Intisari Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan

- Redaksi

Wednesday, 19 June 2024 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intisari Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan

SwaraWarta.co.id – Ki Hajar Dewantara (KHD), Bapak
Pendidikan Indonesia, memiliki pemikiran mendalam tentang pendidikan yang
relevan hingga kini.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsep-konsep yang beliau kembangkan menjadi landasan
filosofis pendidikan di Indonesia.

Berikut intisari
pemikiran KHD tentang pendidikan:

1. Pendidikan sebagai Tuntunan Kodrat Alam dan Zaman

KHD memandang pendidikan sebagai proses menuntun segala
kodrat alam yang ada pada anak, baik secara fisik maupun mental, agar mereka
dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia
dan anggota masyarakat.

Pendidikan juga harus mempertimbangkan tuntutan zaman, agar
anak dapat hidup dan berkontribusi di masyarakat.

Baca juga: Bagaimana Cara Anda
Memunculkan Ide Kreatif pada Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran?

Baca Juga :  Mengapa Demokrasi Kerakyatan Merupakan Demokrasi yang Cocok Bagi Indonesia? Mari Kita Bahas!

2. Asas Trikon (Kontinuitas, Konvergensi, Konsentris)

KHD mengemukakan tiga asas dalam pendidikan:

  • Kontinuitas:
    Pendidikan adalah proses sepanjang hayat, berlangsung dari buaian hingga
    liang lahat.
  • Konvergensi:
    Pendidikan harus menghargai keragaman budaya dan pengetahuan, mengambil
    yang terbaik dari berbagai sumber.
  • Konsentris:
    Pendidikan harus berpusat pada anak, mempertimbangkan kebutuhan dan minat
    masing-masing individu.

3. Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut
Wuri Handayani

Semboyan ini menjadi prinsip utama KHD dalam pendidikan:

  • Ing
    Ngarsa Sung Tuladha:
    Di depan memberi teladan, seorang pendidik harus
    menjadi contoh bagi anak didiknya.
  • Ing
    Madya Mangun Karsa:
    Di tengah membangun semangat, pendidik harus
    memotivasi dan membangkitkan semangat anak didiknya.
  • Tut
    Wuri Handayani:
    Di belakang memberi dorongan, pendidik harus
    memberikan dukungan dan bimbingan kepada anak didiknya.
Baca Juga :  Doa Dimudahkan Persalinan: Panduan Lengkap yang Dianjurkan dalam Islam

4. Budi Pekerti sebagai Fondasi Pendidikan

KHD menekankan pentingnya budi pekerti sebagai dasar
pendidikan karakter. 

Pendidikan tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi
juga tentang pembentukan akhlak dan moral yang luhur.

Baca juga: Bagaimana Sikap Ibu/bapak Jika Menemukan Murid yang Memiliki Masalah Pribadi dan Akademik?

5. Kemerdekaan dalam Belajar

KHD meyakini bahwa anak memiliki hak untuk belajar dengan
merdeka. 

Pendidik tidak boleh memaksakan kehendak atau metode belajar tertentu,
tetapi harus memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan diri sesuai
minat dan bakatnya.

6. Pendidikan untuk Semua

KHD memperjuangkan pendidikan yang inklusif, terbuka bagi
semua anak tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya. 

Baca Juga :  Jelaskan Tentang Falsafah Doraemon? Begini Makna Sesungguhnya!

Beliau
mendirikan Taman Siswa sebagai sekolah yang memberikan kesempatan belajar bagi
semua anak.

Relevansi Pemikiran KHD di Era Modern

Pemikiran KHD tetap relevan di era modern, bahkan semakin
penting. 

Konsep-konsep seperti pendidikan sepanjang hayat, pendidikan karakter,
dan kemerdekaan belajar semakin dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.

Pendidikan harus mampu menghasilkan individu yang tidak
hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu
beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pemikiran KHD menjadi inspirasi bagi para pendidik dan
pemangku kepentingan pendidikan untuk terus mengembangkan sistem pendidikan
yang lebih baik, berorientasi pada kebutuhan anak, dan relevan dengan
perkembangan zaman.

 

Berita Terkait

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?
Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945
Setelah Anda Membaca Modul dan Materi Inisiasi, Menurut Anda, Mengapa Anak dengan Gangguan Bahasa tidak Boleh Langsung Dianggap Malas Berbicara?
Mengenal Apa Itu Wantimpres: Fungsi, Tugas, dan Perannya di Indonesia

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 10:17 WIB

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 16:10 WIB

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 15:54 WIB

Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?

Wednesday, 7 October 2026 - 15:39 WIB

Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sunday, 4 October 2026 - 13:42 WIB

Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?

Berita Terbaru