Swarawarta.co.id – Sebanyak 13 jenazah korban ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk untuk proses identifikasi dan autopsi.
“Ya, sekarang lagi nunggu almarhum,” katanya.
Keluarga korban berkumpul di rumah sakit, menunggu kabar tentang sanak keluarga mereka yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dedi, salah satu keluarga korban, mengungkapkan bahwa korban bernama Iyus adalah keponakannya yang sedang berada di lokasi peledakan di pantai Desa Sagara, Kecamatan Cibalong.
Dedi dan istrinya mengaku terkejut mengetahui Iyus menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut. Iyus dikenal sebagai sosok yang baik dan asli warga selatan Garut.
“Betul warga sini, orangnya biasa saja, baik,” katanya.
Proses identifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan identitas para korban dan memberikan kejelasan bagi keluarga yang menanti.
SwaraWarta.co.id - Siswa yang memiliki jumlah kosakata sedikit biasanya akan kesulitan memahami isi buku bacaan…
SwaraWarta.co.id - Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. jelaskan perbedaan keduanya…
SwaraWarta.co.id – Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 kembali…
SwaraWarta.co.id - BLT Kesra 2026 kapan cair masih menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari masyarakat. Kabar…
SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…
SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…