SwaraWarta.co.id – Kenapa Sara Wijayanto cerai? Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Setelah 12 tahun membina rumah tangga, pasangan selebritas Sara Wijayanto dan Demian Aditya resmi bercerai.
Gugatan cerai yang diajukan Sara pada 8 September 2026 akhirnya dikabulkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan melalui putusan verstek pada 8 Oktober 2026.
Keputusan ini tentu memicu rasa penasaran publik. Apa sebenarnya yang menjadi alasan di balik berakhirnya pernikahan yang terlihat harmonis ini? Mari kita telusuri lebih dalam.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Alasan Resmi yang Diungkapkan
Dalam pernyataan resmi yang akhirnya dibuka oleh keduanya, Sara Wijayanto dan Demian Aditya secara tegas membantah adanya KDRT maupun orang ketiga dalam rumah tangga mereka. “Ini bukan keputusan yang mudah. Tidak ada KDRT, tidak ada orang ketiga,” ungkap mereka dalam pernyataan bersama.
Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai rumor miring yang sempat beredar, termasuk isu perselingkuhan dengan seorang pendeta yang sempat ramai diperbincangkan.
Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui
Meski alasan resminya adalah ketidakcocokan yang mendalam, ada beberapa faktor lain yang disebut-sebut turut mempengaruhi keretakan rumah tangga mereka. Salah satunya adalah keputusan untuk berhenti menjalani program kehamilan. Sara Wijayanto merasa usianya sudah tidak muda lagi untuk hamil, dan keputusan ini diambil pada Oktober 2024.
Selain itu, perbedaan keyakinan juga disebut-sebut menjadi salah satu faktor utama. Sara Wijayanto dilaporkan berpindah agama dari Islam ke Kristen Protestan pada tahun 2020, sebuah keputusan yang disebut membuat Demian Aditya geram.
Proses Hukum yang Berjalan Cepat
Gugatan cerai ini diputus secara verstek karena Demian Aditya tidak pernah hadir dalam dua sidang berturut-turut, meski telah dipanggil secara patut oleh pengadilan-. Ketidakhadirannya ini menjadi dasar hukum bagi majelis hakim untuk melanjutkan perkara tanpa kehadiran pihak tergugat.
Yang menarik, proses perceraian ini mengindikasikan tidak adanya tuntutan harta gono-gini yang rumit. Pengadilan menegaskan bahwa gugatan murni berfokus pada perceraian saja.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Kasus perceraian Sara Wijayanto dan Demian Aditya mengingatkan kita bahwa di balik layar sebuah pernikahan, selalu ada dinamika yang tidak terlihat oleh publik. Keputusan untuk berpisah bukanlah hal yang mudah, dan keduanya telah menyatakan bahwa jalan terbaik adalah melanjutkan hidup masing-masing.

















