Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan
SwaraWarta.co.id – Mengapa Sriwijaya disebut kedatuan bukan kerajaan? Bagi masyarakat awam, istilah “Kerajaan Sriwijaya” sudah sangat melekat di telinga.
Namun, jika Anda menilik literatur sejarah yang lebih spesifik dan prasasti peninggalan abad ke-7, para ahli epistemologi dan sejarawan lebih sering menggunakan istilah Kedatuan daripada Kerajaan.
Lantas, apa yang mendasari perbedaan penyebutan ini? Apakah sekadar permainan kata, atau ada makna mendalam di baliknya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perbedaan mendasar terletak pada asal-usul kata. Istilah “Kerajaan” berasal dari kata “Raja” yang berakar dari bahasa Sanskerta. Sementara itu, Kedatuan berasal dari kata dasar “Datu”, sebuah istilah asli dari bahasa Melayu Kuno dan Austronesia.
Dalam struktur sosial Sriwijaya, Datu bukan hanya berarti pemimpin politik, tetapi juga sosok yang memiliki otoritas spiritual dan kesaktian. Kata “Kedatuan” merujuk pada wilayah tempat tinggal para datu atau sebuah sistem kepemimpinan yang berbasis pada kumpulan para datu.
Salah satu alasan utama mengapa Sriwijaya disebut Kedatuan adalah sistem pemerintahannya yang berbentuk konfederasi. Berbeda dengan kerajaan di Jawa yang cenderung bersifat sentralistik (pusat kekuasaan tunggal), Sriwijaya adalah jaringan perdagangan maritim yang luas.
Istilah “Kedatuan” secara eksplisit ditemukan dalam Prasasti Kedukan Bukit (683 M). Dalam prasasti tersebut, disebutkan kalimat “marvuat vanua Srivijaya jaya siddhayatra subhiksa” yang merujuk pada pembentukan sebuah mandala atau pusat kedatuan. Penggunaan istilah lokal ini menunjukkan bahwa identitas politik Sriwijaya sangat kental dengan budaya bahari Nusantara sebelum pengaruh terminologi India (Raja) mendominasi sepenuhnya.
Penyebutan Kedatuan Sriwijaya jauh lebih akurat secara historis karena mencerminkan identitas asli bangsa Melayu kuno dan struktur politik maritim yang fleksibel. Sriwijaya bukanlah sekadar wilayah daratan yang luas, melainkan sebuah jaringan kekuasaan laut yang diikat oleh kesetiaan para datu.
SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…
SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…
SwaraWarta.co.id - Apa itu herbig-haro dan bagaimana cara memotretnya? Menjelajahi keindahan langit malam selalu menyimpan…
SwaraWarta.co.id - Kenapa Sara Wijayanto cerai? Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Setelah…
SwaraWarta.co.id - Jagat media sosial Malaysia sedang dihebohkan dengan gerakan boikot besar-besaran terhadap produk Indonesia.…
SwaraWarta.co.id - Para nakama, persiapkan diri kalian! Spoiler One Piece Chapter 1195 akhirnya bocor dan…