Bagaimana Ajaran Islam Memandang Kerukunan dalam Keberagaman? Berikut ini Penjelasannya!

- Redaksi

Thursday, 27 November 2025 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagaimana Ajaran Islam Memandang Kerukunan dalam Keberagaman

Bagaimana Ajaran Islam Memandang Kerukunan dalam Keberagaman

SwaraWarta.co.id – Bagaimana ajaran islam memandang kerukunan dalam keberagaman? Keragaman (diversitas) adalah sunnatullah, ketetapan alami dari Allah SWT, yang menjadi realitas tak terhindarkan dalam kehidupan umat manusia.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, memahami bagaimana ajaran Islam memandang kerukunan dalam keberagaman menjadi sangat penting.

Islam, sebagai agama rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam), tidak hanya mengakui, tetapi juga menganjurkan terciptanya harmoni dan kedamaian di tengah perbedaan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fondasi Teologis Kerukunan

Ajaran Islam meletakkan fondasi kerukunan pada prinsip-prinsip teologis yang kuat. Salah satu ayat kunci yang sering dirujuk adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.

Baca Juga :  Tips Membuat Khutbah Jumat Singkat 5 Menit, Terapin Biar Jamaah Tidak Bosan

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa tujuan penciptaan suku dan bangsa yang beragam adalah untuk saling kenal-mengenal (ta’aruf), bukan untuk saling bermusuhan atau mendominasi. Kriteria kemuliaan di sisi Allah bukanlah ras, warna kulit, atau latar belakang sosial, melainkan ketakwaan (taqwa).

Toleransi dan Sikap Terhadap Non-Muslim

Dalam Islam, konsep toleransi (tasamuh) tidak sekadar mengakui, tetapi juga menghormati hak-hak individu, termasuk dalam hal keyakinan. Pedoman utama dalam hubungan antar-umat beragama termaktub dalam Surah Al-Kafirun ayat 6:

Baca Juga :  Jelaskan Sistem Ekonomi Pancasila, Sebagai Sistem Ekonomi Khas Indonesia

“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Ayat ini memberikan batas yang jelas antara akidah (keyakinan) dan muamalah (interaksi sosial). Dalam urusan keyakinan, tidak ada kompromi, tetapi dalam urusan sosial-kemasyarakatan, umat Islam diperintahkan untuk menjalin hubungan yang baik (silaturahmi) dan berbuat adil (ihsan).

Nabi Muhammad SAW sendiri memberikan teladan dalam menjalin hubungan baik dengan komunitas non-Muslim melalui Piagam Madinah, sebuah konstitusi yang mengatur tata kehidupan multireligius di Madinah, menjamin hak-hak beragama, keamanan, dan keadilan bagi seluruh warganya, termasuk kaum Yahudi dan musyrikin.

Implementasi Kerukunan dalam Praktik Sosial

Kerukunan dalam keberagaman, menurut Islam, diwujudkan melalui beberapa praktik kunci:

  1. Saling Menghargai dan Menjaga Perasaan: Menghindari ujaran kebencian, ghibah (menggunjing), dan tindakan provokatif yang dapat merusak persatuan.
  2. Kerja Sama (Ta’awun): Berkolaborasi dalam hal-hal yang bersifat kemaslahatan umum (maslahah ammah), seperti menjaga kebersihan lingkungan, penanggulangan bencana, dan kegiatan sosial.
  3. Keadilan (Al-Adl): Bersikap adil kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang agamanya.
Baca Juga :  Jenis Transaksi yang Diharamkan dalam Syariah Islam

Dengan demikian, ajaran Islam memandang keragaman sebagai kekayaan dan potensi, bukan sebagai sumber konflik. Kerukunan dalam keberagaman adalah mandat etika dan teologis yang harus diperjuangkan oleh setiap Muslim demi mewujudkan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera di bawah naungan rahmatan lil ‘alamin.

 

Berita Terkait

Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945
Setelah Anda Membaca Modul dan Materi Inisiasi, Menurut Anda, Mengapa Anak dengan Gangguan Bahasa tidak Boleh Langsung Dianggap Malas Berbicara?
Mengenal Apa Itu Wantimpres: Fungsi, Tugas, dan Perannya di Indonesia
Mengenal Silsilah Keluarga: Apa yang Kamu Ketahui tentang Silsilah? Berikan Contoh Lengkapnya!
Bagaimana Kondisi Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah Sepanjang Tahun 2025, Serta Faktor Apa yang Memengaruhi Pergerakan Indikator-indikator Tersebut?
Bagaimana Kecerdikan Nu’aim bin Mas’ud Berperan dalam Membantu Kemenangan Kaum Muslimin pada Perang Khandaq? Simak Penjelasannya!
JELASKAN HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) DAN PERANNYA DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA YANG BERKUALITAS?

Berita Terkait

Sunday, 4 October 2026 - 13:42 WIB

Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?

Saturday, 3 October 2026 - 14:55 WIB

Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945

Saturday, 3 October 2026 - 14:29 WIB

Setelah Anda Membaca Modul dan Materi Inisiasi, Menurut Anda, Mengapa Anak dengan Gangguan Bahasa tidak Boleh Langsung Dianggap Malas Berbicara?

Saturday, 3 October 2026 - 07:24 WIB

Mengenal Apa Itu Wantimpres: Fungsi, Tugas, dan Perannya di Indonesia

Friday, 2 October 2026 - 08:35 WIB

Mengenal Silsilah Keluarga: Apa yang Kamu Ketahui tentang Silsilah? Berikan Contoh Lengkapnya!

Berita Terbaru