Mengapa Pengurangan Sampah Makanan Penting dalam Konteks Perubahan Iklim? Simak Penjelasannya Berikut ini!

- Redaksi

Saturday, 15 August 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Pengurangan Sampah Makanan Penting dalam Konteks Perubahan Iklim?

Mengapa Pengurangan Sampah Makanan Penting dalam Konteks Perubahan Iklim?

SwaraWarta.co.id – Mengapa pengurangan sampah makanan penting dalam konteks perubahan iklim? Pernahkah Anda memikirkan ke mana perginya makanan sisa di piring atau bahan makanan yang membusuk di dalam kulkas?

Banyak orang menganggap sampah makanan hanyalah masalah kebersihan lingkungan. Padahal, sisa makanan yang terbuang memiliki dampak langsung yang sangat besar terhadap perubahan iklim global.

Mengurangi sampah makanan (food waste) kini menjadi salah satu langkah paling efektif dan mudah yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hubungan Sampah Makanan dan Perubahan Iklim

Ketika kita membuang makanan, kita tidak hanya membuang bahan organik tersebut, tetapi juga memicu berbagai masalah lingkungan berikut:

  1. Ancaman Gas Metana dari TPA
Baca Juga :  Mengapa Penghematan Energi Listrik Berkontribusi pada Mitigasi Perubahan Iklim? Berikut Ini Penjelasannya!

Makanan sisa yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tertimbun oleh sampah lain tanpa pasokan oksigen yang cukup. Kondisi anaerobik ini menghasilkan gas metana (CH4), yaitu gas rumah kaca yang 28 kali lebih kuat daripada karbon dioksida (CO2) dalam menahan panas di atmosfer.

  1. Pemborosan Sumber Daya Alam secara Masif

Setiap makanan yang diproduksi membutuhkan air, lahan, pupuk, dan energi. Ketika makanan tersebut dibuang, seluruh sumber daya yang digunakan untuk memproduksinya ikut terbuang sia-sia:

  • Air: Sekitar 25% penggunaan air bersih di dunia dipakai untuk menanam makanan yang akhirnya terbuang.
  • Lahan: Pembukaan hutan untuk lahan pertanian yang sia-sia memperparah deforestasi.
  1. Emisi Karbon dari Rantai Pasok
Baca Juga :  Mengapa Suhu Meningkat Tajam? Inilah Deretan Penyebab Cuaca Panas Hari Ini

Proses produksi makanan mulai dari penanaman, pemanenan, pengolahan, hingga transportasi ke meja makan membutuhkan bahan bakar fosil. Membuang makanan berarti membuang seluruh Jejak Karbon (carbon footprint) yang terkumpul selama proses distribusi tersebut.

Langkah Sederhana Mengurangi Sampah Makanan di Rumah

Memulai perubahan tidak harus rumit. Anda bisa berkontribusi meredam pemanasan global melalui kebiasaan sehari-hari:

  • Rencanakan Belanjaan: Buat daftar belanja sebelum pergi ke pasar atau supermarket agar tidak membeli bahan berlebihan.
  • Simpan Bahan Makanan dengan Benar: Pelajari cara penyimpanan sayur dan buah yang tepat agar tahan lebih lama.
  • Manfaatkan Makanan Sisa: Olah sisa makanan menjadi hidangan baru atau jadikan kompos untuk tanaman rumah.
Baca Juga :  Jelaskan Contoh Perilaku dalam Rangka Memberi Dukungan Kepada Pemerintah Demi Menyelesaikan Sengketa Batas Wilayah

Pengurangan sampah makanan bukan sekadar isu etika atau hemat finansial, melainkan solusi nyata dalam menekan laju perubahan iklim.

Dengan menghargai setiap makanan di piring kita, kita membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga keberlanjutan bumi untuk masa depan.

 

Berita Terkait

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?
Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945
Setelah Anda Membaca Modul dan Materi Inisiasi, Menurut Anda, Mengapa Anak dengan Gangguan Bahasa tidak Boleh Langsung Dianggap Malas Berbicara?
Mengenal Apa Itu Wantimpres: Fungsi, Tugas, dan Perannya di Indonesia
Mengenal Silsilah Keluarga: Apa yang Kamu Ketahui tentang Silsilah? Berikan Contoh Lengkapnya!

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 16:10 WIB

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 15:54 WIB

Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?

Wednesday, 7 October 2026 - 15:39 WIB

Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sunday, 4 October 2026 - 13:42 WIB

Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?

Saturday, 3 October 2026 - 14:55 WIB

Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945

Berita Terbaru

Cara Live Streaming di TikTok dengan Hp

Teknologi

Cara Live Streaming di TikTok dengan Hp Khusus untuk Pemula

Wednesday, 7 Oct 2026 - 15:28 WIB