8 Weton Tibo Lungguh dalam Primbon Jawa, Konon Dikaitkan dengan Kedudukan dan Kemuliaan

- Redaksi

Thursday, 1 October 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

8 Weton Tibo Lungguh Menurut Primbon Jawa, Konon Punya Kedudukan

8 Weton Tibo Lungguh Menurut Primbon Jawa, Konon Punya Kedudukan

Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, weton kelahiran kerap dikaitkan dengan karakter, rezeki hingga perjalanan hidup seseorang. Salah satu istilah yang cukup populer dalam pembahasan Primbon Jawa adalah Tibo Lungguh.

Secara sederhana, istilah tibo lungguh dapat dimaknai sebagai “jatuh lalu duduk”. Dalam penafsiran tradisional, istilah tersebut dikaitkan dengan kedudukan, kehormatan, kepercayaan, dan posisi sosial seseorang.

Orang yang masuk dalam kategori Tibo Lungguh dipercaya memiliki peluang memperoleh kedudukan atau tanggung jawab tertentu dalam kehidupannya. Namun, pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tradisi Primbon Jawa dan tidak dapat dijadikan kepastian mengenai masa depan seseorang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Arti Tibo Lungguh?

Dalam bahasa Jawa, kata lungguh berarti duduk. Dalam konteks Primbon Jawa, istilah tersebut kemudian memiliki makna yang lebih luas, yaitu kedudukan atau posisi yang terhormat.

Karena itu, Tibo Lungguh sering dikaitkan dengan seseorang yang dipercaya mempunyai jalan menuju kedudukan, jabatan, penghormatan, atau kepercayaan dari orang lain.

Penafsiran mengenai weton Tibo Lungguh biasanya menggunakan perhitungan neptu, yaitu nilai yang melekat pada hari kelahiran dan pasaran Jawa.

Sistem weton sendiri merupakan perpaduan antara tujuh hari dalam satu pekan dan lima hari pasaran Jawa, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

8 Weton yang Disebut Tibo Lungguh

Berdasarkan artikel Radar Pati yang mengutip kanal YouTube Wasiat, terdapat delapan weton yang disebut masuk dalam kategori Tibo Lungguh.

Berikut daftarnya:

1. Minggu Pon

Minggu Pon memiliki jumlah neptu 12, berasal dari nilai hari Minggu sebesar 5 dan pasaran Pon sebesar 7.

Dalam penafsiran Primbon Jawa, weton ini dikaitkan dengan karakter yang dapat membawa seseorang memperoleh kepercayaan dan penghormatan dari lingkungan.

Minggu Pon juga sering menjadi bagian dari pembahasan mengenai weton yang mempunyai peluang mendapatkan kedudukan atau posisi tertentu.

Baca Juga :  Manfaat Jasa Caregiver bagi Keluarga dengan Anggota Lansia

2. Senin Wage

Senin Wage merupakan salah satu kombinasi weton yang disebut dalam kelompok Tibo Lungguh.

Dalam kepercayaan tradisional Jawa, karakter seseorang berdasarkan weton tidak hanya dilihat dari hari kelahirannya, tetapi juga dari nilai pasaran yang menyertainya.

Karena itu, Senin Wage menjadi salah satu weton yang diperhitungkan dalam berbagai pembacaan Primbon Jawa.

3. Selasa Wage

Selasa Wage mempunyai neptu 7, yang berasal dari nilai Selasa sebesar 3 dan Wage sebesar 4.

Weton ini kerap dikaitkan dengan pribadi yang rendah hati dan tidak mudah mencari perhatian. Dalam penafsiran tradisional, sifat tersebut justru dapat menjadi modal untuk memperoleh kepercayaan dari orang lain.

Sejumlah sumber mengenai Tibo Lungguh juga memasukkan Selasa Wage sebagai salah satu weton yang dikaitkan dengan kedudukan dan keberuntungan.

