Berita

Gunung Merapi Siaga Level III: Awan Panas 2 Km Meluncur, Warga Diminta Waspada!

SwaraWarta.co.id – Gunung Merapi kembali menunjukkan taringnya. Pada Sabtu malam, 26 September 2026, gunung berapi paling aktif di Indonesia ini meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah selatan, tepatnya menuju alur Kali Boyong di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta.

Peristiwa ini tercatat terjadi pada pukul 20.34 WIB dengan amplitudo maksimum 48,66 mm dan durasi kegempaan mencapai 129,64 detik.

Hingga saat ini, status Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih ditetapkan pada Level III atau Siaga-. Status ini bukanlah tanpa alasan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat suplai magma dari dalam perut Merapi masih terus berlangsung secara intens.

Aktivitas Vulkanik Terkini

Sepanjang pengamatan, Merapi menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi. Pada 23 September 2026, tercatat 68 kali gempa guguran, 89 kali gempa hybrid, dan 11 kali luncuran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Guguran lava pijar ini mengalir menuju empat sungai sekaligus, yakni Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong. Bahkan pada 27 September 2026 pagi, teramati tiga kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Rekomendasi BPPTKG untuk Masyarakat

Menyikapi situasi ini, BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sementara di sektor tenggara, ancaman mengintai Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya, terutama di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Warga juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan deras di sekitar Merapi.

Profil Gunung Merapi

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut dan terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Klaten, Magelang, Boyolali) dan D.I. Yogyakarta (Kabupaten Sleman)-. Sejak tahun 1548, gunung ini telah meletus lebih dari 80 kali, menjadikannya salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.

Dengan status Siaga Level III yang masih bertahan, kewaspadaan menjadi kunci. Masyarakat diminta tetap tenang, mematuhi rekomendasi resmi dari BPPTKG, serta memantau perkembangan aktivitas vulkanik dari sumber terpercaya. Jangan pernah menganggap remeh kekuatan alam, karena keselamatan adalah prioritas utama.

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Kabar Buruk! Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Cedera Jelang Duel Panas Kontra Malaysia

SwaraWarta.co.id - Jelang laga krusial melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia diterpa…

39 minutes ago

5 Tips Hemat Listrik Pulsa Rumah Agar Kantong Nggak Jebol Setiap Bulan

SwaraWarta.co.id - Menerapkan tips hemat listrik pulsa menjadi kunci utama bagi setiap rumah tangga yang…

1 hour ago

4 Cara Daftar Shopee Affiliate Tanpa Minimal Followers: Panduan Lengkap Untuk Pemula

SwaraWarta.co.id - Mencari cara daftar Shopee Affiliate tanpa minimal followers kini jadi topik yang paling…

3 hours ago

Mimpi Hamil Artinya Apa? Ini 3 Arti Psikologis dan Mitosnya!

SwaraWarta.co.id - Mimpi hamil artinya apa sebenarnya, sampai-sampai bikin kamu terbangun dengan perasaan kaget atau…

4 hours ago

Kenapa GoPay Tidak Bisa Transfer? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

SwaraWarta.co.id - Kenapa GoPay tidak bisa transfer ke sesama akun atau ke rekening bank padahal…

4 hours ago

Belum Terima PKH Tahap 3 September 2026? Ini Cara Usulkan Diri sebagai Penerima Bansos

September 2026 menjadi periode pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3. Namun, tidak semua masyarakat…

22 hours ago