Pendidikan

Mendukung SDG 4 dan SDG 8, Warga Segorotambak Antusias Sambut Inovasi Pengolahan Limbah Perikanan dari Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur

Warga Desa Segorotambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan sosialisasi program kerja yang digelar tim mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jawa Timur dalam pelaksanaan Program Bina Desa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2026.

Program yang memasuki pekan kedua pelaksanaan tersebut melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Sains. Kegiatan ini mendapat dukungan dari LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur dan diikuti oleh ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, petani tambak, serta tokoh masyarakat di Desa Segorotambak.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Desa Segorotambak, Ibu Anik Mahmudah, S.AP., M.M., yang menegaskan dukungan pemerintah desa terhadap seluruh rangkaian program mahasiswa.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Anik mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

“Ini kesempatan yang tidak datang dua kali. Saya minta ibu-ibu dan bapak-bapak semuanya untuk serius mengikuti, karena ilmu yang dibawa adik-adik mahasiswa ini bisa kita manfaatkan sendiri ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Program Bina Desa, Yesaya Deardo, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menyambut tim mahasiswa dengan baik sejak awal pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, Desa Segorotambak dipilih karena memiliki potensi sumber daya lokal yang besar dan dapat dikembangkan melalui inovasi berbasis teknologi tepat guna.

Pada sesi utama, tiga kelompok mahasiswa memaparkan program kerja yang telah disiapkan. Penyampaian dilakukan menggunakan bahasa yang sederhana serta didukung media visual berupa poster dan presentasi agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Kelompok 2 yang berfokus pada pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna memperkenalkan dua program unggulan.

Program pertama berupa inovasi pembuatan mie kering terfortifikasi kalsium berbahan dasar tepung cangkang kerang. Tim menjelaskan bahwa limbah cangkang kerang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) dan kitosan yang tinggi sehingga berpotensi dijadikan bahan tambahan pangan untuk meningkatkan nilai gizi produk.

Produk mie tersebut direncanakan dikemas menggunakan standing pouch berbahan ramah lingkungan dengan identitas produk UMKM desa sehingga memiliki nilai tambah untuk dipasarkan.

Program kedua berupa pembuatan eco-paving brick berbasis limbah botol plastik. Mahasiswa menjelaskan bahwa sampah plastik jenis LDPE dan PP yang selama ini banyak ditemukan di kawasan pesisir dapat diolah menjadi paving block dengan campuran pasir dan semen.

Produk ini diklaim memiliki beberapa keunggulan dibandingkan paving konvensional, di antaranya lebih ringan, tahan terhadap air, dan memiliki ketahanan abrasi yang baik sehingga cocok diterapkan pada wilayah pesisir.

Selain mengurangi volume sampah plastik, inovasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi alternatif solusi penguatan infrastruktur jalan desa.

Antusiasme warga terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan mengenai proses pembuatan tepung cangkang kerang, keamanan konsumsi mie fortifikasi, strategi pemasaran digital, hingga teknis produksi eco-paving brick.

Tim mahasiswa menjawab pertanyaan secara rinci, termasuk memberikan gambaran biaya produksi dan peluang pengembangan usaha berbasis inovasi tersebut.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta pembuatan dokumentasi digital yang nantinya akan dipublikasikan melalui media sosial sebagai bagian dari luaran program.

Program Bina Desa ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat, serta SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan UMKM dan penciptaan peluang usaha berbasis pengolahan limbah perikanan.

Informasi lebih lanjut mengenai program dapat diakses melalui Program Studi Teknik Kimia UPN “Veteran” Jawa Timur (https://www.tekkim.upnjatim.ac.id) dan LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur (https://lppm.upnjatim.ac.id).

Ditulis oleh: Ade Tegar Hidayatulloh dan Maudy Pratiwi Novia Matovanni, S.T., M.T.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Kesal Karena Force Close? Inilah 4 Penyebab Instagram Sering Keluar Sendiri dan Cara Mengatasinya!

SwaraWarta.co.id - Lagi asyik scrolling Reels atau mau membalas DM pacar, tiba-tiba aplikasi Instagram menutup…

21 minutes ago

Bagaimana Bentuk Tanggung Jawab Ilmuwan dan Seniman dalam Menggunakan Kebebasan Berpikir dan Berekspresi di Tengah Masyarakat Modern?

SwaraWarta.co.id - Bagaimana bentuk tanggung jawab ilmuwan dan seniman dalam menggunakan kebebasan berpikir dan berekspresi…

4 hours ago

Sedang Menengok Teman? Ini Doa Menjenguk Orang Sakit yang Diajarkan Nabi, Bikin Hati Tenang!

SwaraWarta.co.id - Saat mendengar ada teman, sahabat, atau keluarga yang sedang terbaring lemah, hal pertama…

9 hours ago

Jelaskan Bagaimana Peran Jalur Rempah Nusantara Menjadi Penghubung Utama Perdagangan Dunia pada Abad ke-7 hingga ke-15?

SwaraWarta.co.id – Jelaskan bagaimana peran jalur rempah nusantara menjadi penghubung utama perdagangan dunia pada abad…

10 hours ago

Kerja Lebih Produktif! Ini Cara Buka WhatsApp di Laptop Tanpa Ribet

SwaraWarta.co.id - Menatap layar HP terus-menerus sambil mengetik laporan di laptop pasti bikin leher pegal…

10 hours ago

Mengapa Sebagai Seorang Anak Kita Perlu Membiasakan Berprilaku Gotong Royong di Lingkungan Sekitar?

SwaraWarta.co.id – Mengapa sebagai seorang anak kita perlu membiasakan berprilaku gotong royong di lingkungan sekitar?…

1 day ago