SwaraWarta.co.id — Kabar gembira bagi masyarakat Indonesia! Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis yang dilengkapi rekening digital untuk memperlancar penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sosial (bansos) lainnya.
Rencana ini diungkapkan langsung oleh Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, dalam forum Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta.
Tujuan Program HP Gratis
Program ini bertujuan mendigitalisasi seluruh penyaluran bantuan pemerintah. Selama ini, bantuan tunai masih disalurkan secara fisik sehingga rawan keterlambatan dan penyimpangan. Dengan ponsel gratis ini, dana bantuan akan dikirim langsung oleh Kementerian Keuangan ke rekening digital masing-masing penerima.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap warga negara akan diberikan telepon genggam dengan rekening digital. Seluruh dana akan tersedia di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing,” ujar Hashim.
Siapa yang Berhak Menerima?
Sasaran utama program ini adalah warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank. Pemerintah memperkirakan sekitar 30 persen penduduk Indonesia masih belum tersentuh layanan perbankan formal.
Setiap rekening yang dibuka akan mendapat saldo awal Rp50.000. Dua bank Himbara, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), ditugaskan untuk memfasilitasi pembukaan rekening massal ini. Anggaran yang disiapkan untuk pembukaan rekening mencapai Rp3,8 triliun.
Kapan Program Ini Mulai Berjalan?
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menyatakan bahwa pemerintah menargetkan program ini mulai berjalan pada 2026. Namun, skema pengadaan ponsel gratis masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut, termasuk mekanisme dan besaran anggarannya
Perlu Kajian Serius
Meski tujuannya mulia, sejumlah pihak meminta pemerintah berhati-hati. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai digitalisasi bansos perlu dikaji matang. “Pemerintah harus memastikan bahwa teknologi benar-benar menyelesaikan persoalan penyaluran bantuan, bukan sekadar mengubah cara masyarakat menerima uang,” ujar Manager Riset FITRA, Badiul Hadi.
Program ponsel gratis untuk penyaluran BLT ini berpotensi besar mempercepat distribusi bantuan dan memperluas inklusi keuangan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital, akurasi data penerima, dan transparansi anggaran. Masyarakat berharap program ini benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat nyata.

