4. Selasa Pahing

Selasa Pahing mempunyai jumlah neptu 12, yakni Selasa bernilai 3 dan Pahing bernilai 9.

Dalam berbagai penafsiran weton, pemilik Selasa Pahing kerap digambarkan mempunyai karakter yang aktif, mudah bergaul, dan memiliki kemampuan tertentu yang dapat berkembang apabila diarahkan dengan baik.

Karakter tersebut kemudian dikaitkan dengan peluang memperoleh kepercayaan maupun posisi tertentu dalam lingkungan sosial.

5. Rabu Legi

Rabu Legi memiliki jumlah neptu 12, dengan Rabu bernilai 7 dan Legi bernilai 5.

Weton ini juga disebut dalam sejumlah pembahasan mengenai Tibo Lungguh.

Dalam tradisi Primbon Jawa, perpaduan hari dan pasaran dianggap mempunyai karakteristik masing-masing. Karena itu, Rabu Legi sering ditafsirkan melalui kombinasi nilai neptu dan karakter yang menyertainya.

6. Kamis Pahing

Kamis Pahing memiliki jumlah neptu 17, yang berasal dari Kamis bernilai 8 dan Pahing bernilai 9.

Baca Juga :  7 Cara agar Rambut Tidak Mengembang, Cek Ini Biar Penampilan Kece

Kamis Pahing menjadi salah satu weton yang cukup sering disebut ketika membahas Tibo Lungguh. Sumber lain juga menggambarkan pemilik weton ini sebagai pribadi yang sederhana, tulus, terbuka, dan memiliki kecenderungan menjadi pengayom.

Dalam penafsiran Primbon Jawa, kemampuan membangun kepercayaan tersebut kemudian dikaitkan dengan peluang mendapatkan tanggung jawab maupun kedudukan.

7. Kamis Wage

Kamis Wage memiliki jumlah neptu 12, terdiri dari nilai Kamis 8 dan Wage 4.

Dalam pembahasan weton, kombinasi tersebut dikaitkan dengan karakter tertentu yang dipercaya dapat memengaruhi perjalanan kehidupan seseorang.

Kamis Wage juga tercantum dalam sejumlah sumber yang membahas kategori Tibo Lungguh.

8. Sabtu Kliwon

Sabtu Kliwon memiliki jumlah neptu 17, yaitu Sabtu bernilai 9 dan Kliwon bernilai 8.

Dalam penafsiran tradisional, pemilik weton ini sering digambarkan memiliki karakter yang rendah hati, adil, dan senang membantu.

Sifat tersebut dipercaya dapat membuat seseorang memperoleh dukungan dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya. Dalam beberapa pembahasan Tibo Lungguh, Sabtu Kliwon juga dimasukkan sebagai salah satu weton yang mempunyai kaitan dengan kedudukan dan rezeki.

Mengapa Tibo Lungguh Dikaitkan dengan Kedudukan?

Kata lungguh memiliki arti duduk atau kedudukan. Karena itu, istilah Tibo Lungguh dalam penafsiran Primbon Jawa mempunyai hubungan dengan gambaran seseorang yang memperoleh tempat atau posisi tertentu.

Dalam konteks budaya Jawa, kedudukan tidak selalu berarti jabatan formal. Maknanya dapat mencakup penghormatan, kepercayaan, tanggung jawab, maupun posisi sosial seseorang di tengah masyarakat.

Beberapa sumber mengenai Primbon juga menjelaskan bahwa lungguh dapat dimaknai sebagai simbol kehormatan atau pangkat dalam konteks perhitungan tradisional.

Apakah Weton Tibo Lungguh Pasti Membawa Kesuksesan?

Tidak bisa disimpulkan demikian.

Primbon Jawa merupakan bagian dari warisan budaya dan sistem kepercayaan tradisional. Penafsiran weton tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat memastikan seseorang akan mendapatkan jabatan, kekayaan, atau kehidupan tertentu hanya berdasarkan tanggal kelahirannya.

