SwaraWarta.co.id – Apa alasan Luky Alfirman dicopot oleh Purbaya? Nama Luky Alfirman kembali menjadi sorotan publik. Setelah sempat dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, kini ia justru dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Lantas, apa alasan sebenarnya di balik pencopotan tersebut?
Alasan Resmi: Rotasi Rutin Tahunan
Saat mengumumkan perombakan pada 21 April 2026, Purbaya menegaskan bahwa pencopotan Luky Alfirman dan Febrio Nathan Kacaribu (Dirjen Stabilitas Ekonomi dan Fiskal) hanyalah bagian dari rotasi rutin tahunan. “Itu hanya proses biasa, berapa tahun muter-muter. Jadi enggak ada yang istimewa dari situ,” ujar Purbaya kala itu.
Alasan yang Diduga Kuat: Pengadaan Motor Listrik MBG
Namun, publik dan sejumlah pihak meragukan alasan resmi tersebut. Pencopotan Luky diduga kuat berkaitan dengan lolosnya anggaran pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Nilai anggaran pengadaan tersebut mencapai Rp1,05 triliun untuk pembelian impor 25 ribu motor listrik. Purbaya mengaku pernah menolak pengadaan itu, namun pos anggaran tetap muncul. Ia menyebut ada celah pada perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang membuat anggaran tetap lolos meski sebelumnya telah ditolak.
Ketika ditanya apakah pencopotan Luky berkaitan dengan isu tersebut, Purbaya hanya menjawab singkat: “Mungkin (dicopot karena meloloskan anggaran motor listrik). Anda tebak saja sendiri,”.
Dinamika Internal dan Informasi Tidak Akurat
Selain soal motor listrik, Purbaya juga menyinggung adanya bawahan yang tidak sejalan saat menerima arahan pimpinan. Ia menilai ada penyebaran informasi tidak akurat yang berpotensi merusak kredibilitas pemerintah, termasuk narasi bahwa APBN dalam kondisi kritis.
Karier Luky Alfirman Kian Moncer
Terlepas dari polemik tersebut, karier Luky Alfirman justru semakin bersinar. Ia resmi dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Oktober 2026. Luky bahkan berkelakar bahwa masa setelah dicopot adalah “masa hibernasi” baginya. PDIP pun mempertanyakan mengapa orang yang dicopot justru “naik kelas” menjadi wakil menteri.
Alasan resmi pencopotan Luky Alfirman adalah rotasi rutin. Namun, kuatnya dugaan keterkaitan dengan pengadaan motor listrik MBG dan dinamika internal Kemenkeu membuat publik terus mempertanyakan alasan sebenarnya. Yang jelas, kini Luky Alfirman kembali ke kursi kekuasaan dengan jabatan yang lebih tinggi.

















