Bagaimana Strategi Pemerintahan Orde Baru Melanggengkan Kekuasaanya Selama 32 Tahun? Mari Disimak Pembahasannya!

- Redaksi

Wednesday, 10 December 2025 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi Pemerintahan Orde Baru Melanggengkan Kekuasaanya Selama 32 Tahun

Strategi Pemerintahan Orde Baru Melanggengkan Kekuasaanya Selama 32 Tahun

SwaraWarta.co.id – Bagaimana strategi pemerintahan orde baru melanggengkan kekuasaannya selama 32 tahun? Pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto tercatat sebagai salah satu rezim terpanjang dalam sejarah Indonesia, berkuasa selama 32 tahun (1966-1998).

Konsistensi dan durasi kekuasaan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari penerapan strategi pemerintahan Orde Baru melanggengkan kekuasaannya yang terstruktur dan masif.

Strategi yang digunakan berfokus pada stabilisasi politik yang ketat, kontrol sosial, dan dominasi pada setiap sendi kehidupan bernegara.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Pilar Utama: Stabilitas Politik dan Kontrol Massa

Secara garis besar, Orde Baru membangun kekuasaannya melalui tiga pilar strategis:

  1. Dwifungsi ABRI: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) diberikan peran ganda, tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial politik. Ini berarti militer memiliki hak untuk menduduki jabatan sipil, mulai dari pusat hingga daerah. Dampaknya, militer menjadi instrumen utama yang mendukung dan mengamankan kebijakan-kebijakan pemerintah, sekaligus membungkam oposisi.
  2. Monoloyalitas Birokrasi: Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beralih loyalitas politiknya hanya kepada Golongan Karya (Golkar), yang berfungsi sebagai mesin politik utama rezim. Dengan jalur birokrasi ini, Golkar dipastikan selalu memenangkan Pemilu, karena memiliki basis massa yang terorganisir dari seluruh aparat pemerintah.
  3. Penyederhanaan dan Kontrol Partai Politik: Untuk menghindari konflik politik multi-partai seperti di masa Orde Lama, Orde Baru menyederhanakan jumlah partai politik menjadi hanya tiga: Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Selain itu, Pemilu dirancang sedemikian rupa untuk memastikan kemenangan Golkar. Kebebasan berpendapat dan pers juga dibatasi secara ketat untuk menjaga ‘stabilitas’ dari kritik.
Baca Juga :  Saat Bersekolah Dulu, Apakah Ibu dan Bapak Mempunyai Peran dalam Proses Belajar? Jika Ya, Seperti Apa Peran yang Dimiliki?

Represi dan Pembangunan Ekonomi

Selain tiga pilar di atas, Orde Baru juga menggunakan instrumen represif seperti Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk mengawasi dan menindak para pengkritik dan lawan politik. Isu komunisme juga secara konsisten digunakan untuk mendiskreditkan pihak oposisi.

Di sisi lain, rezim ini menjual narasi Pembangunan Ekonomi dan pemerataan sebagai legitimasi kekuasaan. Fokus pada infrastruktur dan stabilitas harga (walaupun dibarengi praktik KKN) berhasil menarik simpati sebagian besar masyarakat, menjadikannya alasan pembenar mengapa kekuasaan harus terus dipegang.

Pada akhirnya, kombinasi antara kontrol militer, dominasi birokrasi melalui Golkar, pembatasan politik, dan narasi pembangunan ekonomi inilah yang menjadi strategi pemerintahan Orde Baru melanggengkan kekuasaannya selama lebih dari tiga dekade.

Baca Juga :  Jelaskan Mengapa Allah SWT Menetapkan Hukum Halal dan Haram? Berikut Jawabannya!

 

Berita Terkait

Menurut Pendapat Anda, Mengapa Keterbatasan kosakata ini bisa menjadi hambatan besar bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis di SD?
Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?
Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!
Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!
Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?
Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 12:00 WIB

Menurut Pendapat Anda, Mengapa Keterbatasan kosakata ini bisa menjadi hambatan besar bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis di SD?

Saturday, 10 October 2026 - 11:45 WIB

Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?

Friday, 9 October 2026 - 10:23 WIB

Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!

Thursday, 8 October 2026 - 10:17 WIB

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 16:10 WIB

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!

Berita Terbaru