SwaraWarta.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Di tengah kondisi yang disebutnya sebagai “survival mode”, Bahlil membuka opsi untuk menghentikan ekspor gas ke sejumlah negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai Indonesia.
Kebijakan ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar sumber daya alam diprioritaskan untuk kebutuhan domestik.
Lalu, negara apa saja yang terkena dampak dari wacana stop ekspor gas ini? Simak daftarnya berikut.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Negara Tujuan Ekspor Gas Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengekspor gas ke beberapa negara utama. Berikut rinciannya:
- Jepang: Negara dengan volume ekspor terbesar, mencapai 3,79 juta ton atau 27% dari total ekspor, dengan nilai US$2,08 miliar.
- Tiongkok: Berada di posisi kedua dengan volume 3,78 juta ton (26,92%) senilai US$1,99 miliar.
- Singapura: Menjadi tujuan ekspor terbesar ketiga dengan volume 3,21 juta ton (22,86%) senilai US$1,66 miliar. Pasokan ke Singapura selama ini melalui kontrak jangka panjang, termasuk dengan Gas Supply Pte Ltd (GSPL) periode 2024–2028.
- Korea Selatan: Volume ekspor mencapai 2,26 juta ton (16,09%) dengan nilai US$943,6 juta.
- Taiwan: Tercatat menyerap 290.000 ton gas atau 2,06% dari total ekspor, senilai US$152,5 juta.
- Filipina: Volume ekspor sebesar 137.500 ton (0,97%) dengan nilai US$85 juta.
- Malaysia: Meski volumenya lebih kecil, Indonesia juga masih mengekspor gas ke Malaysia.
Siapa yang Paling Terdampak?
Meski Bahlil tidak menyebut secara spesifik negara mana yang dimaksud “tidak kooperatif”, pernyataannya jelas menargetkan negara-negara yang hubungan dagangnya dianggap tidak seimbang.
Singapura menjadi sorotan utama karena kontrak pasokan gas pipa yang akan berakhir dan bergantung pada perpanjangan dari Indonesia.
Sementara itu, Jepang dan Tiongkok sebagai pembeli terbesar juga berpotensi terdampak jika evaluasi kontrak benar-benar diberlakukan.
Kesimpulan
Wacana Menteri ESDM Bahlil stop ekspor gas bukan sekadar ancaman kosong. Dengan prioritas pada kebutuhan dalam negeri, negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Filipina, dan Malaysia harus bersiap menghadapi kemungkinan berakhirnya pasokan gas dari Indonesia. Kini pertanyaannya: siapa yang akan terdampak paling besar? Kita tunggu keputusan resmi pemerintah.

















