajat?
SwaraWarta.co.id – Penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, selalu menjadi momen yang dinanti oleh masyarakat di Indonesia.
Salah satu istilah yang sering muncul dalam sidang isbat adalah batas minimal ketinggian hilal.
Namun, muncul pertanyaan di benak banyak orang: mengapa hilal harus 3 derajat? Angka ini bukanlah angka sembarangan, melainkan hasil dari kesepakatan ilmiah dan astronomis yang bertujuan untuk memberikan kepastian hukum ibadah yang lebih akurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara astronomis, hilal adalah bulan sabit muda yang sangat tipis dan redup. Cahayanya sering kali kalah oleh pendaran cahaya matahari yang baru saja terbenam (syafaq).
Kriteria 3 derajat ini merujuk pada kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang diperbarui pada tahun 2021.
Sebelumnya, kriteria yang digunakan adalah ketinggian 2 derajat. Namun, berdasarkan evaluasi dan rekaman data pengamatan (rukyat) selama bertahun-tahun, hilal yang berada di bawah 3 derajat sangat sulit bahkan mustahil untuk dilihat dengan mata telanjang maupun alat bantu optik karena gangguan cahaya syafaq yang masih kuat.
Selain ketinggian, ada parameter lain yang tidak kalah penting, yaitu sudut elongasi sebesar 6,4 derajat. Elongasi adalah jarak sudut antara matahari dan bulan. Mengapa angka ini mendampingi syarat 3 derajat?
Penerapan standar 3 derajat ini bertujuan untuk meminimalisir perbedaan antara metode hisab (perhitungan matematis) dan rukyat (pengamatan langsung). Dengan kriteria yang lebih tinggi dan moderat ini, potensi terjadinya “salah lihat” atau klaim melihat hilal yang ternyata adalah pantulan cahaya lain dapat dikurangi.
Memahami mengapa hilal harus 3 derajat membantu kita lebih menghargai upaya para ahli falak dalam menyatukan langkah umat Islam dalam menentukan hari-hari besar keagamaan secara lebih saintifik dan religius.
SwaraWarta.co.id – Kapan pengumuman PPPK Sekolah Rakyat 2026? Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia kembali membuka…
SwaraWarta.co.id - Pertanyaan mengenai 338 dolar berapa rupiah sering kali muncul bagi Anda yang gemar…
SwaraWarta.co.id - Pertanyaan mengenai apakah Pertamax akan turun menjadi topik hangat yang terus dicari oleh…
Sebuah bangunan yang diduga dijadikan garasi pribadi di atas trotoar kawasan Jalan Ambon, Kelurahan Citarum,…
SwaraWarta.co.id - Bagaimana cara daftar M-Banking Sumsel Babel tanpa ke bank? Di era digital yang…
SwaraWarta.co.id - Para penggemar One Piece di seluruh dunia pasti sudah tidak sabar menantikan kelanjutan petualangan Bajak…