Swarawarta.co.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa salah satu alasan di balik kebijakan larangan wisuda untuk siswa sekolah mulai dari jenjang usia dini hingga menengah atas adalah untuk menekan keterlibatan masyarakat Jawa Barat dalam jeratan pinjaman online.
Menurut Dedi, kebutuhan anak di bawah umur untuk memiliki ponsel atau terlibat dalam kegiatan sekolah di luar esensi belajar mengajar seringkali membuat orang tua yang tidak mampu secara ekonomi akhirnya menggunakan jasa pinjaman online.
“Kan problem utama kenapa saya menghentikan kegiatan wisuda, studi tur, perpisahan, saya itu lagi nurunin pinjaman online. Karena Jawa Barat itu ranking tertinggi pinjol itu salah satunya konsumsinya adalah konsumsi kegiatan untuk anak-anaknya,” kata Dedi saat kunjungan ke SMAN 2 Purwakarta bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan larangan wisuda, Dedi berharap dapat mengurangi tekanan pada orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka yang tidak esensial, sehingga dapat mengurangi risiko mereka terjebak dalam pinjaman online.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Jawa Barat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan menghindari jeratan pinjaman online yang dapat berdampak negatif pada kehidupan mereka.
SwaraWarta.co.id - Siswa yang memiliki jumlah kosakata sedikit biasanya akan kesulitan memahami isi buku bacaan…
SwaraWarta.co.id - Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. jelaskan perbedaan keduanya…
SwaraWarta.co.id – Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 kembali…
SwaraWarta.co.id - BLT Kesra 2026 kapan cair masih menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari masyarakat. Kabar…
SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…
SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…