Pendidikan

Menurut Kamu, Bagaimana Cara yang Praktis untuk Melestarikan Tradisi Egrang Batok di Sekolah? Mari Kita Bahas!

SwaraWarta.co.id – Menurut kamu, bagaimana cara yang praktis untuk melestarikan tradisi egrang batok di sekolah? Di tengah gempuran game online dan gawai canggih, permainan tradisional Indonesia perlahan mulai terlupakan.

Salah satu yang paling berkesan adalah egrang batok permainan berjalan di atas tempurung kelapa yang terikat tali. Selain melatih keseimbangan, egrang batok menyimpan nilai budaya yang tinggi.

Lantas, bagaimana cara praktis melestarikan tradisi unik ini di lingkungan sekolah tanpa terkesan membosankan?

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Integrasikan ke dalam Jam Olahraga atau PJOK

Cara paling mudah dan terstruktur adalah memasukkan egrang batok ke dalam kurikulum atau aktivitas Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Permainan ini sangat efektif melatih koordinasi tubuh, motorik kasar, dan fokus siswa. Guru bisa mengemasnya dalam bentuk latihan keseimbangan yang menyenangkan sebelum memulai materi utama.

  1. Gelar “Lomba Tradisional” pada Acara Classmeeting

Setiap selesai ujian semester, sekolah biasanya mengadakan classmeeting. Momen ini sangat tepat untuk menghidupkan kembali egrang batok! Dibuat dalam bentuk kompetisi antarkelas seperti balap estafet egrang batok—aktivitas ini dijamin memicu gelak tawa, semangat kebersamaan, dan rasa penasaran siswa lain untuk mencoba.

  1. Wadahi Lewat Ekstrakurikuler Permainan Tradisional

Sekolah bisa membentuk klub atau ekstrakurikuler berbasis kebudayaan lokal. Tidak hanya egrang batok, ekskul ini bisa memadukan berbagai permainan daerah lainnya. Dengan begitu, siswa yang memiliki minat pada kegiatan luar ruangan (outdoor) punya wadah resmi untuk rutin berlatih dan berkreasi.

  1. Melibatkan Siswa dalam Pembuatan Alat (DIY Project)

Melestarikan tradisi tidak hanya soal memainkannya, tetapi juga proses pembuatannya. Sekolah bisa mengagendakan proyek seni (Proyek P5/Prakarya) di mana siswa membawa tempurung kelapa sendiri, mengamplasnya, memotongnya, dan memasang tali. Ketika siswa memakai egrang batok buatan mereka sendiri, rasa memiliki dan bangga terhadap tradisi tersebut akan jauh lebih tinggi.

Mengapa Ini Penting?

Melestarikan egrang batok di sekolah bukan sekadar nostalgia masa lalu. Ini adalah investasi karakter bagi generasi muda: mengajarkan pantang menyerah saat jatuh, menjaga keseimbangan hidup, dan menghargai warisan leluhur.

Menjaga kelestarian egrang batok di sekolah tidak butuh biaya mahal atau fasilitas rumit. Cukup dengan memanfaatkan momen yang ada, mengemasnya secara kreatif, dan mengajak siswa terlibat aktif. Mari kita bawa kembali keceriaan permainan tradisional ke halaman sekolah kita!

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Menurut Pendapat Anda, Mengapa Keterbatasan kosakata ini bisa menjadi hambatan besar bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis di SD?

SwaraWarta.co.id - Siswa yang memiliki jumlah kosakata sedikit biasanya akan kesulitan memahami isi buku bacaan…

4 hours ago

Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?

SwaraWarta.co.id - Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. jelaskan perbedaan keduanya…

5 hours ago

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

SwaraWarta.co.id – Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 kembali…

5 hours ago

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!

SwaraWarta.co.id - BLT Kesra 2026 kapan cair masih menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari masyarakat. Kabar…

5 hours ago

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…

24 hours ago

Ole Romeny Tercengang! Gairah Suporter Indonesia Ternyata Beda Jauh dari Eropa, Ini Pengakuannya Setelah Juara FIFA Asean Cup 2026

SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…

1 day ago