Bahlil membuka opsi untuk menghentikan ekspor gas
SwaraWarta.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Di tengah kondisi yang disebutnya sebagai “survival mode”, Bahlil membuka opsi untuk menghentikan ekspor gas ke sejumlah negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai Indonesia.
Kebijakan ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar sumber daya alam diprioritaskan untuk kebutuhan domestik.
Lalu, negara apa saja yang terkena dampak dari wacana stop ekspor gas ini? Simak daftarnya berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengekspor gas ke beberapa negara utama. Berikut rinciannya:
Meski Bahlil tidak menyebut secara spesifik negara mana yang dimaksud “tidak kooperatif”, pernyataannya jelas menargetkan negara-negara yang hubungan dagangnya dianggap tidak seimbang.
Singapura menjadi sorotan utama karena kontrak pasokan gas pipa yang akan berakhir dan bergantung pada perpanjangan dari Indonesia.
Sementara itu, Jepang dan Tiongkok sebagai pembeli terbesar juga berpotensi terdampak jika evaluasi kontrak benar-benar diberlakukan.
Wacana Menteri ESDM Bahlil stop ekspor gas bukan sekadar ancaman kosong. Dengan prioritas pada kebutuhan dalam negeri, negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Filipina, dan Malaysia harus bersiap menghadapi kemungkinan berakhirnya pasokan gas dari Indonesia. Kini pertanyaannya: siapa yang akan terdampak paling besar? Kita tunggu keputusan resmi pemerintah.
SwaraWarta.co.id - Cara mengatasi Chat GPT tidak bisa dibuka sering kali bikin panik, apalagi pas…
SwaraWarta.co.id - Siapa bilang main game cuma buang-buang waktu? Di tahun 2026, tren 7 aplikasi game…
SwaraWarta.co.id - Mengapa pemilu dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk penerapan demokrasi? Demokrasi sering kali…
SwaraWarta.co.id - Musim kemarau yang berkepanjangan sering kali bikin tanah retak, sumber air mengering, dan…
iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max resmi dijual di Indonesia mulai 16 Oktober…
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk kembali menyoroti kontribusi pesantren dalam perjalanan bangsa…