Berita

Saat Hutan Kita Terbakar, Siapa yang Sebenarnya Memanen Keuntungan?

SwaraWarta.co.id – Di balik gulungan asap tebal dan kobaran api yang melalap jutaan hektar hutan Indonesia setiap tahunnya, ada siklus duka yang tak kunjung usai.

Bagi masyarakat sekitar, kebakaran hutan berarti ISPA, gangguan aktivitas harian, hingga hilangnya ruang hidup.

Namun, jika kita melihat lebih dalam ke balik kepulan asap tersebut, muncul pertanyaan krusial yang jarang tersentuh secara gamblang: ketika hutan kita terbakar, siapa yang sebenarnya memanen keuntungan?

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tragedi Ekologis dan Ilusi Bencana Alam

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering kali dibingkai secara menyimpang sebagai bencana alam akibat kemarau panjang atau fenomena El Niño. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas titik api bersumber dari aktivitas manusia. Metode land clearing atau pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi pilihan utama karena dianggap paling cepat, murah, dan efisien secara finansial.

Di sinilah letak ironinya. Ketika hutan alam yang kaya akan keanekaragaman hayati musnah terbakar, tanah yang tersisa justru siap ditanami komoditas komersial berskala besar, seperti kelapa sawit atau kayu industri. Kebakaran hutan kerap menjadi “pintu belakang” yang legal secara de facto untuk mengubah fungsi lahan tanpa harus melalui prosedur hukum dan biaya pengolahan lahan yang mahal.

Siapa yang Diuntungkan?

Untuk memahami siapa penikmat keuntungan dari membara-nya hutan Indonesia, kita perlu memetakan rantai insentif di balik praktik ini:

  • Oktrofintus dan Kartel Lahan: Oknum spekulan tanah memanfatkan celah hukum untuk menguasai lahan bekas terbakar. Lahan yang tadinya berstatus kawasan hutan atau gambut bernilai ekonomis rendah, mendadak menjadi aset matang yang siap dijual atau disewakan kepada investor.
  • Pebisnis Biaya Murah: Bagi sebagian korporasi nakal, membakar lahan menghemat biaya operasional hingga miliaran rupiah dibandingkan harus menggunakan alat berat. Efisiensi biaya ini secara langsung mendongkrak marjin keuntungan mereka di pasar global.
  • Rantai Pasok Industri: Lahan bekas terbakar yang dialihfungsikan kemudian menghasilkan bahan baku industri dengan harga kompetitif. Konsumen di seluruh dunia menikmati produk turunan murah tanpa menyadari jejak karbon dan penderitaan di daerah asal.

Kerugian Multidimensi bagi Rakyat

Sementara segelintir pihak meraup untung dari efisiensi ilegal ini, publik harus menanggung dampak kerugian yang sangat besar.

Kerugian ekonomi akibat karhutla mencakup rusaknya ekosistem gambut, hilangnya potensi keanekaragaman hayati, terganggunya penerbangan, hingga membengkaknya anggaran kesehatan negara akibat wabah penyakit pernapasan. Lebih dari itu, gambut yang terbakar melepaskan jutaan ton emisi karbon ke udara, mempercepat krisis iklim global yang dampaknya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Menghentikan Siklus Keuntungan di Atas Abu

Kebakaran hutan tidak akan pernah berhenti selama insentif ekonominya tetap lebih besar daripada hukuman hukumnya. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku lapangan di tingkat tapak, tetapi harus menyasar aktor intelektual dan penikmat manfaat utama (beneficial ownership).

Transparansi data kepemilikan lahan, moratorium izin usaha di area rawan, serta penerapan sanksi finansial yang memberatkan adalah langkah mutlak. Kita harus memastikan bahwa membakar hutan bukan lagi bisnis yang menguntungkan, melainkan kejahatan ekonomi dan lingkungan yang berbiaya sangat tinggi. Hutan Indonesia adalah benteng masa depan bangsa, bukan ladang keuntungan instan bagi segelintir pemodal.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Online dan Offline dengan Mudah, Simak Apa Saja Persyaratannya!

SwaraWarta.co.id - Cara pindah faskes BPJS Kesehatan sering kali dicari saat seseorang pindah tempat tinggal,…

33 minutes ago

Update Terbaru! Ranking FIFA Timnas Indonesia Melonjak Usai Hancurkan Thailand di Final ASEAN Cup 2026

SwaraWarta.co.id – Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola tanah air. Timnas Indonesia baru saja…

5 hours ago

SEJARAH BARU! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Drama Gila-gilaan, Netizen: Akhirnya Terwujud!

SwaraWarta.co.id – Timnas Indonesia akhirnya mengukir sejarah baru dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah…

6 hours ago

Link Videy Aman atau Tidak? Kenali Risiko Videy.co Sebelum Mengekliknya

Tautan Videy.co semakin sering ditemukan dalam percakapan WhatsApp, unggahan media sosial, hingga kolom komentar. Bagi…

19 hours ago

Cara Membuka Link Videy.co dengan Mudah dan Aman, Begini Solusi Jika Sering Error

Link Videy.co belakangan cukup sering muncul di berbagai percakapan digital, mulai dari WhatsApp hingga media…

19 hours ago

Link Live Streaming Gratis Indonesia vs Thailand: Nonton Akses Resmi dan Anti Lemot!

SwaraWarta.co.id - Akses link live streaming gratis Indonesia vs Thailand kini menjadi incaran utama para…

20 hours ago