Berita

Harga Beras 1 Kg Mulai Mengalami Kenaikan, Konsumen Sangat Resah!

SwaraWarta.co.id – Harga beras di tingkat konsumen kembali meresahkan masyarakat meskipun stok cadangan pemerintah (CBP) melimpah.

Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 11 Juni menujukkan beras medium diperdagangkan di kisaran Rp13.948 per kg, naik 0,33 % dalam seminggu dan 1,58 % dalam sebulan terakhir.

Padahal perbandingan 3 bulan juga menunjukkan tren kenaikan sebesar 1,87 % .

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, harga beras SPHP yang seharusnya stabil juga mengalami peningkatan, menyentuh Rp12.678 per kg, naik 0,65 % pekan lalu.

Data lainnya menegaskan harga beras medium kini melebihi HET nasional Rp12.500/kg, sebesar Rp13.772 per kg atau 10,18 % di atas batas maksimum; harga beras premium bahkan mencapai Rp15.725 per kg, di atas HET premium Rp14.900/kg.

Di beberapa provinsi, disparitas harga lebih mencolok. Misalnya, di Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi) rata-rata mencapai Rp14.126 per kg atau melebihi HET; bahkan di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tercatat Rp17.455/kg.

Di 119 kabupaten/kota, kenaikan harga beras telah terpantau sejak akhir Mei hingga pekan pertama Juni.

Ketidaksesuaian antara ketersediaan stok dan kenaikan harga turut memicu sorotan dari Komisi VI DPR.

DPR mendesak pemerintah segera turun tangan dan menelusuri penyebab melonjaknya harga, termasuk kemungkinan gangguan di rantai distribusi dan adanya “mafia pangan”

Padahal, pemerintah mengklaim stok cadangan saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton—angka tertinggi sejak 1969.

Menteri Pertanian dan Bapanas juga menegaskan insentif terhadap petani melalui serapan gabah dan program SPHP, serta rencana penyaluran bantuan beras kepada 18,3 juta keluarga tidak mampu, masing-masing menerima 20 kg untuk dua bulan ke depan.

Analis menyoroti bahwa kenaikan harga domestik ini terjadi walaupun harga beras dunia menurun, mencerminkan adanya masalah tata niaga serta kapasitas penyerapan yang belum optimal

Di tengah cadangan besar, kenaikan harga beras1 kg hingga Rp14–17 ribu di berbagai daerah menimbulkan keresahan luas.

Pengendalian distribusi, penyerapan stok pemerintah, serta intervensi langsung dibutuhkan agar harga kembali stabil. Pemerintah dan DPR harus bergerak cepat untuk memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…

15 hours ago

Ole Romeny Tercengang! Gairah Suporter Indonesia Ternyata Beda Jauh dari Eropa, Ini Pengakuannya Setelah Juara FIFA Asean Cup 2026

SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…

21 hours ago

Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!

SwaraWarta.co.id - Apa itu herbig-haro dan bagaimana cara memotretnya? Menjelajahi keindahan langit malam selalu menyimpan…

22 hours ago

Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!

SwaraWarta.co.id - Kenapa Sara Wijayanto cerai? Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Setelah…

1 day ago

Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya

SwaraWarta.co.id - Jagat media sosial Malaysia sedang dihebohkan dengan gerakan boikot besar-besaran terhadap produk Indonesia.…

1 day ago

BOCORAN One Piece Chapter 1195: Zoro Kuasai Haki Raja, Sanji Hadapi Kelemahan Terbesar!

SwaraWarta.co.id - Para nakama, persiapkan diri kalian! Spoiler One Piece Chapter 1195 akhirnya bocor dan…

2 days ago