SwaraWarta.co.id – Apa itu herbig-haro dan bagaimana cara memotretnya? Menjelajahi keindahan langit malam selalu menyimpan kejutan bagi para pecinta astronomi.
Di antara hamparan bintang, galaksi, dan nebula yang populer, terdapat sebuah fenomena antariksa unik yang memikat para fotografer langit (astrofotografer): Herbig-Haro (HH).
Objek ini tidak hanya menawarkan tampilan visual yang spektakuler, tetapi juga menjadi bukti dramatis dari proses kelahiran sebuah bintang.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Itu Objek Herbig-Haro?
Objek Herbig-Haro adalah tambalan nebula terang kecil yang terbentuk ketika semburan gas (jets) dari protobintang (bintang yang baru lahir) bertabrakan dengan awan gas dan debu di sekitarnya pada kecepatan ratusan kilometer per detik.
Nama fenomena ini diambil dari dua astronom, George Herbig dan Guillermo Haro, yang pertama kali mengkajinya secara terpisah pada pertengahan abad ke-20.
Ketika protobintang menarik materi dari piringan di sekelilingnya, sebagian energi disemburkan kembali melalui kutub-kutubnya. Semburan ini memicu gelombang kejutan (shock waves) yang memanaskan gas di sekitarnya hingga berpijar terang. Karena berlangsung dalam kurun waktu ribuan tahun, bentuk objek HH bisa berubah dari waktu ke waktu menjadikannya salah satu objek dinamis yang sangat menarik untuk dipelajari. Contoh objek HH yang terkenal di antaranya HH 46/47 dan HH 1/2 di dekat Nebula Orion.
Panduan Memotret Objek Herbig-Haro bagi Astrofotografer
Memotret objek Herbig-Haro membutuhkan teknik deep-sky astrophotography karena ukurannya yang relatif kecil dan tingkat kecerahannya yang sangat redup. Berikut langkah-langkah praktis untuk mengabadikannya:
- Gunakan Teleskop Focal Length Panjang
Karena struktur detail objek HH tergolong kecil (faint and small), gunakan teleskop dengan jarak fokus (focal length) menengah hingga panjang (minimal 800mm ke atas). Ini membantu menangkap detail semburan gas secara lebih tajam.
- Filter Narrowband Adalah Kunci
Semburan gas pada objek HH didominasi oleh emisi Hydrogen-alpha (H-alpha) dan Sii (Sulfur-II). Menggunakan filter narrowband sangat disarankan untuk menyaring polusi cahaya dan mempertegas kontras struktur jet di tengah nebula yang tebal.
- Mount Pelacak (Equatorial Mount) yang Presisi
Karena objek ini sangat redup, kamu perlu mengambil banyak foto dengan durasi pendedahan panjang (long exposure). Dudukan teleskop (equatorial mount) yang terkalibrasi dengan fitur autoguiding wajib digunakan agar gambar tetap fokus tanpa adanya garis jejak bintang (star trails).
- Kumpulkan Total Integrasi Waktu yang Cukup
Jangan ragu untuk mengumpulkan exposure total selama 5 hingga 10 jam atau lebih. Proses stacking (penggabungan banyak foto) akan menurunkan noise dan memunculkan detail samar dari emisi gas Herbig-Haro yang tersembunyi.
Kesimpulan
Objek Herbig-Haro adalah “jejak napas pertama” dari bintang yang sedang lahir. Meskipun memotretnya membutuhkan kesabaran dan peralatan khusus astrofotografi, kepuasan saat melihat semburan api kosmik ini terpancar dalam hasil foto tentu tak tertandingi.

















