Penyebab Terjadi Gempa Bumi
SwaraWarta.co.id – Penyebab terjadi gempa bumi sering kali membuat kita penasaran, apalagi kalau guncangannya terasa cukup kuat dan bikin kaget setengah mati.
Indonesia sendiri berada di jalur rawan yang membuat bencana alam ini lumayan sering mampir. Tapi tenang, fenomena alam ini sebenarnya punya penjelasan ilmiah yang seru buat kamu pelajari, lho!
Bumi tempat kita berdiri ini sekilas terlihat kokoh dan diam. Padahal, di bawah lapisan tanah yang kamu pijak, ada pergerakan masif yang berlangsung terus-menerus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena gempa bumi terjadi ketika ada pelepasan energi secara mendadak dari dalam bumi. Pelepasan energi ini menghasilkan gelombang seismik yang akhirnya merambat sampai ke permukaan dan kita rasakan sebagai getaran atau guncangan.
Secara umum, fenomena guncangan ini tidak muncul begitu saja tanpa alasan. Ada beberapa pemicu utama yang membuatnya terjadi di berbagai belahan dunia:
Ini dia dalang paling utama di balik mayoritas gempa yang ada di dunia. Kulit bumi terdiri dari pecahan lempeng-lempeng besar yang terus bergerak pelan setiap saat. Ketika lempeng-lempeng ini saling bertabrakan, bergesekan, atau justru saling menjauh, tekanan besar akan menumpuk di perbatasan lempeng. Saat lapisan batuan tidak sanggup lagi menahan tekanan tersebut, batuan akan patah dan membebaskan energi secara tiba-tiba. Inilah yang biasa kita kenal sebagai gempa tektonik.
Selain karena gesekan lempeng, perut bumi yang bergejolak juga bisa jadi pemicu. Gempa vulkanik terjadi akibat adanya pergerakan magma di bawah atau di dalam gunung berapi. Saat magma berusaha mendorong jalan menuju permukaan, tekanan gas dan gesekan batuan di sekitarnya menciptakan getaran. Biasanya, gempa jenis ini jadi sinyal awal kalau gunung berapi sedang bersiap untuk meletus.
Pernah mendengar suara gemuruh yang disusul getaran kecil di area gua atau pertambangan? Gempa runtuhan biasanya berskala kecil dan dampaknya sangat lokal. Hal ini terjadi karena ada rongga besar di dalam tanah yang tiba-tiba runtuh—misalnya gua kapur yang jebol atau bekas area tambang bawah tanah yang ambrol.
Ternyata, tingkah laku manusia juga bisa memicu getaran di permukaan bumi, lho. Aktivitas seperti penyuntikan cairan bertekanan tinggi ke dalam tanah (fracking), pengisian waduk raksasa yang menekan lapisan batuan, hingga ledakan nuklir bawah tanah bisa memicu guncangan lokal yang cukup terasa.
Memahami fenomena ini bukan bertujuan buat bikin kamu panik, melainkan supaya kamu bisa lebih waspada. Karena guncangan bisa datang kapan saja tanpa permisi, tidak ada salahnya kamu mulai membiasakan diri untuk paham langkah mitigasi sederhana. Selalu ingat rumus dasar saat terjadi guncangan: merunduk, berlindung di bawah meja yang kuat, dan pegangan sampai guncangan benar-benar reda.
SwaraWarta.co.id - Doa sedekah subuh menjadi salah satu amalan luar biasa yang punya daya ubah…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara cek desil berapa? Belakangan ini, istilah “desil” semakin sering menjadi perbincangan…
SwaraWarta.co.id - Mengapa penting menggunakan apd saat melakukan aktivitas di laboratorium atau bengkel fakultas teknik?…
SwaraWarta.co.id - Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda…
SwaraWarta.co.id - Mencari panduan cara pakai dasi pramuka yang praktis dan tidak gampang lepas? Kamu…
SwaraWarta.co.id - Memahami cara sholat rebo wekasan menjadi hal yang banyak dicari ketika memasuki hari…