Kenapa Purbaya Digantikan?
SwaraWarta.co.id – Kenapa Purbaya digantikan? Pergantian Menteri Keuangan selalu menjadi sorotan publik, tak terkecuali saat Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2026.
Purbaya, yang baru menjabat sekitar satu tahun menggantikan Sri Mulyani, digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Lantas, apa sebenarnya alasan di balik pergantian mendadak ini?
Salah satu alasan utama yang mencuat adalah buruknya koordinasi di internal Kementerian Keuangan. Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai bahwa masalah koordinasi antara Purbaya dan jajarannya, khususnya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Bea Cukai, sudah cukup parah. Persoalan seperti restitusi pajak yang ditahan dan pengelolaan anggaran negara menjadi pemicu ketidakpercayaan di kalangan pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain masalah internal, gaya komunikasi Purbaya juga menjadi sorotan. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bahwa komunikasi publik Purbaya buruk dan substansi urusannya tidak beres-. Purbaya dikenal sering melontarkan pernyataan kontroversial yang dianggap menimbulkan gaduh dan berpotensi mengganggu stabilitas pasar.
Isu lain yang mengemuka adalah dugaan ketegangan antara Purbaya dan Danantara, terutama terkait rencana setoran dana dividen senilai Rp120 triliun ke kas negara. Ray Rangkuti dari Lingkar Madani menyebut adanya dugaan rasa jengkel Presiden Prabowo terhadap Purbaya akibat ketegangan tersebut. Selain itu, desakan dari sejumlah direktur jenderal di Kementerian Keuangan juga disebut menjadi pemicu pencopotan ini-.
Pengamat ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai bahwa pergantian ini lebih tepat dibaca sebagai persoalan kecocokan arah kebijakan dan gaya komunikasi. Purbaya cenderung mendorong pertumbuhan agresif dengan ruang fiskal longgar, sementara Presiden membutuhkan kendali penuh atas agenda fiskal yang semakin besar.
Usai dilantik, Suahasil Nazara mengaku mendapat arahan khusus dari Presiden untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, serta memastikan defisit APBN tetap di bawah 3 persen. Ia menegaskan bahwa pergantian ini bukan perubahan arah, melainkan kelanjutan pengelolaan keuangan negara yang lebih terkonsolidasi.
Dengan demikian, penggantian Purbaya bukan semata soal kinerja, melainkan kombinasi dari masalah koordinasi, komunikasi, tekanan politik, dan kebutuhan presiden untuk memperkuat kendali fiskal.
SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…
SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…
SwaraWarta.co.id - Apa itu herbig-haro dan bagaimana cara memotretnya? Menjelajahi keindahan langit malam selalu menyimpan…
SwaraWarta.co.id - Kenapa Sara Wijayanto cerai? Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Setelah…
SwaraWarta.co.id - Jagat media sosial Malaysia sedang dihebohkan dengan gerakan boikot besar-besaran terhadap produk Indonesia.…
SwaraWarta.co.id - Para nakama, persiapkan diri kalian! Spoiler One Piece Chapter 1195 akhirnya bocor dan…