SwaraWarta.co.id – Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan menjuarai FIFA Asean Cup 2026.
Namun, di balik euforia trofi, ada satu hal yang membuat pemain kelahiran Nijmegen ini benar-benar terpukau: gairah suporter Indonesia. Dalam wawancaranya dengan media Belanda, NOS, Romeny secara blak-blakan mengungkapkan bahwa atmosfer dukungan di Indonesia memiliki intensitas yang sulit ditemukan di Eropa.
Atmosfer SUGBK yang Tak Terlupakan
Final FIFA Asean Cup 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi bagaimana lebih dari 70 ribu penonton memadati stadion, menciptakan riuh dukungan yang luar biasa sepanjang 120 menit pertandingan. Indonesia akhirnya menang melalui adu penalti 4-2 atas Thailand setelah bermain imbang 2-2, memastikan gelar juara yang telah lama dinanti.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sangat sulit untuk dijelaskan; Anda benar-benar harus mengalami langsung hal ini. Anda hanya bisa menyadari dampak dari hal ini saat Anda mengalami dan merasakannya secara langsung,” ujar Romeny, dikutip dari NOS. Ia bahkan membandingkan gairah suporter Indonesia dengan atmosfer pertandingan di Amerika Selatan, sesuatu yang jarang ia temui selama berkarier di Belanda.
Trofi untuk Seluruh Rakyat Indonesia
Bagi Romeny, gelar FIFA Asean Cup 2026 bukan sekadar trofi pribadi atau tim. Ia menilai keberhasilan ini menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia. “Itu sangat berarti, sangat-sangat berarti. Ketika saya melihat para suporter, para pemain, dan semua orang, itu sangat berarti bagi Indonesia. Kami sangat bangga dan merasa seperti satu keluarga besar,” kata Romeny kepada FIFA.
Pemain berusia 26 tahun itu juga menegaskan bahwa setiap kali mengenakan jersey Merah Putih, ada kebanggaan luar biasa karena membawa nama ratusan juta rakyat Indonesia. Atmosfer SUGBK pada laga final semakin membuat pengalaman tersebut terasa istimewa dan menjadi energi tambahan bagi para pemain hingga peluit panjang.
Fokus Baru: Piala Dunia 2030
Setelah menjuarai FIFA Asean Cup 2026, Romeny tidak ingin berpuas diri. Ia mengaku ingin fokus ke Piala Dunia 2030, sebuah target besar yang tentu akan semakin memacu semangat suporter Indonesia. Dengan gairah suporter yang menurutnya “berbeda dari Eropa”, bukan tidak mungkin dukungan luar biasa ini akan menjadi bahan bakar tambahan bagi Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh di kompetisi internasional berikutnya.
Kemenangan di FIFA Asean Cup 2026 telah membuktikan bahwa dukungan suporter Indonesia mampu memberikan dampak nyata bagi performa tim. Kini, pertanyaannya: seberapa jauh Garuda bisa terbang dengan gairah yang tak pernah padam dari para pendukungnya?

















