Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia
SwaraWarta.co.id – Apa alasan Jokowi mengusulkan pembentukan PBB Versi baru saat berpidato di Malaysia? Dalam pidatonya di ajang Penang Peace Dialogue 2026 di Penang, Malaysia, Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melontarkan gagasan mengejutkan: pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) versi baru atau yang ia sebut sebagai “PBB 2.0”.
Usulan ini mengundang perhatian dunia internasional. Lantas, apa alasan kuat di balik usulan Jokowi tersebut?
Alasan utama Jokowi mengusulkan PBB 2.0 adalah karena tantangan yang dihadapi dunia saat ini dinilai jauh lebih rumit dibandingkan era saat PBB didirikan. Menurutnya, konflik yang terjadi kini saling berkaitan dan dampaknya melintasi batas-batas negara (transboundary). Konflik di satu kawasan dapat dengan cepat memicu ketidakstabilan di kawasan lain, sehingga membutuhkan institusi global yang lebih tangguh untuk meresponsnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jokowi menegaskan bahwa dunia membutuhkan lembaga global yang lebih kuat, mekanisme mediasi yang lebih efektif, serta diplomasi global yang lebih kokoh untuk menjaga perdamaian.
Ia menilai PBB dalam format lama tidak lagi cukup untuk menjawab dinamika geopolitik saat ini. Karena itu, ia menyerukan agar dunia “bergerak melampaui edisi lama PBB” dan membangun edisi baru yang lebih adaptif.
Jokowi menekankan bahwa PBB harus berubah dan mendefinisikan ulang sistem, proses, dan strateginya agar tetap relevan. Tanpa reformasi mendasar, ia khawatir PBB akan kehilangan perannya sebagai penjaga perdamaian dunia yang kredibel. Ia meyakini bahwa kemakmuran jangka panjang hanya dapat tercapai ketika setiap negara memilih perdamaian daripada konflik, serta kerja sama daripada persaingan dan perpecahan.
Dalam pidatonya, Jokowi juga mengingatkan bahwa tidak ada negara yang dapat berhasil sendirian dan tidak ada bangsa yang bisa makmur dalam konflik. Ia menyoroti bahwa negara-negara maju tidak boleh hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri, melainkan harus memikul tanggung jawab lebih besar untuk membangun kepercayaan dan memperkuat kerja sama global.
Gagasan PBB 2.0 yang disampaikan Jokowi di Malaysia bukan sekadar wacana kosong, melainkan respons serius terhadap realitas dunia yang terus berubah-. Usulan ini mengajak seluruh bangsa untuk berpikir ulang tentang arsitektur perdamaian global demi menciptakan dunia yang lebih damai, adil, dan berkelanjutan bagi semua.
SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…
SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…
SwaraWarta.co.id - Apa itu herbig-haro dan bagaimana cara memotretnya? Menjelajahi keindahan langit malam selalu menyimpan…
SwaraWarta.co.id - Kenapa Sara Wijayanto cerai? Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Setelah…
SwaraWarta.co.id - Jagat media sosial Malaysia sedang dihebohkan dengan gerakan boikot besar-besaran terhadap produk Indonesia.…
SwaraWarta.co.id - Para nakama, persiapkan diri kalian! Spoiler One Piece Chapter 1195 akhirnya bocor dan…