Baca Juga :  Jerawat Batu di Wajah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Alami

Karena itu, istilah Tibo Lungguh lebih tepat dipahami sebagai bagian dari cara masyarakat Jawa dahulu memaknai kehidupan melalui simbol, perhitungan hari, dan pasaran.

Dalam kehidupan nyata, kedudukan dan keberhasilan seseorang tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti pendidikan, keterampilan, kesempatan, lingkungan, keputusan pribadi, serta usaha yang dilakukan.

Weton dan Neptu dalam Primbon Jawa

Untuk memahami pembahasan Tibo Lungguh, penting mengenal istilah neptu.

Neptu adalah nilai angka yang diberikan kepada masing-masing hari dan pasaran dalam sistem kalender Jawa.

Nilai hari yang umum digunakan adalah:

  • Minggu: 5
  • Senin: 4
  • Selasa: 3
  • Rabu: 7
  • Kamis: 8
  • Jumat: 6
  • Sabtu: 9

Sementara nilai pasaran terdiri dari:

  • Legi: 5
  • Pahing: 9
  • Pon: 7
  • Wage: 4
  • Kliwon: 8

Jumlah nilai hari dan pasaran tersebut kemudian menghasilkan neptu weton seseorang. Perhitungan ini digunakan dalam berbagai tradisi Primbon Jawa, termasuk pembacaan karakter maupun perjodohan.

Tibo Lungguh sebagai Bagian dari Budaya Jawa

Pembahasan mengenai weton hingga saat ini masih menarik perhatian masyarakat, terutama karena menjadi bagian dari warisan budaya Jawa.

Tibo Lungguh menjadi salah satu istilah yang menarik karena maknanya berhubungan dengan kedudukan dan kehormatan. Delapan weton yang disebut dalam pembahasan tersebut adalah Minggu Pon, Senin Wage, Selasa Wage, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Pahing, Kamis Wage, dan Sabtu Kliwon.

Meski demikian, pembacaannya sebaiknya ditempatkan dalam konteks budaya dan tradisi. Weton dapat menjadi pengetahuan mengenai warisan budaya Jawa, tetapi tidak semestinya digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan masa depan atau mengambil keputusan penting dalam kehidupan.

Berita Terkait

3 Rekomendasi Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Kaki, Ada Hoka hingga New Balance
5 Tips Hemat Listrik Pulsa Rumah Agar Kantong Nggak Jebol Setiap Bulan
Mimpi Hamil Artinya Apa? Ini 3 Arti Psikologis dan Mitosnya!
Vape Etomidate Mengandung Zat Apa? Ini Kronologi Jule Ditangkap Polisi
Siapa Pemilik Bolosego? Profil Dyah Laily Fardisa, Lulusan UGM yang Bangun Bisnis Kuliner dari Rumah
Cara Memakai Soda Api yang Aman dan Ampuh untuk Mengatasi Mampet
PreownedWatch-ID: Panduan Memilih Jam Tangan Rolex dan Memahami Harga Jam Rolex Original di Jakarta
IDWX: Panduan Memilih Jam Patek Philippe di Indonesia dan Memahami Harganya

Berita Terkait

Thursday, 1 October 2026 - 09:24 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Kaki, Ada Hoka hingga New Balance

Thursday, 1 October 2026 - 09:20 WIB

8 Weton Tibo Lungguh dalam Primbon Jawa, Konon Dikaitkan dengan Kedudukan dan Kemuliaan

Sunday, 27 September 2026 - 10:15 WIB

5 Tips Hemat Listrik Pulsa Rumah Agar Kantong Nggak Jebol Setiap Bulan

Sunday, 27 September 2026 - 07:42 WIB

Mimpi Hamil Artinya Apa? Ini 3 Arti Psikologis dan Mitosnya!

Thursday, 24 September 2026 - 10:13 WIB

Vape Etomidate Mengandung Zat Apa? Ini Kronologi Jule Ditangkap Polisi

Berita Terbaru