Kenapa Argentina Pakai Ban Hitam di Perempat Final Piala Dunia 2026
SwaraWarta.co.id – Kenapa Argentina pakai ban hitam? Pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Swiss menyisakan sebuah momen emosional yang menarik perhatian pencinta sepak bola.
Sepanjang laga, kapten tim Lionel Messi beserta seluruh penggawa skuad La Albiceleste tampak mengenakan ban lengan berwarna hitam (black armband).
Bagi Anda yang bertanya-tanya mengenai makna di balik simbol duka tersebut, berikut adalah ulasan lengkap mengenai alasan mengapa Timnas Argentina memakai ban hitam di Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alasan utama skuad Argentina mengenakan ban hitam adalah sebagai bentuk penghormatan dan dedikasi terakhir kepada salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola mereka, Antonio Ubaldo Rattín, yang wafat di usia 89 tahun akibat serangan stroke.
Antonio Rattín bukan sekadar mantan pemain; ia adalah mantan kapten timnas yang memimpin Argentina di Piala Dunia 1962 dan 1966. Di level klub, ia merupakan ikon abadi Boca Juniors yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya di sana dengan mencatatkan 382 penampilan.
Bagi sejarah sepak bola dunia, sosok Antonio Rattín memiliki dampak yang sangat besar. Pada perempat final Piala Dunia 1966 saat Argentina melawan Inggris, Rattín diusir keluar lapangan oleh wasit asal Jerman, Rudolf Kreitlein. Karena kendala bahasa, Rattín sempat menolak keluar lapangan sebagai bentuk protes.
Insiden kontroversial inilah yang kemudian menginspirasi FIFA untuk menciptakan sistem kartu kuning dan kartu merah seperti yang kita kenal sekarang, demi mempermudah komunikasi sanksi di lapangan tanpa terkendala bahasa.
Memakai atribut tambahan di ajang resmi seperti Piala Dunia tidak bisa dilakukan sembarangan. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) secara resmi mengajukan izin khusus kepada FIFA agar diizinkan mengenakan pita hitam tersebut di Stadion Kansas City. Setelah mendapat lampu hijau, seluruh staf pelatih dan pemain langsung mengenakannya sejak menit awal laga.
Selain pengenaan ban lengan hitam oleh tim Argentina, laga perempat final ini juga diawali dengan momen mengheningkan cipta selama satu menit. Prosesi ini ditujukan untuk mengenang Jayden Adams, pemain muda berbakat asal Afrika Selatan yang meninggal dunia secara mengejutkan di tengah berlangsungnya turnamen Piala Dunia 2026.
Langkah emosional yang ditunjukkan Argentina membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar mengejar trofi di lapangan, melainkan sebuah wadah kehormatan yang kental dengan nilai-nilai sejarah dan solidaritas tinggi antargenerasi.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia. Dari Sabang hingga Merauke,…
Kabupaten Malang dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam yang memanjakan mata. Namun, selain wisata pegunungan…
Dalam beberapa tahun terakhir, budaya menikmati hot pot semakin populer di Indonesia. Konsep memasak sendiri…
Kuliner Jepang telah menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia. Mulai dari sushi, sashimi, ramen,…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara bikin twibbon MPLS? Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah momen yang…
SwaraWarta.co.id - Berdasarkan video yang Bapak/Ibu simak, bagaimana respon atau pendapat Bapak/Ibu terhadap program 7…